Nasional
Share this on:

Ketua PBNU Desak Tindak Tegas Kelompok Radikal

  • Ketua PBNU Desak Tindak Tegas Kelompok Radikal
  • Ketua PBNU Desak Tindak Tegas Kelompok Radikal

JAKARTA - Pemerintah diminta lebih tegas dalam menindak kelompok-kelompok radikal. Jangan sampai paham tersebut dibiarkan berkembang. Namun, aparat penegak hukum juga harus bertindak sesuai dengan konstitusi.

"Seluruh ormas Islam yang tergabung dalam LPOI serta ormas berkomitmen terhadap empat pilar. Kami mendukung aparat dalam bertindak sesuai dengan dengan konstitusi," ujar Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (12/9).

Dia mengajak umat Islam mengisi kemerdekaan dengan menyebarkan Islam yang santun dan menjauhi kekerasan. Serta memperbanyak pendidikan dan membangun masyarakat yang menjunjung tinggi akhlakul karimah. "Kita turut berjuang, ikut bersama-sama para pemangku yang lain mempertahankan NKRI, Pancasila, Bhineka Tungga Ika, UUD 1945," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum LPOI H. Lutfy A. Tamimi menyebut pemerintah kurang tegas menindak oknum penyebar dan pelaku radikalisme. "Pemerintah kurang tegas, sehingga terkesan membiarkan berbagai radikalisme yang ada," jelas Lutfy.

Dia mengatakan radikalisme, terorisme dan separatisme di Indonesia kian membahayakan NKRI. "Selama pemilu yang berlangsung baru-baru ini menjadi bukti bagaimana radikalisme berbaju agama sangat terasa," tukasnya.

Dia meminta seluruh masyarakat bertindak dengan mencegah. Jangan sampai terjadi adu domba yang kemudian memecah bangsa Indonesia. "Kami juga meminta kepada pemerintah agar lebih tegas lagi. Jangan biarkan kelompok radikal berdiam di Indonesia," pungkasnya.

Terpisah, Rektor Universitas Pancasila (UP) Profesor Wahono Sumaryono mengatakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat relevan menangkal radikalisme dan isu separatisme. "Saya mengajak civitas akademika dan masyarakat Indonesia tidak terpancing dengan isu-isu separatisme. Jangan menumbuhkan prasangka antargolongan. Letakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan," tegas Wahono.

Ketua Pusat Studi Pancasila UP Hendra Nurtjahyo berharap Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya mencegah benih-benih gerakan dan isu-isu radikalisme maupun separatisme. "Jangan sampai isu radikalisme dan separatisme berkembang di kalangan generasi muda," ucapnya. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pilkada Bisa Kacau, Mendagri-KPU Harus Tegas

Pilkada Bisa Kacau, Mendagri-KPU Harus Tegas

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali diingatkan untuk bersikap tegas.


Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

Dua terduga teroris anggota kelompok Jamaah Ansorut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee diringkus Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.


Oposisi atau Gabung Pemerintah? Tunggu Sikap Gerindra 17 Oktober

Oposisi atau Gabung Pemerintah? Tunggu Sikap Gerindra 17 Oktober

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto baru akan akan menyampaikan sikap politik Gerindra dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 17 Oktober mendata


Gerindra Diisukan Minta Jatah Menteri, Sufmi: Wong Belum Ditawarin

Gerindra Diisukan Minta Jatah Menteri, Sufmi: Wong Belum Ditawarin

Partai Gerindra menegaskan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maupun elite partainya yang lain tidak pernah meminta kursi menteri.


Gerindra Pilih Mufakat, Bambang Soesatyo Jadi Ketua MPR

Gerindra Pilih Mufakat, Bambang Soesatyo Jadi Ketua MPR

Setelah melalui skorsing dan forum lobi, Bambang Soesatyo (Bamsoet) terpilih menjadi Ketua MPR RI.


Megawati Mlengos, Surya Paloh: Saya Ketawa Saja

Megawati Mlengos, Surya Paloh: Saya Ketawa Saja

Rumor renggangnya hubungan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh, semakin terlihat jelas.


 Golkar atau Gerindra yang Jadi Ketua MPR?

Golkar atau Gerindra yang Jadi Ketua MPR?

Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) belum memutuskan nama ketua MPR periode 2019-2024.


Gantikan Oso, La Nyalla Janjikan Tiga Poin

Gantikan Oso, La Nyalla Janjikan Tiga Poin

Senator dari Jawa Timur La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai Ketua DPD periode 2019-2024 menggantikan Oesman Sapta Odang (OSO).


Puan Maharani Perempuan Pertama Jadi Ketua DPR

Puan Maharani Perempuan Pertama Jadi Ketua DPR

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024 resmi punya ketua baru. Dia adalah Puan Maharani.


Giliran Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Desak Jokowi Terbitkan Perppu

Giliran Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Desak Jokowi Terbitkan Perppu

Mahasiswa Indonesia di yang berada di luar negeri mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) t



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!