Nasional
Share this on:

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

  • Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan
  • Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

JAKARTA - Polisi bergerak cepat mengamankan lima pelaku pengeroyokan dua anggota TNI Kapten-AL Komarudin dengan Pratu Rivo Nanda yang diketahui sebagai anggota Paspampres. Kejadian pengeroyokan terjadi di Pertokoan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur.

Kejadian itu, diduga menjadi penyulut ratusan masa yang diduga anggota TNI melakukan penganiayaan dan membakar Mapolsek Ciracas di hari berikutnya, yakni Rabu dini hari (12/12).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono menerangkan, satu tersangka yang diamankan paling akhir ialah pria bernama Depi. Dia diamankan di kawasan Cawang, Jakarta Timur. "Dia (tersangka Depi, red) kami amankan Kamis malam saat berada di tempat makan. Di sana dia memang biasa nongkrong," kata Argo saat rilis tersangka di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Argo menjelaskan, Depi sempat melarikan diri ke rumah orang tuanya yang berada di Sukabumi, Jawa Barat. Dia kabur selama dua hari. "Jadi dari Jakarta di langsung kabur ke Sukabumi dan selama dua hari dia akhirnya balik lagi ke Jakarta," ungkap dia.

Depi diamankan tanpa perlawanan. Sama halnya dengan Depi, empat pelaku pengeroyokan lainnya juga diamankan tanpa perlawanan. Mereka melakukan pengeroyokan diduga karena kondisi keadaan yang mendorong sikologi mereka menjadi berani terhadap anggota TNI yang salah satunya memakai seragam.

Argo kembali ditanya soal pengusutan kasus perusakan Mapolsek Ciracas. Dirinya mengakui, untuk kasus tersebut belum ada perkembangan yang berarti. Padahal, penyidikan terhadap aksi brutal main hakim sendiri itu juga ditunggu hasilnya oleh masyarakat. "Kami masih fokus untuk mengusut soal pengeroyokan anggota (anggota TNI, red)," ujar dia.

Dirinya meminta kepada masyarakat bersabar. Sebab, pihak Kepolisian tidak mampu terburu-buru menyimpulkan siapa pelaku perusakan dan penganiayaan terhadap warga dan Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar. "Penyidik masih terus bekerja ya, kita tunggu nanti hasilnya," terang dia.

Sementara itu, Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi menegaskan, dengan ciri-ciri fisik yang ada dalam video, anggota TNI tidak serta merta dapat dituduh ikut terlibat perusakan dan pembakaran Markas Polsek Ciracas.

"Jadi sekarang kita gak bisa duga cepak, tegap, kotak-kotak tentara, belum tentu juga kan. Itu komando. Belum tentu juga kan," kata dia.

Selain itu, kejadian yang berlangsung pada malam hari itu membuat situasi gelap hingga menyebabkan tidak jelasnya pengamatan. "Jadi dalam situasi gelap, malam, gambar gak jelas jangan sampai tuduh orang dan salah tangkap," ungkap dia.

Lebih lanjut dia menegaskan massa yang melakukan perusakan dan pembakaran juga tidak digerakkan oleh pihak TNI. Kristomei meminta kepada masyarakat yang mengetahui adanya anggota TNI yang terlibat dalam aksi pengerusakan dapat segera melaporkan bukti-bukti tersebut kepada pihaknya.

"Kalau ada bukti langsung laporkan," ucap dia.

Selain menerima laporan, dirinya juga akan menjemput bola dalam pengusutan kasus pengerusakan Mapolsek Ciracas. "Bersama pihak Kepolisian dan internal kami akan membuat tim khusus," ujar dia.

Sebelumnya empat orang pelaku pengeroyokan yaitu Agus Priyantara, Herianto Pandjaitan, Iwan Hutapea dan Suci Ramdani berhasil diamankan. Sedangkan satu pelaku atas nama Depi masih diburu Polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono menerangkan, dua pelaku diamankan di rumah mereka yang masih berada di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Sedangkan dua pelaku lainnya, yang merupakan suami dan istri atas nama Iwan Hutapea dan Suci Ramdani diamankan di Citayam, Kota Depok.

"Iya sudah kami amankan empat orang. Kami masih kejar satu pelaku lainnya," terang Argo di Mapolda Metro Jaya.

