Nasional
Share this on:

Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam

  • Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam
  • Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam

JAKARTA - Tujuh helikopter bom air dikerahkan untuk penanganan darurat kebakaran hutan lahan (karhutla) dan kabut asap di Sumatera Selatan. Operasi teknologi modifikasi cuaca juga telah menebarkan 14.300 kilogram garam NaCl. Operasi udara yang dilakukan didukung personel darat gabungan mencapai 8.000 orang lebih.

"Penanganan darurat di wilayah Sumatera Selatan masih terus berlangsung hingga kini. Air yang digunakan untuk bom air sudah mencapai 66 juta liter," jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, kemarin (14/10).

Hingga Senin pukul 09.00 WIB, titik panas di Sumatera Selatan mencapai 1.184 titik, berdasarkan citra satelit modis-catalog Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) selama 24 jam. "Arah sebaran asap di Sumatera Selatan menyebar ke arah Barat Laut. Terpantau titik panas berada di wilayah-wilayah, seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin," tuturnya.

Kebakaran hutan lahan dan kabut asap di Sumatera Selatan yang mengganggu kegiatan masyarakat akhirnya membuat Pemerintah Kota Palembang meliburkan kegiatan pendidikan.”Kualitas udara berdasarkan indikator PM2,5 di wilayah Sumatera Selatan mencapai pada tingkat berbahaya atau pada angka 921,” jelasnya.

Kualitas udara di Ibu kota Provinsi Sumsel itu mencapai level hingga di atas 250 mikrogram/m3. Sesuai kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), jika kualitas udara berapa pada level 0-50 mikrogram/m3 dalam kondisi baik, sedangkan pada level 50-150 sedang, 150-250 tidak sehat, 250-350 sangat tidak sehat, dan pada level lebih dari 350 mikrogram/m3 berbahaya.

Berdasarkan data sementara dalam dua bulan terakhir ada ratusan warga terkena Ispa yang telah diberikan pelayanan kesehatan dengan baik. Untuk mencegah semakin banyak warga terkena Ispa, pihaknya berupaya mengimbau warga agar menggunakan masker untuk meminimalkan kontak langsung dengan asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah Sumatera Selatan.

Selain menggunakan masker, untuk menghindari penyakit Ispa dan gangguan kesehatan lainnya akibat udara tercemar asap karhutla, warga diimbau untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), ujar kadinkes.

Sebelumnya kabut Asap pekat sebagai dampak dari Karhutla yang terjadi di Provinsi Jambi kembali menyelimuti Kota Jambi. Dalam dua hari terakhir, pada pagi hari kabut asap di Kota Jambi begitu pekat. Asap ini merupakan asap kiriman dari daerah kabupaten yang mengalami karhutla di provinsi itu.

Terpisah, Guru Besar dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Azwar Maas mengatakan lahan gambut yang sudah terbakar disarankan agar tidak ditanami dengan tumbuhan lahan kering. "Konsesi yang lahannya terbakar tersebut bisa menanam sagu atau tanaman hutan jenis lainnya," terangnya, lewat sambungan telepon.

Ia menjelaskan apabila gambut yang sudah terbakar kembali ditanami dengan tanaman lahan kering, maka harus menyesuaikan kembali. Di sisi lain, gambut tersebut membutuhkan cadangan air.

Namun, apabila tanaman tersebut bisa beradaptasi dengan kondisi lahan gambut tidak ada masalah. Hal itu pun harus didukung dengan tutupan tanah yang cukup lebat untuk menghindarkan gambut yang mudah kering. "Akar tanaman-tanaman yang cukup tinggi itu bisa masuk ke tanah sehingga air yang ada di dalam bisa naik ke permukaan," katanya.

Selain menyarankan agar tidak melakukan penanaman tumbuhan di lahan kering, Azwar Maas menyebut pencegahan kebakaran dan pengaturan muka air merupakan langkah-langkah memperpanjang umur gambut. "Salah satu penyebab kebakaran hutan dan lahan diakibatkan oleh defisit air yang berlebihan oleh sebab itu perlu menjadi perhatian," katanya.

Pada dasarnya, kata dia, pemerintah, konsesi dan pihak terkait hanya bisa memperpanjang umur gambut agar terhindar dari kebakaran. Karena, lahan yang sudah bukan hutan alami akan selalu mengalami penurunan.

Lebih jauh ia menjelaskan, apabila lahan gambut sudah digarap maka akan ada proses subsidens atau gerakan udara secara perlahan ke bawah, pelepasan karbon serta kebakaran.

Seperti diketahui BNPB menyatakan sejak Januari hingga Agustus 2019 tercatat 328.722 hektare (ha) lahan terbakar akibat karhutla di sejumlah daerah di Indonesia.Untuk Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 19.490 ha, Kalimantan Tengah 44.769 ha, Kalimantan Barat 25.900 ha, Riau 49.266 ha, Jambi 11.022 ha dan Sumatera Selatan 11.826. (fin/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Kader Gerindra Ikuti Sikap Prabowo
Kader Gerindra Ikuti Sikap Prabowo

Berita Sejenis

Indonesia Komitmen Kurangi sampah Plastik Hingga 70 Persen

Indonesia Komitmen Kurangi sampah Plastik Hingga 70 Persen

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Indonesia berkomitmen mengurangi sampah plastik di lautan sampai 70 persen pada tahun 2025.


1.547 Titik Panas Masih Terdeteksi

1.547 Titik Panas Masih Terdeteksi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan masih terdapat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan.


Asap Lenyap, Hak Hidup Dilanggar

Asap Lenyap, Hak Hidup Dilanggar

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim sejak 23 September 2019 hingga kini tidak ada lagi asap lintas batas yang menyeberang ke negara teta


Kuatir Terpapar Kabu asap, Ratusan Mahasiswa Malaysia Dipulangkan

Kuatir Terpapar Kabu asap, Ratusan Mahasiswa Malaysia Dipulangkan

Sebanyak 306 mahasiwa asal Malaysia yang sedang kuliah di Pekanbaru, Riau dan Jambi, Indonesia, rencananya akan segera dipulangkan oleh otoritas Pemerintah Jira


10 Juta Anak Indonesia Terancam Karhutla

10 Juta Anak Indonesia Terancam Karhutla

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, bahwa polusi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dapat membahayakan hidup 10 juta anak.


Hujan Buatan Terkendala Penguapan Air yang Tertahan Asap

Hujan Buatan Terkendala Penguapan Air yang Tertahan Asap

Hujan buatan menjadi salah satu opsi mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.


Atasi Karhutla, Kepala Daerah Dilarang Dinas Luar

Atasi Karhutla, Kepala Daerah Dilarang Dinas Luar

Sejumlah kepala daerah yang wilayahnya memiliki titik Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), dilarang pergi atau dinas keluar.


Karhutla Kian Meluas, Bamsoet Baru Bicara

Karhutla Kian Meluas, Bamsoet Baru Bicara

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan hampir satu bulan terjadi.


Kabut Asap Kian Menyiksa

Kabut Asap Kian Menyiksa

Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi dalam sepakan terakhir belum juga mereda.


Kabut Asap Sudah Menyebar ke Thailand dan Filipina

Kabut Asap Sudah Menyebar ke Thailand dan Filipina

Kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia dan Malaysia dilaporkan juga menyelimuti Thailand bagian selatan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!