Nasional
Share this on:

Lima Tahun Bertugas, JK 601 Kali Pidato

  • Lima Tahun Bertugas, JK 601 Kali Pidato
  • Lima Tahun Bertugas, JK 601 Kali Pidato

JAKARTA - Wakil presiden Jusuf Kalla (JK), Jumat (18/10) kemarin, melaksanakan tugas terakhirnya sebagai RI-2. Pada Minggu (20/10) lusa, JK akan meletakkan jabatannya. Kursi wapres selanjutnya diisi oleh KH Ma'ruf Amin. Sejumlah acara perpisahan dilakukan untuk melepas pria asal Makassar, Sulawesi Selatan tersebut.

Kegiatan JK dimulai dengan denhan menghadiri proses pengantar purna tugas Wapres oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, di Auditorium PTIK, Jakarta. Selanjutnya, JK juga diundang untuk acara pelepasan di Kantor Kementerian Luar Negeri. Usai shalat Jumat bersama jajaran pegawai Sekretariat Wapres, JK menghadiri silaturahmi dengan Jokowi, KH Ma'ruf Amin serta dan para menteri Kabinet Kerja di Istana Negara.

“Ini hari terakhir kerja saya selama lima tahun menjadi wakil presiden. Ini juga pidato saya yang terakhir sebagai wapres. Selama lima tahun, kira-kira lebih ada 600 pidato. Berarti ini pidato ke-601,” ujar JK Kalla, di Istana Jakarta, Jumat (18/10) kemarin.

Sebelum acara dimulai, Presiden Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja berfoto bersama di tangga depan Istana Merdeka. Mereka berfoto sekitar pukul 13.15 WIB dengan berbagai gaya sesuai arahan fotografer. Hadir pula, Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Istri Wapres, Mufidah Jusuf Kalla.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terlihat sesekali menyeka mata mereka. Momen itu terjadi saat JK mengucapkan kata-kata perpisahan dari jajaran pemerintahan. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang selalu bekerja membantu saya selama lima tahun," jelasnya.

JK juga mengucapkan terima kasih kepada Jokowi atas kerjasama dan kekompakannya selama menjabat sebagai Wapres. "Saya kira kita semua sama ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden atas kekompakan kita yang telah melaksanakan tugas kenegaraan bersama-sama," ucapnya.

JK bercerita kerap ditanya media soal kesannya bekerja bersama Jokowi. Dia mengaku bingung menjawab. Karena menurutnya semua pekerjaan yang dilakukan bersama Jokowi, berkesan. "Dalam satu bulan ini saya diwawancarai 35 kali. Salah satu paling sering ditanyakan adalah apa yang paling menarik dalam 5 tahun bekerja bersama Presiden Jokowi. Saya pikir apa yang paling menarik. Karena saya bilang semua menarik. Apakah bersama presiden, apakah rapat, apakah kesulitan. Semuanya menarik. Tidak ada yang kurang menarik dibanding yang lain," bebernya.

JK juga meminta maaf kepada semua pihak atas pekerjaanya selama ini. Ia juga mendoakan menteri kabinet Jokowi yang menjabat lagi bisa sukses dalam periode pemerintahan mendatang. "Bagi teman-teman yang akan mengemban tugas bersama Presiden lagi, saya sampaikan selamat bekerja. Semoga semuanya sukses. Bagi teman-teman yang ikut sama saya, artinya istirahat, mari kita dukung tim yang akan datang," lanjut JK.

Dia mengaku bangga bisa bekerjasama dengan Jokowi mengelola pemerintahan Oktober 2014 hingga Oktober 2019. “Semuanya baik. Kalau tidak baik, bagaimana mau meninggalkan pemerintahan. Saya akan melakukan urusan sosial, pendidikan, dan agama. Saya akan menikmati waktu bersama cucu-cucu,” tukasnya.

JK mengapresiasi pola kepemimpinan Jokowi yang mengetahui secara mendetail sistem pemerintahan dan kondisi masyarakat di lapangan. “Beliau mengetahui secara detail. Karena sering berkunjung ke daerah. Jadi, tidak bisa dibohongi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, JK juga memberikan buku kepada Jokowi. Kemudian keduanya saling cipika-cipiki dan foto bersama. Sementara itu, Presiden Jokowi menyebut setiap momen bersama dengan JK dan menteri Kabinet Kerja adalah momen spesial. "Setiap hari kan spesial terus. Tidak ada yang tidak spesial. Spesial pusing, spesial kejar-kejaran dengan waktu. Spesial terus karena setiap hari selalu ada persoalan yang belum diselesaikan. Hampir setiap hari selalu ada," terang Jokowi.

Meski nanti JK sudah tak lagi menjabat Wapres, Jokowi menyebut dirinya akan kerap bertemu dengan JK. Jokowi berpendapat, JK adalah sosok negarawan yang memahami banyak hal. Selain itu, JK juga dinilai sangat matang dalam mengelola pemerintahan. "Pak JK ini sangat senior. Beliau memahami betul apa yang harus dikerjakan. Saya senang dan bangga selama lima tahun ini bersama beliau," pungkas Jokowi. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Segera Larang Vape atau Rokok Elektrik

Segera Larang Vape atau Rokok Elektrik

Kementerian Kesehatan sedang merumuskan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Temb


16,7 Juta Orang Indonesia Kena Diabetes

16,7 Juta Orang Indonesia Kena Diabetes

Menurut data International Diabetes Federation Atlas pada tahun 2017 Indonesia adalah rumah bagi 10,3 juta orang hidup dengan diabetes.


Empat Tahun Bidikmisi Kemenag Rp482,5 Miliar

Empat Tahun Bidikmisi Kemenag Rp482,5 Miliar

Kemenag telah menyalurkan Beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi) Rp 482,5 miliar.


Kemenperin Jaring 100 Formasi untuk Dosen

Kemenperin Jaring 100 Formasi untuk Dosen

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali membuka kesempatan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk 359 formasi pada tahun 2019.


Passing Grade CPNS 2019 Diturunkan

Passing Grade CPNS 2019 Diturunkan

Ambang batas nilai kelulusan atau passing grade tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Tahun 2019 diturunkan dari tahun sebelumnya.


Disabilitas Boleh Daftar CPNS Kemendagri

Disabilitas Boleh Daftar CPNS Kemendagri

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuka seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019.


Wakil Panglima Tak Akan Timbulkan Dualisme Kepemimpinan

Wakil Panglima Tak Akan Timbulkan Dualisme Kepemimpinan

Presiden Joko Widodo kembali menghidupkan Wakil Panglima TNI yang telah dihapus sejak 20 tahun silam.


Kecewa dengan Seleksi CPNS, Lapor Ombudsman Saja

Kecewa dengan Seleksi CPNS, Lapor Ombudsman Saja

Anggota Ombudsman Laode Ida menilai seleksi penerimaan kali ini berpotensi banyak pengaduan.


Perekrutan Guru Honorer Sebaiknya Dihapus

Perekrutan Guru Honorer Sebaiknya Dihapus

Ikatan Guru Indonesia (IGI) meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, dalam lima tahun ke depan tak lagi merekrut guru honorer


Perppu KPK Batal, Tanda Lahirnya Kembali Orba

Perppu KPK Batal, Tanda Lahirnya Kembali Orba

Batalkannya Perppu yang membatalkan UU No. 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua UU KPK disebut sebagai tanda lahirnya kembali orde baru (orba).



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!