Nasional
Share this on:

Kontak Senjata, Dua Prajurit Terluka

  • Kontak Senjata, Dua Prajurit Terluka
  • Kontak Senjata, Dua Prajurit Terluka

JAKARTA - Kontak senjata antara Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dengan petugas gabungan TNI – Polri kembali terjadi Selasa pagi (11/2). Belum diketahui pasti ada KKSB yang terluka atau meninggal dunia pasca insiden tersebut. Namun, dua orang prajurit TNI bernama lengkap Pratu Budi dan Praka Aswad terluka. Keduanya langsung dievakuasi ke Wamena untuk mendapat perawatan medis.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menjelaskan bahwa kontak tembak terjadi sekitar pukul 06.15 WIT. ”Korban atas nama Pratu Budi luka tembak di bahu dan Praka Aswad luka ringan di pelipis karena rekoset munisi,” terang pria yang akrab dipanggil Aidi itu. Kedunya dibawa ke Wamena melalui jalur darat sampai Distrik Mbua. Kemudian diterbangkan memakai helikopter sampai Wamena.

Aidi menyampaikan, kontak senjata terjadi pasca KKSB menyerang Pos TNI yang baru dibangun di Distrik Yigi. Serangan tersebut terdeteksi dari arah barat. Dengan pusat serangan berjarak 500 meter sampai 600 meter dari pos. ”Anggota TNI yang ada di pos berusaha membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak,” jelasnya. Dari laporan yang diterima oleh Aidi, prajurit TNI juga langsung mengejar KKSB itu.

Lettu Infanteri Ardan sebagai komandan pos memimpin langsung pengejaran. Mereka membuntuti jejak KKSB yang lari ke dalam hutan. Hanya saja kondisi medan secara umum membuat mereka kesulitan. ”Faktor kesulitan tentunya adalah kondisi geografis yang sangat ekstrem dan penguasaan medan,” terang Aidi. Namun demikian, pengejaran tetap berlanjut. Bersama aparat dari Polri, prajurit TNI masih berusaha menangkap kelompok tersebut.

Meski serangan itu membuat dua prajurit terluka, namun Distrik Yigi masih dalam kendali TNI–Polri. Sampai kemarin, masih ada empat orang hilang dari total 28 pekerja PT Istaka Karya yang bertugas di Yigi. Dua diduga sudah meninggal dunia. Dua lainnya diperkirakan masih hidup. Sedangkan 24 lainnya sudah ditemukan oleh petugas gabungan. Dari angka itu, 17 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan tujuh orang lainnya selamat.

Lebih lanjut, Aidi menjelaskan, masyarakat yang semula mengungsi di dalam hutan sudah mulai kembali. Mereka bersedia pulang setelah TNI membangun pos di sana. ”Sudah mulai berangsur-angsur kembali ke kampung,” ungkap perwira menengah TNI AD itu. Sejatinya, sambung dia, masyarakat Distrik Yigi mendukung pembangunan Jalan Trans Papua. Termasuk jembatan yang dikerjakan oleh PT Istaka Karya.

Beberapa pendatang yang selamat dari eksekusi oleh KKSB mengakui sempat dilindungi oleh masyarakat setempat saat kelompok itu berakasi. ”Masyarakat asli Distrik Yigi berusaha mencegah KKSB melakukan tindakan keji tersebut,” imbuh Aidi. Masyarakat setempat pula yang meminta para pekerja yang tengah bertugas di sana melarikan diri saat KKSB melaksanakan peyisiran.

Dari Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto melaksanakan rapat koordinasi khusus (rakorsus) guna membahas perkembangan situasi dan kondisi di Distrik Yigi. Menurut dia, upaya TNI – Polri menyelamatkan korban tersisa belum berhenti.

”Baik di tempat kejadian maupun sekitar tempat kejadian,” ungkap mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu.

