Nasional
Share this on:

Kirim KRI Spica Cari CVR Lion Air PK-LQP

  • Kirim KRI Spica Cari CVR Lion Air PK-LQP
  • Kirim KRI Spica Cari CVR Lion Air PK-LQP

JAKARTA - Pencarian cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP kembali dilaksanakan mulai, Selasa (8/1). Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggandeng Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Kemarin KRI Spica 934 milik Pushidrosal sudah bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka akan melaksanakan tugas di wilayah Perairan Karawang, Jawa Barat.

Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menjelasakan bahwa ajakan KNKT bak gayung bersambut. Sebab, instansinya juga tengah mencari waktu untuk kembali mencari salah satu black box dalam pesawat yang jatuh dan tenggelam Senin, 29 Oktober 2018 lalu.

”Kami kerja sama,” ungkap Harjo ketika diwawancarai Jawa Pos kemarin. Menurut dia, masih ada waktu sampai baterai CVR pesawat nahas itu benar-benar habis.

Umumnya, baterai CVR bisa bertahan sampai tiga bulan. Selama baterai CVR belum habis, black box itu akan terus memancarkan sinyal yang bisa ditangkap kapal milik Pushidrosal. ”Masih ada siswa waktu kurang lebih 10 sampai 16 hari. Kami akan memanfaatkan untuk mendeteksi ping locator-nya,” terang Harjo.

KRI Spica 934 yang punya kemampuan serupa dengan KRI Rigel 933 akan berada di lauatan tanpa sandar sekitar satu pekan. Itu sesuai dengan perbekalan yang dibawa untuk awak kapal tersebut.

Di samping awak kapal, turut serta dalam pencarian yang dimulai kemarin petugas dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Komando Armada I dan petugas dari KNKT. Mereka semua bakal mencari CVR di lokasi yang tidak jauh dari tempat ditemukannya flight data recorder (FDR).

”Ya kurang lebih jaraknya 50 meter dari lokasi black box sebelumnya,” tutur Harjo.

Tentu saja pencarian CVR dengan mengandalkan KRI Spica 934 bukan perkara mudah. Apalagi rentang waktu dari jatuh dan tenggelamnya pesawat sampai saat ini sudah cukup lama. Tidak menutup kemungkinan CVR sudah terendam lumpur yang cukup tinggi.

Namun demikian, kendala itu tidak lantas menyurutkan niat tim pencari. Harjo memastikan mereka bakal berusaha sebaik mungkin untuk menemukan black box tersebut. Pesan itu sudah disampaikan Harjo secara langsung kepada komandan KRI Spica 934.

”Sudah saya arahkan beberapa hal yang harus dia perhatikan,” imbuhnya.

Termasuk, papar dia, di antaranya potensi hambatan lain yang bisa jadi mengganggu. Yakni logam serpihan pesawat yang sangat mungkin menyulitkan petugas dalam mencari logam CVR. Perwira tinggi (pati) dengan dua bintang di pundak itu menyebutkan, perlu analisa yang kuat dan akurat.

Dengan begitu, langkah lanjutan setelah posisi CVR ditemukan lebih mudah. Serupa dengan pencarian yang sebelumnya pernah dilakukan, tim pencari juga turut dibekali ROV. Baik milik Pushidrosal maupun milik KNKT.

”Kami menggunakan ROV untuk meyakinkan (posisi CVR) secara visual,” jelasnya. Setelah dipastikan, giliran penyelam Dislambair Koarmada I yang bekerja mengambil CVR tersebut.

Harjo berharap besar, CVR sudah ditemukan sebelum perbekalan KRI Spica 934 habis. ”Mudah-mudahan bisa kami dapatkan,” kata dia. Terpisah Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho menyampaikan bahwa ada satu tim penyelam yang dikirim oleh instansinya. Jumlahnya sebanyak 15 orang. ”Pimpinan Kadislambair Koarmada I Kolonel Monang,” tambahnya. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ambil CVR Dalam Timbunan Lumpur, KNKT Segera Teliti Kotam Hitam Kedua

Ambil CVR Dalam Timbunan Lumpur, KNKT Segera Teliti Kotam Hitam Kedua

KRI Spica 934 berhasil mendeteksi cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP tepat sepekan pasca bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara minggu l


Vigit Waluyo Disanksi Seumur Hidup

Vigit Waluyo Disanksi Seumur Hidup

Gerak langkah Vigit Waluyo (VW) di kancah persepakbolaan tanah air bakal tidak seleluasa sebelumnya. Makin terisolasi. Bahkan bisa jadi tamat.


Listrik Mati Dua Kali, Penumpang Lion Air JT 568 Minta Turun

Listrik Mati Dua Kali, Penumpang Lion Air JT 568 Minta Turun

Penumpang pesawat Lion Air penerbangan JT 568 rute Jakarta-Jogjakarta mengalami masalah kelistrikan saat akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.


Santunan Korban Lion Air Mulai Diberikan

Santunan Korban Lion Air Mulai Diberikan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengeluarkan laporan penyelidikan awal kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP 29 Oktober lalu.


Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang

Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang

Hari ini (29/11) tepat sebulan kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air.


Denda E-Tilang Pencabutan Listrik-Air Perlu Kajian

Denda E-Tilang Pencabutan Listrik-Air Perlu Kajian

Di tengah upaya Polri menerapkan elektronik tilang (e-tilang), muncul usulan adanya sanksi denda berupa pencabutan aliran listrik PLN dan air PDAM.


Boeing Umumkan Panduan saat Pesawat Eror

Boeing Umumkan Panduan saat Pesawat Eror

Boeing Co menulis laporan mengenai kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP.


CVR Lion Air Masih Dicari

CVR Lion Air Masih Dicari

Hingga kemarin Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP belum juga ditemukan. Sinyal dari ping locator makin lemah.


Pesawat Lion Nyenggol Tiang Lampu, 143 Penumpang Terlambat Berangkat

Pesawat Lion Nyenggol Tiang Lampu, 143 Penumpang Terlambat Berangkat

Pesawat Lion Air kembali mengalami musibah. Pesawat dengan nomor layanan JT-633 dari menabrak tiang lampu Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, kemarin (7/11).


Banyak Keluarga Minta Ditunjukkan Kondisi Korban

Banyak Keluarga Minta Ditunjukkan Kondisi Korban

Kondisi korban jatuhnya Lion Air JT 610 membuat keluarga ingin mengetahuinya.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!