Nasional
Share this on:

Kurikulum Sekolah Saat Ini Sudah Ketinggalan Zaman

  • Kurikulum Sekolah Saat Ini Sudah Ketinggalan Zaman
  • Kurikulum Sekolah Saat Ini Sudah Ketinggalan Zaman

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membuat kurikulum baru sesuai dengan tuntutan zaman saat ini. Menanggapi keinginan Jokowi itu, Pengamat Pendidikan Budi Trikorayanto mendukung keinginan Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut dia, kurikulum saat ini terbilang rumit sekali sehingga merugikan pelajar. "Kurikulum memang harus diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman. Kurikulum memang terlalu complicated dan berat," ujar Budi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (3/11) kemarin.

Lanjut Budi, kurikulum dibuat oleh paa guru-guru besar yang sudah lama tidak sekolah, dan tidak melibatkan sama sekali guru, atau orang tua. Maka, menurut dia, memang sudah seharusnya kurikulum diperbaharui sesuai dengan kondisi saat ini.

Dia mencontohkan, saat ini telah masuk era pendidikan 4.0. Artinya dibutuhkan kurikulum yang mendukung teknologi terkini. "Sudah waktunya menempatkan pendidikan di luar sekolah. Khususnya di dunia maya atau sekolah yang harus keluar dan merdeka dari batasan-batasan gedung, waktu, seragam dan standar-standar," tutur dia.

Soal penjurusan, dia juga menyarankan untuk tidak seperti sekarang ada jurusan IPA dan IPS. Sebaiknya diserahkan kepada minat bakat anak. "Saya pikir bukan hanya jurusan IPA dan IPS yang dihilangkan, bahkan kejuruan lebih dimerdekakan," ucap dia.

"Pendidikan jangan lagi model makanan kotak yang menunya sama seragam, tetapi dijadikan prasmanan dengan menu beraneka," sambung dia.

Terpisah, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim menilai kurukulum yang ada saat ini masih kurang baik. Karena mata pelajarannya terlalu banyak sehingga banyak membutuhkan banyak tenaga guru.

Selain itu, kurikulum 2013 menjadi beban bagi para siswa karena banyaknya mata pelajaran. Hal demikian, membuat siswa tidak memahami sepenuhnya dari konteks kurkulum dan pelajaran terrsebut. "Jadi perlu ada kurikulum baru dan Mendikbud harus memperhatikan jumlah mata pelajaran," kata Ramli.

Ramli juga menyoroti soal agar tidak ada lagi jurusan IPS dan IPA, dia mengharapkan cukup satu saja menjadi umum atau SMU. Dan juga, meminta kepada Mendikbud aga mengurangi mata pelajaran bersifat normatif di SMK.

"Kami setuju SMK memakai sistem SKS. Agar siswa yang sudah ahli dalam penjurusannya tidak perlu menyelesaikannya studi dalam tiga tahun," tukas dia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Didik Suhardi mengatakan, penyesuaian kurikulum masih akan dibahas dengan pihak terkait. Dia memastikan semua progam kurikulum disesuaikan dengan visi misi presiden.

"Harus dipastikan semua program kurikulum sesuai dengan visi misi presiden. Tentu kita akan sinkronkan dari PAUD sampai pendidikan tinggi (dikti). Akan kita pikirkan lagi bahwa dari PAUD sampai dikti, ada sinkron," kata Didik.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Mendikbud memutakhirkan kurkulum yang bersifat fleksibel sehingga sejalan dengan perubahan-perubahan dunia yang terjadi. Salah satunya, memanfaatkan teknologi seperti menyiapkan aplikasi untuk meningkatkan kualitas guru.

Jokowi meminta Nadiem tak berpikir secara Jakartasentris atau Jawasentris. Sebab Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Ada 17 ribu pulau dan 514 kabupaten/kota di Tanah Air.

Dan juga, adanya relevansi Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dunia kerja dapat lebih ditingkatkan. Sehingga, peserta didik dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang menunjang dunia kerja. Seperti janji Jokowiakan mengeluakan Kartu Pra Kerja. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sudah Mati Suri, KPK Tak Butuh Dewan Pengawas

Sudah Mati Suri, KPK Tak Butuh Dewan Pengawas

Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang polemik mengenai figur yang cocok menjadi Dewan Pengawas (DP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu ada.


Draf Larangan Koruptor Nyalon Pilkada di Tangan Presiden

Draf Larangan Koruptor Nyalon Pilkada di Tangan Presiden

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengakui, salah satu bahasan yang disampaikan saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Ini Syarat Pendaftaran PPG Prajabatan 2019

Ini Syarat Pendaftaran PPG Prajabatan 2019

Kemendikbud akan melakukan seleksi ketat untuk mencari calon guru andal melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri.


Lusa Sidang Pemakzulan, Trump Siap Buka-bukaan Transkrip

Lusa Sidang Pemakzulan, Trump Siap Buka-bukaan Transkrip

Presiden AS Donald Trump memberikan kejutan sebelum pergelaran sidang terbuka pemakzulan pekan ini.


Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan

Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan

Indonesia saat ini membutuhkan pejuang atau pahlawan pemberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan kesenjangan dan sejenisnya.


Digaransi Tak Lemot, Server Bisa Tampung Data 4,5 Juta Pelamar CPNS Sekaligus

Digaransi Tak Lemot, Server Bisa Tampung Data 4,5 Juta Pelamar CPNS Sekaligus

Pendaftaran secara online calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka, Senin (11/11) hari ini.


Pendaftaran ASN Mulai Dibuka Hari Ini

Pendaftaran ASN Mulai Dibuka Hari Ini

Pemerintah membuka tiga jalur, yakni calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan kedinasan pada seleksi CPNS 2019.


Soal Cadar, Menag Akhirnya Minta Maaf

Soal Cadar, Menag Akhirnya Minta Maaf

Menag Fachrul Razi meminta maaf atas kondisi ini setelah menimbulkan amarah dan kritik yang kian tajam.


Guyonan Jokowi Teguran untuk Surya Paloh

Guyonan Jokowi Teguran untuk Surya Paloh

Sambutan Presiden Joko Widodo saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar menjadi sorotan publik.


Guru Setuju Kurikulum Saat Ini Dirombak

Guru Setuju Kurikulum Saat Ini Dirombak

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan setuju, terkait rencana perombakan kurikulum pendidikan dengan disertai penerapan teknologi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!