Pengajaran KKSB oleh TNI– olri pun ditegaskan lagi oleh Wiranto. Dia menyebut, kelompok itu sudah melarikan diri. Tidak hanya personel organik TNI – Polri di Papua, tenaga tambahan juga dikirim dari luar daerah tersebut. ”Apakah itu Brimob dan Kopassus. Karena memang itu dibutuhkan untuk operasi pengejaran yang tidak mudah. Karena medannya sulit sekali,” kata dia menjelaskan.

Pejabat asal Jogjakarta itu pun membantah seluruh klaim KKSB. Termasuk di antaranya penggunaan bom. ”Nggak ada (TNI – Polri pakai bom). Tapi, kalau kami gunakan granat pelontar iya,” ujarnya. Dia juga menegaskan, tidak akan berdiskusi dengan KKSB. ”Karena mereka melakukan suatu propaganda. Membuat masyarakat resah, membuat masyarakat menjadi sangat ketakutan,” tambah dia.

Sebagai salah satu upaya memusahkan trauma akibat konflik, tahun depan Satgas Binmas Noken Polri akan masuk ke Nduga. ”Binmas Noken masuk ke sebuah area itu seperti di Nduga. Pasti anak ada yang stres, trauma. Nah ada program trauma healing,” ungkap Kasatgas Binmas Noken Polri Kombes Eko Rudi Sudarto. Diakui Eko, insiden di Nduga awal bulan ini harus ditindaklanjuti dengan kehadiran Satgas Binmas Noken Polri di sana. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Kakak-Adik Tertimbun Longsor 2 Meter
Kakak-Adik Tertimbun Longsor 2 Meter

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jadi Tersangka Suap, Dua Pejabat Kemenag Diberhentikan

Jadi Tersangka Suap, Dua Pejabat Kemenag Diberhentikan

Sepakan pasca operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Agama memberhentikan sementara dua pejabatnya yang ikut diamankan.


Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi

Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi

Dua calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melakukan persiapan untuk menghadapi debat ketiga pada hari ini.


Tambah Dua Menteri Akan Tambahi Beban APBN

Tambah Dua Menteri Akan Tambahi Beban APBN

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menambah dua menteri baru agar bisa mendorong ekspor dan investasi, tidaklah mudah.


Debat Ketiga Harus Konstruktif dan Manfaatkan Jawaban

Debat Ketiga Harus Konstruktif dan Manfaatkan Jawaban

Debat ketiga calon wakil presiden (Cawapres) harus konstruktif, sehingga dua kandidat yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno diminta untuk memaksimalkan j


Gempa Solok, Warga Masih Trauma dan Pilih Tidur di Luar Rumah

Gempa Solok, Warga Masih Trauma dan Pilih Tidur di Luar Rumah

55 orang dikabarkan terluka akibat gempa bermagnitudo 5,3 di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat, Kamis (28/2) kemarin.


Dicoret dari Fornas, Dua Obat Kanker Tak Ditanggung BPJS Kesehatan Lagi

Dicoret dari Fornas, Dua Obat Kanker Tak Ditanggung BPJS Kesehatan Lagi

Kemenkes telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/707/2018 yang mengeluarkan obat kanker Bevacizumab dan Cetuximab.


Diberi Keleluasaan, Debat Capres Bakal Lebih Seru

Diberi Keleluasaan, Debat Capres Bakal Lebih Seru

Minggu lusa dua calon presiden (capres), Joko Widodo dan Prabowo Subianto, kembali head-to-head di forum debat.


Teroris Dua Zaman Tertangkap saat Berencana ke Suriah

Teroris Dua Zaman Tertangkap saat Berencana ke Suriah

Upaya untuk melenggang ke Suriah bergabung dengan ISIS kendati mereda ternyata masih senyap-senyap terjadi.


KPK Siap Hadapi Pemprov Papua

KPK Siap Hadapi Pemprov Papua

Dugaan penganiayaan terhadap dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbuntut panjang.


Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Ancaman terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berulang. Kali ini, dua pegawai KPK menjadi korban kekerasan sekolompok orang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!