Nasional
Share this on:

Komitmen Jokowi Mulai Dipertanyakan

  • Komitmen Jokowi Mulai Dipertanyakan
  • Komitmen Jokowi Mulai Dipertanyakan

**JAKARTA ** - Komitmen Presiden terpilih Joko Widodo terkait visi dan misi khususnya bidang lingkungan selama lima tahun ke depan dipertanyakan. Bahkan, visi Jokowi 14 Juli lalu di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat dinilainya bertolak belakang dengan visi dan misi saat pilpres.

"Ada statement dari Pak Jokowi yang membuat kita juga hampir jantungan, beliau bilang akan tutup mata atas seluruh proses perizinan dan seterusnya," ujar Direktur Yayasan Madani Berkelanjutan, Teguh Surya saat diskusi media bertajuk Moratorium "Permanen Hutan dan Visi Indonesia, Akan ke mana?" di Jakarta, kemarin (16/7).

Pada saat pilpres, kata dia, misi Jokowi di bidang lingkungan dianggap kuat jika dibandingkan Prabowo-Sandi. Dari sembilan misi yang digagas Jokowi-Ma'ruf poin keempat menyatakan ingin mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Seterusnya diterjemahkan ke dalam tiga pendekatan atau misi yaitu, satu melalui pengembangan kebijakan tata ruang terintegrasi, kedua mitigasi perubahan iklim, serta penegakan hukum dan rehabilitasi lingkungan hidup.

Berdasarkan visi dan misi tersebut, ia berpandangan Jokowi membawa harapan memerhatikan isu lingkungan sebanyak 20 persen. Namun, pada 14 Juli 2019 apa yang tertuang dalam visi misi dianggap hilang. "Jadi 20 persen dari pemilih ini yakin bahwa Jokowi 20 persen programnya akan memperjuangkan lingkungan," katanya.

Melihat kondisi tersebut, ia mempertanyakan masa depan hutan Indonesia. Apalagi, moratorium hutan primer dan lahan gambut yang tertuang dalam Inpres nomor 6 tahun 2017 akan berakhir pada 17 Juli termasuk restorasi gambut kedaluwarsa pada Desember 2020.

Ia menegaskan jika visi dan misi yang disampaikan Jokowi berbeda dengan saat kampanye seperti isu lingkungan hidup, masyarakat adat, penegakan hukum, pelanggaran HAM dan lain sebagainya maka wajib dipertanyakan.

Sebelumnya, Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo menyampaikan janji berupa pidato yang berisikan lima visi dan misi yang sudah ia petakan dan akan dilakukan sebagai kepala negara lima tahun ke depan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Lima visi dan misi ini ia petakan atas dasar kesadarannya mengenai fenomena perkembangan zaman dunia global yang semakin dinamik, penuh perubahan, kecepatan, risiko, kompleksitas, juga penuh hal-hal tak terduga di luar perhitungan.

Oleh sebab itu, ia mengatakan harus mencari cara-cara dan nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap permasalahan bangsa yang dihadapi. "Dengan inovasi-inovasi dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau, kita harus meninggalkan cara-cara lama, kita harus meninggalkan pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan," ujarnya. (ful/zul/fin)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sri dan Susi Layak Dipertahankan, Tjahjo Kumolo Tunggu Perintah

Sri dan Susi Layak Dipertahankan, Tjahjo Kumolo Tunggu Perintah

Kinerja para menteri Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla tak pernah lepas dari sorotan. Terutama warganet di media sosial.


Menteri Harus Profesional, Jangan dari Parpol

Menteri Harus Profesional, Jangan dari Parpol

residen Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membocorkan komposisi kabinet periode 2019-2024.


Bawaslu Komitmen Jaga Kepercayaan Publik

Bawaslu Komitmen Jaga Kepercayaan Publik

Meski penyelenggaraan Pemilu 2019 telah usai, masih ada sejumlah laporan yang harus diselesaikan.


Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 17 Agustus mendatang. Kamis (15/8) hari ini, rencananya jemaah haji mulai melakukan penimbangan bagasi.


Jokowi Minta 2020 Kurangi Impor

Jokowi Minta 2020 Kurangi Impor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Januari 2020 nanti pelaksanaan mandatori biodiesel sudah bisa berpindah dari B20 (Biodiesel 20) menjadi B30.


Wacana MPR Dipilih Aklamasi Mulai Digulirkan

Wacana MPR Dipilih Aklamasi Mulai Digulirkan

PDI Perjuangan mewacanakan pembentukan pimpinan MPR dilakukan secara aklamasi.


Manuver Poros Baru Ganggu Jokowi

Manuver Poros Baru Ganggu Jokowi

Kian mesranya poros Kartangera dan Teuku Umar, tidak menutup kemungkinan muncul gerakan pembentukan poros baru.


Sisir Jamaah Sampai ke Muzdalifah

Sisir Jamaah Sampai ke Muzdalifah

Secara bertahap jemaah haji mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit.


Jokowi dan Mahathir Bahas Tiga Isu

Jokowi dan Mahathir Bahas Tiga Isu

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyampaikan, pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad membahas tiga isu.


Menteri Jangan Rangkap Jabatan Ketum Parpol

Menteri Jangan Rangkap Jabatan Ketum Parpol

Pada Oktober 2019 mendatang, Jokowi-Ma'ruf Amin bakal dilantik sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!