Nasional
Share this on:

Kereta Cepat Jalur Selatan Bisa Sampai Jogja

  • Kereta Cepat Jalur Selatan Bisa Sampai Jogja
  • Kereta Cepat Jalur Selatan Bisa Sampai Jogja

Ilustrasi.

JAKARTA - Niat pemerintah pusat membangun kereta api cepat jalur Jakarta - Bandung berpotensi berubah. Rencananya, pembangunan tersebut tidak berhenti di Bandung. Melainkan akan dilanjutkan hingga Bandara Kertajati, Majalengka atau bahkan Jogjakata Solo.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, ide untuk melakukan perubahan muncul setelah mempertimbangkan efektivitas dan asas kemanfaatan. Secara teoritis, semakin jauh trayek perjalanannya, maka akan semakin bagus.

"Kalau penumpangnya lebih jauh, lebih banyak, kan malah lebih feasible," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Budi mencontohkan, perubahan dari Jakarta - Bandung menjadi Jakarta - Bandung - Bandara Kertajati bisa menaikkan jumlah penumpang. Bahkan, ekstrimnya mungkin bisa tiga kali lipat. Sementara di sisi lain, penambahan panjang rel hanya sekitar 80 kilometer.

"Kan kalau Bandara itu rutin, orang dari Karawang mau ke Kertajati buat ke luar negeri disuruh bayar 300,000 kecil. Tapi bukan harian, contoh," imbuhnya.

Saat ini sendiri, pemerintah masih dalam tahap mengkaji potensi perubahan tersebut. Budi mentargetkan, kajian tersebut diharapkan bisa selesai pada akhir Februari ini. Terkait kontraktornya, pria berusia 61 tahun itu mengisyaratkan akan tetap menggunakan teknologi dari China sebagaimana rencana awal. "Kelihatannya akan tetap begitu (China)," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan jika ada rencana penambahan jalur menjadi. Bahkan, bukan hanya sampai ke Kertajati, melainkan juga sampai Jogjakarta atau Solo. Diakuinya, konsep kereta cepat baru feasible jika rutenya lebih dari 300 kilometer. “Opsi itu kita buka,” ujarnya.

Meski demikian, hal itu harus dikaji lebih dalam. Kalaupun nantinya kembali ke rencana awal menjadi Jakarta -Bandung, dia menilai hal itu tidak menjadi masalah. “Kalau 140 kilometer dulu, ya jalan dulu,” kata mantan Menkopolhukam itu.

Dia membenarkan jika hasil evaluasi akan disampaikan akhir bulan ini. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait. Pasalnya, belajar dari penggarapan LRT, penanganannya tidak bisa ditangani satu lembaga, tapi harus terintegrasi.

“Apakah 140 km atau sampai kertajati atau sampe ke Yogya-Solo, masih ingin lihat feasibilitas,” pungkasnya. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Umat Jangan Terprovokasi

Umat Jangan Terprovokasi

Polri harus bergerak cepat mengungkap serangan Suliono di Gereja Katolik Santa Lidwina, kemarin.


Nazaruddin Bisa Jadi Saksi Kunci (Lagi)

Nazaruddin Bisa Jadi Saksi Kunci (Lagi)

"Nyanyian" M. Nazaruddin bisa kembali menjadi andalan KPK untuk mengungkap keterlibatan sejumlah politisi skandal korupsi e-KTP.


Terowongan Bandara Soetta Longsor, Dua Tertimbun

Terowongan Bandara Soetta Longsor, Dua Tertimbun

Dinding terowongan rel kereta Bandara Soekarno-Hatta di Jalan Permeter Selatan, Tangerang, Banten, longsor kemarin sore.


Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Tiga orang narapidana kasus terorisme bakal bebas dari Nusakambangan dalam waktu dekat. Sayangnya, ketiganya diduga masih memiliki paham radikal.


Catat, Hanya Honorer Sejak 2005 yang Bisa Diangkat sebagai PNS

Catat, Hanya Honorer Sejak 2005 yang Bisa Diangkat sebagai PNS

Honorer bodong jangan harap akan diangkat sebagai aparatur sipil nasional (ASN).


Purnama dan Gerhana Bulan Bisa Picu Gempa

Purnama dan Gerhana Bulan Bisa Picu Gempa

Fenomena gerhana bulan total nanti malam, selain langka juga dibumbui dengan kabar dapat terjadinya gempa bumi.


Sisir 28 Kampung, Pasien Kondisi Parah Bisa Bertambah

Sisir 28 Kampung, Pasien Kondisi Parah Bisa Bertambah

Misi menyisir 28 kampung di Papua yang belum tersentuh petugas kesehatan berlanjut.


Pantura Padat, Jawa Dikembangkan Jadi Tol Udara

Pantura Padat, Jawa Dikembangkan Jadi Tol Udara

Selama ini jalur lalu lintas udara Jawa cukup padat. Pemerintah memiliki niat untuk mengembangkan sisi selatan Jawa.


Sebentar Lagi Beras Impor 500 Ribu Ton Datang

Sebentar Lagi Beras Impor 500 Ribu Ton Datang

Impor beras yang dibuka pemerintah untuk stabilkan harga dan menambah stok tidak bisa selesai dalam waktu dekat.


Pelaku Sodomi di Pesantren Lampung Bisa Dikebiri

Pelaku Sodomi di Pesantren Lampung Bisa Dikebiri

Ketua Komisi Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait akan kembali kunjungi pesantren AI di Lampung.



Berita Hari Ini

hari pers

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!