Nasional
Share this on:

KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

  • KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal
  • KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali melakukan eksaminasi terkait hasil investigasi Indonesialeaks. Pemeriksaan yang dilakukan oleh pengawasan internal (PI) KPK itu sebenarnya pernah dilakukan. Namun, di tengah pemeriksaan, pimpinan KPK justru mengembalikan dua penyidik Polri yang diduga merusak barang bukti kasus Basuki Hariman. Tanpa memproses indikasi pidananya.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, proses pemeriksaan internal itu masih akan dikaji kembali dibawah kendali Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) KPK yang baru ; Herry Muryanto. Herry dilantik awal Agustus lalu. ”Hari ini (kemarin, Red) Pak Herry sebagai deputi baru PIPM akan melakukan eksaminasi,” kata Agus saat akan bertemu Ketua DPD Oesman Sapta Odang, kemarin (10/10).

Menurut Agus, dari proses pemeriksaan lama, tidak ditemukan bukti bahwa dua penyidik KPK asal Polri, Roland Ronaldy dan Harun merobek buku catatan keuangan perusahaan Basuki Hariman yang disebut bersampul merah itu. Hasil pemeriksaan visual juga tidak menemukan informasi yang muncul di Indonesialeaks itu. ”Pengawas internal sudah memeriksa kamera, kamera memang terekam, tapi secara... ada penyobekan tidak terlihat di kamera itu,” kilah Agus.

Agus menyatakan, dari temuan pemeriksaan sebelumnya, sempat memunculkan perdebatan di internal KPK. Namun, pihaknya belum memberikan sanksi kepada dua penyidik yang sudah ditarik ke Polri tersebut. Ketika itu, KPK juga berencana memulangkan keduanya kembali ke institusi Polri, namun juga muncul keputusan yang sama.

”Waktu itu kalau tidak salah ada pemanggilan oleh polisi supaya yang bersangkutan ditarik kembali,” ujarnya.

Agus menilai dugaan aliran dana kasus Basuki Hariman itu agak sulit dibuktikan secara hukum. Dirinya berkaca pada kasus mantan politisi Demokrat Nazarudin dan mantan Direktur Keuangan Permai Grup Yulianis. Catatan dugaan aliran dana ke sejumlah pihak menjadi terbantahkan saat konfrontasi.

”Pembuktiannya susah begitu, orangnya ngomong saya tidak nerima, tidak ada alat bukti yang lain, apa yang mau kami pakai?,” ujar Agus.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo enggan berkomentar terkait isu keterlibatan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagaimana hasil investigasi Indoleaks. Menurutnya, hal itu sudah masuk wilayah hukum dan di luar kewenangan eksekutif.

“Itu wilayahnya KPK. Itu wilayahnya hukum. Saya ga mau ikut campur, intervensi hal-hal yang berkaitan dengan hukum,” ujarnya usai membuka Rakernas LDII di Jakarta, kemarin.

Jokowi mengakui, dirinya sudah bertemu Tito beberapa hari ini. Namun dia menegaskan hal itu sebagai rutinitas yang biasa. Dia juga mengaku belum mengkonfirmasi isu tersebut kepada Tito langsung. “Kan baru dugaan. Saya ga mau intervensi,nggak mau ikut campur wilayah hukum,” imbuhnya.

Terkait adanya desakan untuk mencopot Tito dari kursi kapolri, Jokowi menjawab santai. “Desakan ya biasa,” pungkasnya. (bay/far/tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

Puncak debat pilpres edisi kedua tinggal sehari lagi. Kemarin (15/2), pihak penyelenggara makin intens menata lokasi debat.


Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup

Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup

Ratusan pegawai komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berduyun-duyun keluar gedung kemarin.


KPK Siap Hadapi Pemprov Papua

KPK Siap Hadapi Pemprov Papua

Dugaan penganiayaan terhadap dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbuntut panjang.


Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Ancaman terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berulang. Kali ini, dua pegawai KPK menjadi korban kekerasan sekolompok orang.


Remisi Susrama Dikaji Lagi

Remisi Susrama Dikaji Lagi

Gelombang tuntutan agar pemerintah mencabut remisi terhadap I Nyoman Susrama, pembunuh jurnalis Jawa Pos Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, mendapat pe


KPK: Jangan Pilih Lagi Mantan Koruptor

KPK: Jangan Pilih Lagi Mantan Koruptor

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan langkah berani. Hari ini mereka akan mengumumkan nama-nama caleg yang pernah mendekam di penjara.


Diperiksa KPK, Menpora Jelaskan Mekanisme Hibah

Diperiksa KPK, Menpora Jelaskan Mekanisme Hibah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin (24/1).


Calon Istri Ahok Sudah Mundur dari Kepolisian

Calon Istri Ahok Sudah Mundur dari Kepolisian

Bripda Puput yang dikabarkan akan menikah dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukan lagi anggota Polri.


Siap-siap, Juni Nanti Ada Seleksi CPNS Lagi

Siap-siap, Juni Nanti Ada Seleksi CPNS Lagi

Tenaga pendidikan dan kesehatan bakal jadi fokus utama perekrutan dalam seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun ini.


Kasus Prostitusi Online, Polisi Jadwalkan Periksa Maraton 45 Artis

Kasus Prostitusi Online, Polisi Jadwalkan Periksa Maraton 45 Artis

Pemeriksaan perdana Vanessa Angel sebagai tersangka kasus prostitusi online diundur Jumat (25/1).



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!