Nasional
Share this on:

Ketua DPR Penuhi Panggilan KPK

  • Ketua DPR Penuhi Panggilan KPK
  • Ketua DPR Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi perkara kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), kemarin (8/6). Bamsoet diperiksa untuk tersangka keponakan Setya Novanto (Setnov), Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan rekan Setov, Made Oka Masagung.

Bamsoet mengaku datang ke KPK atas inisiatif sendiri setelah berkoordinasi dengan penyidik. Sebelumnya, Bamsoet dijadwalkan diperiksa pada Senin (4/6) lalu. Namun, dia berhalangan hadir lantaran mengisi sejumlah acara sebagai ketua DPR.

"Saya tidak ingin ada polemik antar kelembagaan, makanya saya hadir atas inisiatif saya sendiri," ujar politikus Partai Golkar itu.

Bamsoet yang mendatangi gedung KPK pukul 08.00 itu mengaku dicecar sejumlah pertanyaan tentang dugaan aliran dana e-KTP ke DPD Partai Golkar Jawa Tengah pada 2012 lalu. Penyidik KPK, kata Bamsoet, menanyakan perihal bukti transfer Rp 50 juta ke DPD Jawa Tengah.

"Saya sampaikan, saya tidak mengetahui sama sekali soal transfer Rp 50 juta itu darimana, dari siapa, maksudnya apa?." papar mantan Ketua Komisi III DPR itu.

Berdasar hasil penyidikan KPK, pada saat kasus e-KTP bergulir ada indikasi distribusi uang ke DPD Partai Gokar Jawa Tengah. Uang itu diduga berasal dari Irvanto yang kala itu juga menjabat sebagai pengurus partai berlambang pohon beringin itu.

"Saya tahu Irvanto karena itu keponakan Pak Nov dan pengurus Partai Golkar," imbuh dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, Bamsoet kemarin diklarifikasi terkait dengan keterangan para pengurus DPD Partai Golkar Jawa Tengah yang diperiksa sebelumnya. Pihaknya pun menghargai kehadiran Bamsoet dalam pemeriksaan kemarin.

"Materi pemeriksaan secara rinci dan hal teknis lain tentu tidak dapat disampaikan," terangnya.

Febri menerangkan, pemanggilan Bamsoet kemarin murni untuk memenuhi kebutuhan penyidikan. Pun, tidak ada tendensi apa pun dalam pemeriksaan tersebut seperti yang disampaikan oleh sejumlah politikus Senayan beberapa hari terakhir ini.

"Tidak perlu khawatir, karena KPK melaksanakan tugasnya semata-mata berdasarkan hukum," paparnya. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Posisi Rommy Kian Tersudut, Mahfud MD: Ini Ritual Orang Terjepit!

Posisi Rommy Kian Tersudut, Mahfud MD: Ini Ritual Orang Terjepit!

Posisi mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy makin tersudut.


KPK Telusuri Bukti Baru Kasus Dugaan Suap Romy

KPK Telusuri Bukti Baru Kasus Dugaan Suap Romy

Usai mengungkap adanya kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung bergerak cepat


Keterangan Romy Untungkan KPK

Keterangan Romy Untungkan KPK

Sederet nama terpapar dalam keterangan mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy.


KPK Izinkan Wisnu Kuncoro Hadiri Pernikahan sang Anak

KPK Izinkan Wisnu Kuncoro Hadiri Pernikahan sang Anak

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan, KPK mempersilakan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro menghadiri pernikahan anaknya.


Jadi Tersangka Suap, Dua Pejabat Kemenag Diberhentikan

Jadi Tersangka Suap, Dua Pejabat Kemenag Diberhentikan

Sepakan pasca operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Agama memberhentikan sementara dua pejabatnya yang ikut diamankan.


OTT di BSD City Tak Mengarah ke Kepala Daerah

OTT di BSD City Tak Mengarah ke Kepala Daerah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau tergesa-gesa dalam menyampaikan infromasi terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di kawasan BSD City, Se


OTT Lagi, KPK Amankan Empat Orang

OTT Lagi, KPK Amankan Empat Orang

Belum juga reda kasus penangkapan dugaan seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI, Romahurmuziy alias Romy, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali


Sulit Tidur, Romy Batal Diperiksa

Sulit Tidur, Romy Batal Diperiksa

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan perdana kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI.


Menpora Diduga Terima Rp1,5 Miliar

Menpora Diduga Terima Rp1,5 Miliar

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menampilkan daftar pembagian dana hibah dari Kemenpora sejumlah total Rp3,4 miliar.


Soal Uang Sitaaan, Menag Lukman Memilih Bungkam

Soal Uang Sitaaan, Menag Lukman Memilih Bungkam

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hemat bicara dan terkesan menghindar, ketika disinggung terkait uang yang disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!