Nasional
Share this on:

Kejagung Tunggu SPDP Tersangka Kerusuhan

  • Kejagung Tunggu SPDP Tersangka Kerusuhan
  • Kejagung Tunggu SPDP Tersangka Kerusuhan

JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menetapkan 257 dari 442 perusuh sebagai tersangka dalam kerusuhan di Bawaslu Jakarta, Selasa-Rabu (21-22/5). Namun, penyidik Polda Metro Jaya belum mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan.

Saat dikonfirmasi, Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan hingga kini Kejaksaan belum menerima SPDP dari penyidik Polda Metro Jaya yang melakukan penyidikan atas kasus dugaan kerusuhan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu Jakarta.

"Mereka (Polri) masih melakukan pendalaman. Banyak hal perlu didalami dan dicermati dan dilengkapi. Seperti disampaikan kemarin ada pihak pihak lain," katanya di Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat (24/5).

Dia menjelaskan, dari hasil pendalaman Polri yang didapatnya, kelompok perusuh ini berbeda dengan peserta aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu. "Karena dari apa yang telah kita cermati ternyata ada kelompok berbeda. Bahwa sore dan siang itu, berbeda pelakunya termasuk tengah malam. Justru kericuhan itu terjadi tengah malam," jelasnya.

Dari informasi yang diterima, kata Prasetyo terdapat sekitar 250 lebih perusuh ditangkap pihak kepolisian pada aksi 21-22 Mei 2019. Para perusuh nantinya akan dikenakan pasal 170 KUHP terkait pengrusakan secara bersama-sama. "Apakah akan dilakukan bersamaan atau satu per satu karena pasalnya 170 kan melakukan pengrusakan rame rame. Kita liatlah nanti bagaimana penyidikan mereka," tegasnya.

Apalagi, penyidik Polri menemukan adanya beberapa perusuh yang diamankan positif narkoba. "Karena kan ada yg kedapatan positif menggunakan narkoba dan bawa sajam. Yang pasti melakukan pengrusakan di tempat umum. Itu kan ada pasalnya," tutupnya.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas), Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, para tersangka masih menginap di rumah tahanan Polda Metro Jaya danPolres Metro Jakarta Barat. Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap semua pelaku perusuh.

"Masih melakukan pemeriksaan secara intens terhadap 300 lebih pelaku kerusuhan yang sudah diamankan," katanya.

Menurutnya, pemeriksaan secara massal itu dilakukan untuk memastikan tindakan yang dilakukan saat kerusuhan di Jakarta yang terjadi 21-22 Mei 2019 di beberapa wilayah Jakarta. "Sedang dipilah sebagai pelaku di lapangan, sebagai korlap dan aktor intelektualnya," jelas jenderal bintang satu itu.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyebut 257 tersangka perusuh aksi 22 Mei di tiga lokasi, yakni depan Gedung Bawaslu, Kawasan Gambir dan Petamburan, Jakarta Barat pada Selasa (21/5) malam lalu merupakan masa aksi dari luar Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan, para tersangka telah menyiapkan diri untuk melakukan kerusuhan dengan sejumlah strategi.Argo menyebut pihaknya menyita uang dalam pecahan Dolar Amerika Serikat. Uang yang berhasil disita sebanyak USD 2.760 itu disita dari tersangka kerusuhan di Bawaslu.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah amplop putih berisi uang dari Rp200 ribu hingga Rp5 juta dalam aksi massa di Petamburan, Jakarta Barat. Uang dalam amplop tersebut ternyata sudah ada pula nama-nama para tersangka untuk menerima amplop tersebut. (lan/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

BJ Habibie Turun Tangan
BJ Habibie Turun Tangan

Berita Sejenis

Sebelum Di-OTT KPK, Nurdin Berniat Maju Pilgub Lagi

Sebelum Di-OTT KPK, Nurdin Berniat Maju Pilgub Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun sebagai tersangka, Kamis (11/7) kemarin.



Sistem PPDB Zonasi Ribet, Kemendikbud Tunggu Perpres

Sistem PPDB Zonasi Ribet, Kemendikbud Tunggu Perpres

Rumitnya pengaturan zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerah.


Polisi Segera Rilis Hasil Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei

Polisi Segera Rilis Hasil Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei

Polri mengklaim tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hampir menyelesaikan investigasi kerusuhan aksi 21-22 Mei lalu.


Polri Cium Potensi Kerusuhan

Polri Cium Potensi Kerusuhan

Polri mencium adanya potensi kericuhan saat pelaksanaan sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6).


Gerindra Ditawari Masuk Kabinet, BPN: Masih Tunggu Putusan MK

Gerindra Ditawari Masuk Kabinet, BPN: Masih Tunggu Putusan MK

Partai Gerindra ditawari untuk masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin pada periode 2019-2024 mendatang.


MK Kirim Surat, BPN Tunggu Utusan

MK Kirim Surat, BPN Tunggu Utusan

Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengirimkan surat pemberitahuan sidang pembacaan putusan kepada seluruh pihak yang berperkara.


Sofyan Jacob Minta Dipanggil Ulang

Sofyan Jacob Minta Dipanggil Ulang

Polda Metro Jaya membenarkan jika telah memanggil mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol (Purn) Mochammad Sofyan Jacob sebagai tersangka kasus dugaan makar, kema


Penetapan Caleg Jadi Tunggu Putusan MK

Penetapan Caleg Jadi Tunggu Putusan MK

Penetapan calon terpilih anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dilakukan paling lambat tiga hari.


Media Asing Soroti Kerusuhan Demo di Tanah Abang

Media Asing Soroti Kerusuhan Demo di Tanah Abang

Sejumlah media asing menyoroti kerusuhan dan dugaan kekerasan yang terjadi pada aksi demonstrasi massa, Rabu (22/5) dini hari, di Jakarta..



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!