Nasional
Share this on:

Kembali Aktif, Tapi Masih Aman

  • Kembali Aktif, Tapi Masih Aman
  • Kembali Aktif, Tapi Masih Aman

JAKARTA - Aktivitas anak Gunung Krakatau kembali meningkat setelah beberapa minggu terlihat tenang. Letusan terjadi kemarin (12/2) sekitar pukul 18.34 WIB.

Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Banten melaporkan bahwa gunung Anak Krakatau melontarkan material dengan tinggi kolom abu vulkanik sekitar 700 meter dari atas puncak gunung setinggi 1.038 meter di atas permukaan laut tersebut.

Hingga kemarin pukul 16.12 WIB, tercatat telah terjadi 24 kali letusan dengan durasi bervariasi mulai dari setengah hingga 2 menit. Sementara gempa vulkanik terjadi sebanyak 3 kali dengan durasi 10 hingga 16 detik.

Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan kolom abu vulkanik berwarna hitam tebal, bergerak condong kearah Barat. ”Erupsi ini terekam di seismogram selama kurang llebih 1 menit 52 detik. Terdengar suara dentuman di Pos Pengamatan G. Anak Krakatau,” kata Sutopo.

Sutopo melanjutkan, hingga saat ini Gunung Anak Krakatau masih berada di status level II (waspada). Meski demikian, wisatawan tetap dapat menikmati keindahan gunung ini. “Asalkan masyarakat/wisatawan tidak mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari puncak,” katanya.

Sutopo melanjutkan, Letusan Gunung Anak Krakatau adalah potensi wisata yang luar biasa. Wisatawan bisa menikmati sensasi langka erupsi. Asal berada di luar radius 2 kilometer.

Sutopo meyakinkan bahwa Anak Gunung Krakatau tidak akan meletus besar seperti tahun 1883 karena energi yang ada di dalam perut gunung tidak besar. ”Letusanya hanya akan kecil-kecil saja karena masih dalam tahap pertumbuhan. Jadi sangat aman dan menarik,” jelasnya.

Sutopo juga mengatakan, bahwa fenomena krakatau yang aktif dengan letusan-letusan yang tidak besar bisa menjadi aset pariwisata yang menarik. “Terutama bagi para turis asing yang berjiwa petualang,” katanya. (tau/jpg)

Berita Sebelumnya

Polisi Tangkap 44 Orang Papua
Polisi Tangkap 44 Orang Papua

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sidang MK Pagi Ini Bisa Diakses Siapapun

Sidang MK Pagi Ini Bisa Diakses Siapapun

Pagi ini pertarungan pilpres 2019 akan kembali dimulai.


Isu Ma'ruf Amin Jadi Pemanasan

Isu Ma'ruf Amin Jadi Pemanasan

Jelang sidang PHPU di Mahkamah konstitusi pada 14 Juni mendatang, sejumlah isu lama mulai mencuat. Politik Indonesia kembali bergejolak.


Baru 720 Kendaraan yang Kembali ke Jakarta

Baru 720 Kendaraan yang Kembali ke Jakarta

Sudah 720 ribu kendaraan kembali ke Jakarta melalui Tol Trans Jawa hingga H+3 arus balik Lebaran, Minggu (9/6) lalu.


Sudah 168 Ribu Pemudik Kembali ke Jakarta

Sudah 168 Ribu Pemudik Kembali ke Jakarta

Ratusan ribu pemudik telah kembali ke Jakarta melalui Stasiun Pasar Senen dan Gambir hingga Minggu (9/6) kemarin.


BPJSTK Raih Predikat WTP Untuk Laporan Keuangan dan Pengelolaan Program Tahun 2018

BPJSTK Raih Predikat WTP Untuk Laporan Keuangan dan Pengelolaan Program Tahun 2018

BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan untuk tahun 2018.


Ingat, 31 Mei Bukan Harpitnas

Ingat, 31 Mei Bukan Harpitnas

Masih saja ada yang menganggap bahwa Jumat (31/5) merupakan hari kecepit nasional (harpitnas).


Optimis Menang, Jokowi Mulai Siapkan Menteri-menterinya

Optimis Menang, Jokowi Mulai Siapkan Menteri-menterinya

Meski masih dalam proses gugatan, presiden terpilih Joko Widodo optimis melenggang lagi ke istana untuk kedua kalinya.


MK Jangan Jadi Lembaga Kalkulator

MK Jangan Jadi Lembaga Kalkulator

Narasi bernada kritik kembali dilemparkan oleh Bandan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi.


Rekrutmen CPNS Tahun Ini Pemda 30 Persen, PPPK 70 Persen

Rekrutmen CPNS Tahun Ini Pemda 30 Persen, PPPK 70 Persen

Pemerintah memastikan rekruitmen pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali digelar tahun ini.


AS Hikam Sebut Perusuh Orang-Orang yang Sangat Profesional

AS Hikam Sebut Perusuh Orang-Orang yang Sangat Profesional

Aksi massa 22 Mei kembali rusuh. Massa yang melakukan aksi anarkis bukan peserta aksi massa damai yang telah membubarkan diri.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!