Nasional
Share this on:

Kunduran Truk, Sastrawan NH Dini Meninggal Dunia

  • Kunduran Truk, Sastrawan NH Dini Meninggal Dunia
  • Kunduran Truk, Sastrawan NH Dini Meninggal Dunia

NH Dini.

SEMARANG - Sastrawan besar asal Semarang NH Dini meninggal dunia, Selasa (4/12), di Rumah Sakit Elisabeth Semarang. NH Dini mengalami kecelakaan di ruas jalan Tol Tembalang-Semarang sekitar pukul 11.00 WIB, setelah taksi yang ditumpanginya tertimpa truk muatan bawang yang tak kuat menanjak.

"Kecelakaan mobil tadi siang lalu masuk instalasi UGD pukul 12.00 WIB siang," kata Humas RS Elisabeth Semarang Probowatie, Selasa (4/12).

Probowatie Tjondro Negoro menyebut, jika saat masih di UGD keadaan NH Dini masih sadar. Karena luka yang menimpanya di bagian kepala maka disarankan untuk tindakan lebih lanjut cek MRI.

"Kami rujuk sekitar jam 3 sore masuk MRI. Setelah dapat perawatan tapi pukul 4 sore meninggal dunia," kata Probowatie.

Kronologi kecelakaan, diceritakan Brother Heri Suparno, pengelola Wisma Lansia Harapan Asri, tempat NH Dini selama empat tahun menetap menghabiskan masa tuanya. Heri mengaku dihubungi sopir taksi langganan NH Dini, sekitar pukul 12.00 WIB, jika telah terjadi kecelakaan di Tol Tembalang Semarang saat akan menuju pintu keluar tol.

"Jam 11.00 WIB kecelakaannya, lalu masuk rumah sakit pukul 12.00 WIB, itu kondisi masih sadar. Saya masih ngobrol dengan beliau," ucapnya.

Jenazah NH Dini masuk proses pemulasan di kamar jenazah RS Elisabeth pukul 18.30 WIB. Selanjutnya dilakukan pemandian dan pembersihan jenazah oleh pihak kelurga dan rumah sakit.

"Ini yang datang kerabat dari keponakan, kalau dua anaknya Lintang di Bandung dan Padang di Kanada. Rencana, Kamis (6/12), mau pulang Semarang," ujar Heri.

Dijadwalkan jenazah akan dibawa ke Wisma Lansia untuk disemayamkan malam ini, dan akan dibawa ke Ambarawa, Rabu (5/12), pukul 10.00 WIB untuk dikremasi.

Keponakan NH Dini, Paulus menceritakan, kekagumannya pada pribadi NH Dini yang dinilainya sebagai seorang yang mandiri. Paulus mengatakan, di masa tuanya, NH Dini memang tinggal si Wisma Lansia Harapan Asri.

“Eyang bibi (sapaan akrab NH Dini di keluarga) memang berprinsip tidak mau merepotkan keluarga bahkan anak-anaknya. Beliau sengaja jual semua asetnya dan memilih tinggal di wisma itu,” tuturnya.

Paulus mengatakan, NH Dini selalu mengajarkan di keluarganya untuk mandiri dan selalu tekun. Selain itu, kebiasaan almarhum dikenalnya senang berkebun. “Eyang bibi selalu ajarkan untuk tekun dan mandiri. Beliau juga sering ngajarin berkebun,” tukasnya. (tsa/jpg)

Berita Berikutnya

Dua Merk Obat Darah Tinggi Ditarik
Dua Merk Obat Darah Tinggi Ditarik

Berita Sejenis

Tujuh Jamaah Haji Meninggal, 263 Dirawat di Rumah Sakit

Tujuh Jamaah Haji Meninggal, 263 Dirawat di Rumah Sakit

Sudah tujuh jamaah haji Indonesia meninggal di Tanah Suci hingga, Rabu (17/7) lalu.


Siapkan Sistem Pertahanan Hadapi Ancaman di Waktu Damai

Siapkan Sistem Pertahanan Hadapi Ancaman di Waktu Damai

Sistem pertahanan bangsa harus dipersiapkan sejak dini, meski negara dalam masa damai.


Arbain Dibayaingi Suhu 45 Derajat, Jamah Wafat Kembali Bertambah

Arbain Dibayaingi Suhu 45 Derajat, Jamah Wafat Kembali Bertambah

Setelah seorang jemaah haji asal Solo meninggal dalam pesawat pada Minggu (7/7), kembali kabar duka diterima.


Serangan Jantung, Seorang Jamaah Wafat Dalam Pesawat

Serangan Jantung, Seorang Jamaah Wafat Dalam Pesawat

Seorang jamaah haji Indonesia asal Embarkasi Solo (SOC) 2 dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat saat menuju ke Tanah Suci, kemarin (8/7).


Populasi Dunia Bakal Capai Dua Miliar

Populasi Dunia Bakal Capai Dua Miliar

Berdasarkan laporan PBB yang dirilis pada Senin (17/6), populasi dunia diperkirakan akan meningkat dua miliar dalam 30 tahun ke depan.


Jakarta Kota Termacet ke-7 di Dunia

Jakarta Kota Termacet ke-7 di Dunia

Salah satu perusahaan teknologi yang mengatur lalu lintas, TomTom, merilis Indeks Lalu Lintas 2018 yang menyoroti tingkat kemacetan di dunia.


Empat BUMN Naik Kasta

Empat BUMN Naik Kasta

Empat BUMN Indonesia masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia pada 2019, yang dirilis Forbes edisi Juni 2019.


Tim Investigasi Tak Perlu Dibentuk

Tim Investigasi Tak Perlu Dibentuk

Dorongan membentuk tim investigasi independen untuk mengungkap kasus kericuhan 21-22 Mei yang mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dinilai terlalu prematur.


Target Pembayaran Santunan Tuntas Juni

Target Pembayaran Santunan Tuntas Juni

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan pembayaran santunan kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal tuntas Juni mendatang.


Media Asing Soroti Kerusuhan Demo di Tanah Abang

Media Asing Soroti Kerusuhan Demo di Tanah Abang

Sejumlah media asing menyoroti kerusuhan dan dugaan kekerasan yang terjadi pada aksi demonstrasi massa, Rabu (22/5) dini hari, di Jakarta..



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!