Nasional
Share this on:

Kemenag Minta Biometrik Visa Umrah Ditunda

  • Kemenag Minta Biometrik Visa Umrah Ditunda
  • Kemenag Minta Biometrik Visa Umrah Ditunda

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) semakin tegas meminta supaya perekaman biometrik sebagai syarat pengajuan visa umrah ditunda. Sebab menurut mereka implementasinya belum siap dan cenderung menyulitkan masyarakat. Sayangnya hingga kini belum ada respon dari otortas Arab Saudi.

Implementasi perekaman biometrik dinilai tidak siap karena sampai saat ini belum mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Layanan yang dioperatori oleh VSL Tasheel itu belum tersebar ke seluruh provinsi. Layanan ini belum ada untuk provinsi Kalimantan Utara, Bali, NTT, Papua, serta Papua Barat.

Jadi bisa dibayangkan jika ada jamaah umrah dari Papua atau Papua Barat, harus terbang dahulu ke dearah lain untuk mengurus perekaman biometrik. Diantaranya terbang ke Sulawesi atau Ambon untuk mengurus perekaman biometrik. Sehingga selain merepotkan jamaah, juga menimbulkan biaya tambahan.

’’Yang jelas kalau belum siap dan menyulitkan masyarakat, ditunda saja dulu,’’ kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim kemarin (1/1). Dia mengatakan perekaman biometrik untuk pengajuan visa umrah bisa dibuka kembali jika sudah siap dan telah disosialisasikan dengan baik.

Ada wacana bahwa layanan perekaman biometrik bekerjasama dengan Kemenag. Sehingga layanan tersebut bisa dibuka di kantor Kemenag tingkat kabupaten/kota. Arfi mengatakan wacana tersebut memangkinkan saja untuk dilakukan. Namun perlu pembahasan yang lebih teknis. Terakit dengan surat resmi Menteri Agama untuk Arab Saudi, Arfi mengatakan belum ada balasan.

Kepala Sub Direktorat Pengawasn Umrah dan Haji Khusus Kemenag Noer Alya Fitra membenarkan bahwa keluhan yang sering disampaikan jamaah maupun travel umrah adalah sebaran perwakilan VSF Tasheel yang belum tersebar di seluruh provinsi.

Kemudian dia mengungkapkan jamaah harus melakukan perjanjian dahulu sebelum melakukan perekaman biometrik. ’’Yang belum melakukan janjian dulu dan masih jauh dari tanggal keberangkatan, ditolak alias tidak dilayani,’’ tuturnya. Meskipun calon jamaah umrah tersebut sudah jauh-jauh datang ke kantor VSF Tasheel.

Selain itu pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengatakan, kantor layanan VSF Tasheel tersebut juga belum sepenuhnya memadai. Misalnya ada fasilitas untuk jamaah yang sudah lansia atau disabilitas. Selain itu ada juga kantor VSF Tasheel yang belum dilengkapi toilet.

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi juga menyampaikan supaya perekaman biometrik tersebut ditunda dulu penerapannya. ’’Supaya disiapkan dulu kantornya,’’ katanya.

Dia menjelaskan biaya untuk pengurusan perekaman biomtrik itu sekitar Rp 120 ribu per orang. Menurut dia biaya tersebut relatif tidak besar. Tetapi bagi masyarakat yang berada di daerah tertentu, ongkos untuk menuju kantor perwakilan VSF Tasheel cukup besar.

Dia mengusulkan jika perekaman biometrik itu tetap diberlakukan, bisa diupayakan beberapa solusi. Misalnya perusahaan travel yang jamaahnya banyak dan berada di daerah yang jauh dari kantor VSF Tasheel, bisa mengundang mereka untuk datang. ’’Tidak sulit karena hanya membawa komputer dan perlengkapan lainnya,’’ jelasnya.

Kemudian dia mengusulkan supaya layanan perekaman biometrik tidak dijadikan acuan atau syarat pengurus visa umrah. Sehingga kalaupun dilakukan perekaman biometrik, dilakukan di bandara jelang keberangkatan. (wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Nuril Berniat Ajukan PK Besok
Nuril Berniat Ajukan PK Besok

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kesejahteraan Guru di Papua Minta Diperhatikan

Kesejahteraan Guru di Papua Minta Diperhatikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali normal pascakonflik sosial di Wamena, Papua.


Gerindra Diisukan Minta Jatah Menteri, Sufmi: Wong Belum Ditawarin

Gerindra Diisukan Minta Jatah Menteri, Sufmi: Wong Belum Ditawarin

Partai Gerindra menegaskan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maupun elite partainya yang lain tidak pernah meminta kursi menteri.


Dihujat di Medsos, Wiranto Akhirnya Minta Maaf

Dihujat di Medsos, Wiranto Akhirnya Minta Maaf

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan permintaan maaf secara resmi terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung korban


Buku Pendidikan Agama Masuk Uji Publik

Buku Pendidikan Agama Masuk Uji Publik

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) hampir merampungkan penyusunan buku pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa SD/SMP/SMA.


Buruh Minta Pemerintah Bubarkan BPJS Kesehatan

Buruh Minta Pemerintah Bubarkan BPJS Kesehatan

Ribuan buruh dari berbagai serikat kerja menggeruduk Gedung DPR/DPD/MPR, Rabu (2/10) kemarin.


Partai Koalisi Minta Jokowi Tunggu Proses di MK

Partai Koalisi Minta Jokowi Tunggu Proses di MK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan menerbitkan perppu UU KPK.


Indonesia Minta Penembakan Wartawan di Hong Kong Diselidiki

Indonesia Minta Penembakan Wartawan di Hong Kong Diselidiki

Konsulat Jenderal RI di Hong Kong meminta penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait insiden yang menimpa seorang wartawan Indonesia bernama Veby Mega.


Minta Pertemuan Terbuka, BEM Tolak Undangan Jokowi

Minta Pertemuan Terbuka, BEM Tolak Undangan Jokowi

Presiden Joko Widodo batal bertemu dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/9) kemarin.


Polisi Klarifikasi, Pemprov DKI Minta Pemulihan Nama Baik

Polisi Klarifikasi, Pemprov DKI Minta Pemulihan Nama Baik

Polda Metro Jaya mengklarifikasi terkait mobil ambulance yang diamankan saat demo pelajar SMK dan SMA yang berujung rusuh, Rabu (25/9).


Soal UU KPK, Istana Minta Jangan Paksa Presiden

Soal UU KPK, Istana Minta Jangan Paksa Presiden

Presiden Joko Widodo didesak menerbitkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) untuk membatalkan UU KPK yang pekan lalu disahkan DPR RI.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!