Nasional
Share this on:

Konstruktif Lewat Jalur Oposisi

  • Konstruktif Lewat Jalur Oposisi
  • Konstruktif Lewat Jalur Oposisi

**JAKARTA ** - Partai oposisi diminta tetap ada. Kritik membangun dapat menjadi penyeimbang pemerintah. Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus ada monitoring. Oposisi diharapkan membangun lewat jalur lain di luar pemerintahan.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyarankan agar empat parpol di luar pemerintahan tetap memegang peranan sebagai mitra penyeimbang pemerintah atau oposisi. Terlebih, Presiden Joko Widodo dalam pidato Visi Indonesia menyatakan bahwa oposisi itu mulia selama tidak menebar kebencian.

"Saya kira apa yang disampaikan Pak Jokowi itu sudah jelas. Dalam membangun suatu pemerintahan yang demokratis kita membutuhkan partai penyeimbang yang ada di luar pemerintahan. Partai yang ada di luar pemerintahan itu suatu kehormatan. Kritik tidak dilarang, asal konstruktif," ujar Andreas di Jakarta, Selasa (16/7).

Ia bercerita, PDIP punya pengalaman 10 tahun sebagai oposisi. PDIP menunjukkan bahwa konsistensi sikap antara apa yang disampaikan saat berkampanye dengan yang dilakukan setelah proses pemilu selesai. "Meskipun selama 10 tahun PDIP menjadi partai di luar pemerintahan, rakyat tetap menghormati PDIP," imbuhnya.

Menurut Andreas, soal koalisi pemerintah terbuka atau tertutup terhadap empat parpol tersebut merupakan ranah antar parpol dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Yang pasti, penyeimbang itu suatu kebutuhan dan dinamika politik itu membutuhkan parpol di luar pemerintah.

Sementara itu, momentum penyampaian pidato Jokowi dinilai sangat tepat. Terutama setelah pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Peneliti Politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah mengatakan, konten secara keseluruhan, tidak ada hal baru.

Ide reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur, bahkan terkait sumber daya manusia, nyaris sama dengan yang presiden sampaikan lima tahun lalu. Beberapa di antaranya tidak terjadi sepanjang lima tahun ini. Jadi, ini bisa menjadi pengingat bahwa visi dan misi presiden masih sama dengan 5 tahun lalu," kata Dedi.

Pembangunan infrastruktur yang diharapkan menyambungkan sumber-sumber ekonomi, juga terkait keterbukaan investasi, presiden telah sampaikan sejak lima tahun lalu. Terutama upaya menghilangkan kerumitan-kerumitan birokrasi, hasilnya justru ironi dengan adanya kebangkrutan usaha, baik milik negara maupun swasta.

"Iklim ekonomi semacam ini seharusnya tidak terjadi jika yang presiden nyatakan lima tahun lalu benar-benar terimplementasi dengan baik," imbuhnya.

Tema mengenai infrastruktur, sumber daya manusia, dan persatuan Indonesia dinilai sangat normatif. Tidak ada penanda dari presiden bagaimana semua itu dapat terwujud oleh pemerintahan ke depan. Ide menghubungkan infrastruktur dengan sumber ekonomi khusus cukup baik, dan itu yang memang diperlukan negara dengan kondisi kepulauan di Indonesia.

"Semangat kinerja presiden menjadi sinyal, bahwa kabinet 5 tahun mendatang akan ada perubahan. Bisa jadi akan lebih banyak di isi tokoh-tokoh baru. Atau setidaknya tokoh dengan kapasitas menonjol diantara yang lain," paparnya.

Presiden, lanjutnya, memahami kebutuhan SDM Indonesia. Jokowi juga dinilai paham banyak anak bangsa yang berpotensial. Karena itu, presiden menyinggung diaspora. "Ini penanda baik. Presiden berupaya menarik banyak anak bangsa untuk kembali berkontribusi langsung pada negara. Juga semangat beliau membangun SDM sejak dini, pengutamaan talenta menjadi hal baru. Di mana sejauh ini lebih fokus pada pendidikan non talenta," ucapnya.

Di bagian Ideologi Pancasila, dia menilai presiden juga cukup normatif. Tidak ada ide berbasis kebijakan bagaimana membangun indonesia tanpa diskriminasi. Baik terkait keberagaman kultur, agama maupun terkait disabilitas. Hanya saja, kata dia, presiden berhasil membawa kesadaran warga negara bahwa kesatuan lebih utama dibanding hal lain. (khf/zul/fin/rh)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemulangan Jemaah Lewat Fast Track

Pemulangan Jemaah Lewat Fast Track

Pemerintah Arab Saudi melakukan uji coba fast track atau jalur cepat untuk proses pemulangan jamaah haji termasuk dari Indonesia.


Polisi Endus Penghimpunan Dana Teroris lewat LSM

Polisi Endus Penghimpunan Dana Teroris lewat LSM

Berbagai cara dilakukan kelompok teroris dalam menghimpun dana untuk melancarkan aksi. Salah satunya dengan berklamufase menjadi lembaga swadaya masyarakat (LSM


Jalur Pantai Selatan Kembali Dilanjutkan

Jalur Pantai Selatan Kembali Dilanjutkan

Kementerian PUPR terus meningkatkan kemantapan jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa sepanjang 1.405 km.


Jamaah Indonesia Lempar Jumrah 10 Zulhijah Malam

Jamaah Indonesia Lempar Jumrah 10 Zulhijah Malam

Jamaah Indonesia baru akan melempar jumrah pada 10 Zulhijah lewat tengah malam.


Indonesia Minta Tambahan 250 Ribu Kuota Haji

Indonesia Minta Tambahan 250 Ribu Kuota Haji

Pemerintah Indonesia tengah memperjuangkan tambahan kuota haji hingga mencapai angka 250.000 orang, melalui jalur diplomasi haji dengan Pemerintah Arab Saudi.


Soal Oposisi, PKS Paling Jelas

Soal Oposisi, PKS Paling Jelas

Hingga saat ini, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang paling jelas bersikap menjadi oposisi pada pemerintahan mendatang.


PAN-Gerindra Berebut Kursi Ketua MPR

PAN-Gerindra Berebut Kursi Ketua MPR

Rebutan kursi MPR kian seksi. Bahkan kelompok oposisi memiliki kekuatan besar untuk menempatkan wakilnya, jika kalkulasi perebutan kursi DPR tergusur.


Parpol Koalisi Jokowi-Ma'ruf Minta Gerindra Tetap Oposisi

Parpol Koalisi Jokowi-Ma'ruf Minta Gerindra Tetap Oposisi

Yang terbaru, kubu Prabowo menawarkan kesepakatan power sharing 55:45 sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional.


Gerindra Bisa di Dalam, Bisa Juga di Luar Pemerintahan

Gerindra Bisa di Dalam, Bisa Juga di Luar Pemerintahan

Belum ada keputusan apakah Partai Gerindra tetap oposisi atau ikut dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.


Gerindra Mau Koalisi atau Oposisi?

Gerindra Mau Koalisi atau Oposisi?

Rencana rapat Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan dewan pembina diapresiasi sejumlah pihak.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!