Nasional
Share this on:

Kominfo Blokir Aplikasi Tik Tok

  • Kominfo Blokir Aplikasi Tik Tok
  • Kominfo Blokir Aplikasi Tik Tok

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) akhirnya memutuskan memblokir aplikasi video social Tik Tok. Keputusan pemblokiran aplikasi yang sedang populer di tanah air itu dikeluarkan kemarin (3/7).

Berdasarkan informasi di Google Play Store aplikasi Tik Tok telah diunduh sekitar 50 juta kali. Aplikasi yang dirilis sejak 7 Mei 2017 lalu itu dibuat oleh Bytemod Pte.Ltd dan tertulis beralamat di International Plaza, Singapura.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menuturkan keputusan pemblokiran Tik Tok ditetapkan, Selasa siang kemarin (3/7). Kementerian Kominfo memblokir aplikasti Tik Tok beserta delapan unit DNS-nya (domain name system).

Dia menegaskan pemblokiran Tik Tok ini bersifat sementara hingga pengelola melakukan perbaikan dan pembersihan konten-konten ilegal. ’’Batas waktunya sampai kapan? Sesiap mereka lah. Kalau gak dibenerin ya kita tetap blokir,’’ katanya saat dihubungi tadi malam.

Semuel menjelaskan bahwa pemblokiran aplikasi Tik Tok didasari hasil pemantauan tim pengais (crawling) atau sering disebut Tim Ais. Tim Ais menjalankan tugasnya dari pelaporan Kementerian PPA, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta dari laporan masyarakat pada umumnya.

Pelanggaran konten yang ditemukan sangat beragam. Mulai dari pornografi, asusila, pelecehan agama, dan lainnya.

Semuel mengatakan selama masa pemblokiran Tik Tok tidak boleh mengubah DNS-nya. Jika ketahuan mengubah DNS, maka pemerintah Indonesia bakal memblokir Tik Tok secara permanen. Sebab perilaku mengubah DNS itu menunjukkan pengelola Tik Tok sudah terbukti berbuat nakal dan menghindari blokir pemerintah Indonesia.

Dia menegaskan dalam memblokir sebuah website maupun aplikasi, Kementerian Kominfo telah memegang bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga Kementerian Kominfo tidak takut ketika nanti pihak Tik Tok menyampaikan komplain atau keberatan.

Sebelumnya Menteri Kominfo Rudiantara menuturkan banyak konten negatif yang ada di Tik Tok. Konten negatif itu tidak layak untuk konsumsi anak-anak. ’’Kami sudah menghubungi Tik Tok untuk membersihkan kontennya,’’ jelasnya.

Dia menuturkan Kementerian Kominfo bakal melakukan pendekatan kepada Tik Tok seperti saat kasus pemblokiran kepada aplikasi Bigo. Rudiantara mengatakan Bigo saat ini telah membersihkan dan terus menjaga konten yang mereka sediakan.

’’Ada puluhan staf Bigo yang kerjanya membersihkan konten Bigo untuk Indonesia. Makanya (blokir, Red) Bigo kami buka lagi,’’ jelasnya.

Rudiantara mengakui bahwa aplikasi seperti Tik Tok atau sejenisnya sebenarnya bagus untuk ekspresikan kreativitas. Tetapi jangan sampai disalahgunakan untuk membuat konten negatif.

Dia menegaskan setelah Tik Tok bersih dan ada jaminan untuk menjaga kebersihannya, maka Tik Tok akan dibuka kembali blokirnya. (wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Facebook Masih Belum Patuh

Facebook Masih Belum Patuh

Facebook belum sepenuhnya mematuhi instruksi Kominfo untuk menutup (shut down) seluruh aplikasi yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.


Patuhi Aturan, WhatsApp Batal Diblokir

Patuhi Aturan, WhatsApp Batal Diblokir

Polemik konten GIF (graphics interchange format) porno via aplikasi chat WhatsApp dinyatakan selesai.


Dideadline sampai Besok, Pemerintah Ancam Blokir WhatsApp

Dideadline sampai Besok, Pemerintah Ancam Blokir WhatsApp

Aplikasi WhatsApp harus siap bernasib sama seperti telegram. Kemenkominfo memastikan bakal memblokir akses WA di Indonesia.


Per 31 Oktober, Registrasi Nomor HP Pakai NIK atau KK

Per 31 Oktober, Registrasi Nomor HP Pakai NIK atau KK

Kominfo akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai tanggal 31 Oktober 2017.


Awas! Waspadai Nikah Sirri dan Lelang Perawan Online

Awas! Waspadai Nikah Sirri dan Lelang Perawan Online

Sekelompok orang yang menyebut Partai Ponsel mendeklarasikan program Nikah Sirri dan Lelang Perawan berbasis aplikasi online.


Tok, Tok! Dimas Kanjeng Divonis Dua Tahun Lagi

Tok, Tok! Dimas Kanjeng Divonis Dua Tahun Lagi

Dimas Kanjeng Taat Pribadi bakal lebih lama menghuni penjara.


Perpres Badan Siber Diteken, Pemerintah Bisa Blokir Akses Media Sosial

Perpres Badan Siber Diteken, Pemerintah Bisa Blokir Akses Media Sosial

Keinginan pemerintah memiliki badan siber nasional akhirnya terwujud.


Himbauan Kementerian Kominfo Cegah Virus Wannacry

Himbauan Kementerian Kominfo Cegah Virus Wannacry

Sistem komputer di dua instansi pemerintah, RS Harapan Kita dan RS Dharmais, telah terinveksi virus Wannacry (Wannacrypt).


Enam Bulan Ada 380 Aduan Konten Situs Porno

Enam Bulan Ada 380 Aduan Konten Situs Porno

Sepanjang semester pertama 2016, Kominfo mencatat terdapat sebanyak 805 aduan situs maupun konten situs bermuatan negatif.


Kominfo Sudah Siap Sebarkan Identitas Predator Seksual

Kominfo Sudah Siap Sebarkan Identitas Predator Seksual

Pemerintah mulai menyiapkan aturan pendamping untuk memperjelas pemberian hukuman tambahan pelaku kejahatan seksual anak.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!