Nasional
Share this on:

Kominfo Buru Penyebar Video Pengeroyokan Suporter Persija

  • Kominfo Buru Penyebar Video Pengeroyokan Suporter Persija
  • Kominfo Buru Penyebar Video Pengeroyokan Suporter Persija

JAKARTA - Video berisi adegan brutal pengeroyokan terhadap Haringga Sirla, supporter Persija Jakarta tersebar luas di internet sejak insiden tersebut terjadi pada minggu (23/9).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) meluncurkan mesin pengais internet AIS milik mereka untuk memburu dan men-take down video-video tersebut. Sejak hari pertama setelah pengeroyokan, yakni Senin (24/9) sudah 130 video yang dihapus dari internet.

Berdasarkan laporan, pada hari kedua juga masih banyak video pengeroyokan yang diunggah kembali oleh warga net. Hingga kemarin, sudah total 450 url video yang dihapus oleh Kominfo.

Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan menjamin bahwa video yang diunggah di berbagai platform media sosial populer seperti Twitter dan Instagram sedang dibersihkan. “Tapi kalau yang sudah tersebar di Whatsapp (WA) itu tidak bisa kami kendalikan,” ujarnya kemarin (26/9).

Pria yang akrab disapa Semmy tersebut mengakui bahwa tidak bisa sepenuhnya bersih. Beberapa platform media sosial belum bisa dimasuki oleh AIS. Bahkan Facebook kini kata Semmy sudah tidak bisa di crawling lagi. jikapun ada video yang masih beredar, Semmy memastikan itu adalah video yang baru diaplod.

“Untuk itu, perlu ada laporan dari masyarakat. kalau ketemu, laporkan,” kata Semmy.

Semmy memperingatkan warganet untuk tidak mengaplod video tersebut. Setiap akun pengunggah video akan dicatat oleh AIS, kemudian profilnya akan diserahkan ke pihak kepolisian. “Sesuai dengan keinginan kepolisian, bahwa yang mengapload akan disanksi. Kami akan laporkan siapa profil yang meng-upload,” kata Semmy.

Disamping itu, video yang beredar banyak menunjukkan pengeroyok yang memukul mendiang Haringga sambil meneriakkan kalimat tahlil. Semmy sendiri belum bisa memastikan apakah hal tersebut asli ataukah editan.

“Kalau ingin tahu, kami harus dapat metadata-nya, video aslinya. Kalau yang sudah diunggah itu bukan meta data lagi,” jelasnya.

Semmy juga mengatakan belum ada niatan Kominfo untuk melakukan penelusuran keaslian video tersebut. Karena belum dibutuhkan dan belum dianggap perlu. “Dibuktikan buat apa? Kalau ada pengadilan, baru dibuktikan,” katanya.

Selain video pengeroyokan, Kominfo sudah memblokir situs skandalsandiaga.com yang memuat konten-konten negatif terhadap cawapres Sandiaga Uno. Dalam hal ini, Menteri Kominfo Rudiantar mengatakan, pemblokiran tersebut adalah atas dasar laporan.

“Yang dipakai adalah UU ITE (Interaksi dan Transaksi Elektronik, Red) jadi tidak ada kaitannya dengan Piplres,” jelasnya.

Rudi mengatakan, panduan untuk pemblokiran konten-konten negatif pada masa kampanye berada di Bawaslu. Kominfo akan memproses berdasarkan laporan dari Bawaslu. “Tidak bisa kalau nggak ada yang lapor kemudian kami blokir,” katanya.

Rudi mengatakan komitmen platform sejauh ini untuk menjaga berseliwerannya konten negatif di dunia maya cukup bagus. Contohnya Google yang tidak mau menerima iklan politik. (tau/jpg)

Berita Sebelumnya

Pelaku Lain Mengarah ke Setnov
Pelaku Lain Mengarah ke Setnov

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kominfo Segera Batasi Iklan Rokok di Media

Kominfo Segera Batasi Iklan Rokok di Media

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membatasi iklan rokok di media, termasuk media daring (online).


Iklan Rokok di Internet Akan Diblokir

Iklan Rokok di Internet Akan Diblokir

Kementerian Kesehatan mengirimkan surat permintaan kepada Kominfo untuk memblokir iklan rokok di internet.


Pemerintah Akan Atur Perizinan VPN

Pemerintah Akan Atur Perizinan VPN

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mengkaji untuk mengatur izin virtual private network (VPN).


Pemerintah Batasi Akses WhatsApp Tiga Hari

Pemerintah Batasi Akses WhatsApp Tiga Hari

Pemerintah terpaksa membatasi sejumlah fitur di layanan aplikasi perpesanan WhatsApp. Fitur yang dibatasi pemerintah berkaitan foto dan video.


Video Kekerasan Napi Viral, Kalapas Nusakambangan Diberhentikan

Video Kekerasan Napi Viral, Kalapas Nusakambangan Diberhentikan

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) telah menonaktifkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Nusakambangan HM.


Video Pembakaran Kertas Suara Pemilu di Papua Tidak Benar

Video Pembakaran Kertas Suara Pemilu di Papua Tidak Benar

Beredarnya video pemusnahan surat suara di Kecamatan Tingginambut, Papua, mulai menuai polemik.


Usai Coblosan Terdeteksi 64 Hoax

Usai Coblosan Terdeteksi 64 Hoax

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat sebuah 64 hoaks yang paling berpengaruh pasca hari pencoblosan 17 April lalu.


KPU Teliti Keaslian Surat Suara

KPU Teliti Keaslian Surat Suara

KPU RI menyelidiki keaslian surat suara di Malaysia yang diduga sudah tercoblos, seperti dalam rekaman video yang beredar di media sosial.


Serangan Ujaran Kebencian kepada Dua Capres Tambah Masif

Serangan Ujaran Kebencian kepada Dua Capres Tambah Masif

Sepuluh hari menjelang pencoblosan, penyebar berita bohong tak juga reda. Bahkan kian masif di berbagai daerah.


Diduga Lakukan Money Politic, Menteri Luhut Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Lakukan Money Politic, Menteri Luhut Dilaporkan ke Bawaslu

Viralnya video Luhut Binsar Panjaitan sedang memberi amplop kepada salah satu tokoh agama muslim membuat Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan ke Badan Peng



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!