Nasional
Share this on:

Kompak Bongkar Korupsi Romi

  • Kompak Bongkar Korupsi Romi
  • Kompak Bongkar Korupsi Romi
  • Kompak Bongkar Korupsi Romi
  • Kompak Bongkar Korupsi Romi

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), berhasil membawa Ketua Umum Partai PPP Muhammad Romahurmuzy (Romi), ke gedung Merah Putih KPK, Jakarta, (15/3/2019). (Faisal R Syam / FIN)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy di Jawa Timur, Jumat (15/3) kemarin. Hal ini dikonfirmasi Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera. Namun, hingga saat ini, belum diketahui kasus apa yang menjerat petinggi PPP sekaligus Dewan Pembina Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin itu.

Sepak terjang Romi dalam pusaran rasuah negeri ini cukup banyak, Ia juga disangkutkan dalam kasus korupsi pengadaan 7.000 unit light trap (perangkap hama) di Kementerian Pertanian yang ditangani Kejati DKI Jakarta sejak 2014 lalu. Dalam kasus light trap nama Romahurmuzy atau Romi juga diduga ikut terlibat.

Informasi ini menguat setelah adanya pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejati DKI terhadap Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Surabaya Norman Zen Nahdi saat kasus ini bergulir. Hanya saja hingga kini Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta belum pernah memeriksa Romi dalam pengadaan proyek yang bernilai Rp134 miliar. Diketahui, negara dirugikan hingga Rp33,9 miliar.

Dikonfirmasi soal perkembangan kasus ini, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengaku akan mengkroscek terlebih dahulu soal penanganan kasus tersebut, pasalnya kasus tersebut sudah lima tahun lalu. "Itu kapan perkaranya, (2014) lama juga ya, minta tolong di kirimkan datanya nanti saya langsung cek ke Pak Aspidsus ya, nanti diinfokan," singkatnya saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (15/3).

Sementara, Pakar hukum pidana Univesitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan OTT KPK terhadap Romi menjadi momentum yang tepat untuk Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta jika ingin mengembangakan kasus korupsi pengadaan light trap (perangkap hama) di Kementerian Pertanian. "Menurut saya mumpung KPK OTT semua kasus yang berkaitan dengan Rommy dibuka saja semuanya," katanya kepada FIN.

Jika perkara berkembangan dan berjalan, sambung Fickar, perkara Rommy di Kejaksaan dapat dipisah dengan di KPK. "Nanti bisa perkaranya di split sendiri yang di kejaksaan, jadi di buka saja semuanya, ini mumpung lagi di pegang KPK, dari pada nunggu lama dan ga jelas," jelasnya.

Kejaksaan, kata Fickar, mempunyai kesempatan yang tepat jika ingin mengembangkan kasus yang diduga ada keterlibatan Rommy dengan melakukan koordinasi dengan penyidik KPK yang tengah menangani kasus dugaan suap yang melibatkan Rommy. "Bisa koordinasi dengan KPK jika mau memeriksa Rommy Kejati DKI bisa pinjam ke KPK, koordinasi. dibuka aja semuanya baik yang diduga terilbat di kejaksaan dan KPK, biar clear. iya sudah kelamaan 5 tahun," tutupnya.

Diketahui, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Waluyo (saat itu) beberapa kali menegaskan masih menunggu fakta persidangan untuk menelusuri pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan 7.000 unit light trap tersebut. Saat ini proses penyelidikan, penyidikan dan penuntutan untuk 15 tersangka telah rampung dan segera disidangkan. Meski rampung, bukan berarti perkara ini terhenti.

"Jadi apakah ada perkembangan baru, kita tunggu nanti, fakta persidangan kita tunggulah," kata Waluyo.

Disinggung apakah penyidik akan memeriksa mantan Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi PPP itu, Waluyo menegaskan penyidik akan bekerja secara profesional tanpa memandang bulu bila memang ada fakta baru yang melibatkan pihak-pihak lain. ""Iya (masih kita tunggu), keterangan tanpa alat bukti itu fitnah namanya, jadi tergantung alat bukti," pungkasnya.

Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan 15 orang tersangka. Para tersangka tersebut berasal dari pihak swasta maupun dari Kementan, di antaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Udoro Kasih Anggoro, Manajer Marketing PT Harif Ikhsan Nugraha, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agung Wradsongko, Ketua Pokja Pengadaan Alimin Sola, Ketua Panitia Pengadaan Hidayat Abdurrahman, Direktur Utama (Dirut) Formitra Multi Prakasa, Agus Irwanto, dan Dirut PT Andalan Persada Yanuar.

Dalam kasus ini jaksa penyidik telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebuah mobil Jeep Wrangler Rubicon dan uang tunai sejumlah Rp 6 miliar. Light trap merupakan lampu perangkap hama menggunakan tenaga surya. Rencananya, alat ini akan dipasang di sejumlah lahan pertanian di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. (lan/fin/tgr/zul)


Berita Sejenis

KPK Telusuri Bukti Baru Kasus Dugaan Suap Romy

KPK Telusuri Bukti Baru Kasus Dugaan Suap Romy

Usai mengungkap adanya kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung bergerak cepat


Jadi Tersangka Suap, Dua Pejabat Kemenag Diberhentikan

Jadi Tersangka Suap, Dua Pejabat Kemenag Diberhentikan

Sepakan pasca operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Agama memberhentikan sementara dua pejabatnya yang ikut diamankan.


OTT di BSD City Tak Mengarah ke Kepala Daerah

OTT di BSD City Tak Mengarah ke Kepala Daerah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau tergesa-gesa dalam menyampaikan infromasi terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di kawasan BSD City, Se


OTT Lagi, KPK Amankan Empat Orang

OTT Lagi, KPK Amankan Empat Orang

Belum juga reda kasus penangkapan dugaan seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI, Romahurmuziy alias Romy, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali


Romy Sebut Nama Seorang Kiai dan Gubernur Jatim

Romy Sebut Nama Seorang Kiai dan Gubernur Jatim

Tersangka kasus dugaan suap korupsi seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI, Romahurmuziy alias Romy, akhirnya menjalani pemeriksaan perdana, Jumat (2


Sulit Tidur, Romy Batal Diperiksa

Sulit Tidur, Romy Batal Diperiksa

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan perdana kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI.


Soal Uang Sitaaan, Menag Lukman Memilih Bungkam

Soal Uang Sitaaan, Menag Lukman Memilih Bungkam

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hemat bicara dan terkesan menghindar, ketika disinggung terkait uang yang disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK


Uang di Laci Meja Menag Teridentifikasi

Uang di Laci Meja Menag Teridentifikasi

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengungkap besaran uang yang mereka sita dari ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.


Kursi Kakanwil Dibandrol Rp250 Juta, Kakandepag Rp50 Juta

Kursi Kakanwil Dibandrol Rp250 Juta, Kakandepag Rp50 Juta

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy alias Romi tiba di kantor KPK, Jumat malam (15/3) lalu, dengan wajah tertunduk dan tertutup


Jokowi Tanggapi Dingin, Kiai Ma'ruf Kedepankan Azas Praduga Tak Bersalah

Jokowi Tanggapi Dingin, Kiai Ma'ruf Kedepankan Azas Praduga Tak Bersalah

Calon Presiden 01 Joko Widodo menanggapi dingi terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!