Dirinya menyampaikan peranan masing-masing tersangka dalam melakukan aksi pengeroyokan tersebut. Tersangka Agus Priyantara yang pertama kali ditangkap kata Argo merupakan pelaku yang menarik baju dan memegangi Kapten AL Komarudin dari belakang.

"Dia memegangi korban setelah ada cekcok antara korban dengan HP (Herianto Pandjaitan). Akibatnya ada aksi pemukulan," ujar dia.

Sedangkan Herianto, merupakan pelaku yang menjadi penyulut pengeroyokan tersebut merupakan tukang parkir yang menggeser motor di parkiran pertokoan Arundina hingga mengenai kepala korban, Kapten AL Komarudin. Pelaku Herianto juga melakukan pendorongan kepada korban Pratu Rivo Nanda.

"Karena pada saat perselisihan itu munculah Pratu Rivo Nanda yang lewat dan melerai tapi dia mendapat dorongan di dadanya dari pelaku Herianto," kata dia.

Dua pelaku lainnya yang merupakan suami dan istri, Iwan Hutapea dan Suci Ramdani juga turut melakukan pengeroyokan kepada korban. Mereka akhirnya berhasil diamankan Tim Resmob Polda Metro Jaya, di Depok, Kamis (13/12).(bry/jpg)

Berita Berikutnya

Target Pemberkasan NIP Tuntas Desember
Target Pemberkasan NIP Tuntas Desember

Berita Sejenis

Tumpas KKSB, Tiga Warga Sipil Tewas

Tumpas KKSB, Tiga Warga Sipil Tewas

Upaya penegakan hukum tim Satgas Gabungan TNI-Polri terhadap Kelompok Kriminal sipil bersenjata (KKSB) berujung tertembaknya tujuh warga sipil, di Kampung Olenk


Imam Nahrawi Pamitan, Jokowi Bisa Pilih Orang Baru atau Plt

Imam Nahrawi Pamitan, Jokowi Bisa Pilih Orang Baru atau Plt

Menpora Imam Nahrawi resmi mundur dari jabatannya, Kamis (19/9). Ini setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI oleh KPK.


Diduga Terima Rp26,5 Miliar, Menpora Ditetapkan Tersangka Suap

Diduga Terima Rp26,5 Miliar, Menpora Ditetapkan Tersangka Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KON


Terindikasi Bau Sangit, Kapolri Didesak Tarik Firli

Terindikasi Bau Sangit, Kapolri Didesak Tarik Firli

Komposisi lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 yang baru saja ditetapkan Komisi III DPR menuai kritik dari sejumlah mantan komisio


Jabatan Baru Firli Tak Bisa Diganggu Gugat

Jabatan Baru Firli Tak Bisa Diganggu Gugat

Irjen Pol Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK periode 2019-2023 melalui voting anggota Komisi III DPR.


Lima Komisiner Baru Harus Berani Tolak Revisi UU KPK

Lima Komisiner Baru Harus Berani Tolak Revisi UU KPK

Polemik revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, terus bergulir. Kali ini, Partai Gerindra menyatakan menolak revisi tersebut.


Saut Mundur, DPR: Nggak Masalah

Saut Mundur, DPR: Nggak Masalah

Pasca Komisi III DPR RI menetapkan lima komisioner KPK periode 2019-2023, Jumat (13/9) dinihari, Saut Situmorang menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya se


Pemekaran Papua dan Papua Barat, Pemerintah Cari Pijakan Hukum

Pemekaran Papua dan Papua Barat, Pemerintah Cari Pijakan Hukum

Masyarakat Papua dan Papua Barat meminta Presiden Joko Widodo melakukan pemekaran terhadap lima provinsi.


Biaya Politik Jadi Alasan Dewan Gadai SK

Biaya Politik Jadi Alasan Dewan Gadai SK

Fenomena anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih menggadaikan Surat Keputusan (SK) ke bank diprediksi akan terus terjadi.


Capim KPK Sebaiknya Dipilih Presiden

Capim KPK Sebaiknya Dipilih Presiden

Lima nama calom pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah diserakan Presiden Joko Widodo ke DPR untuk dilakukan fit and proper test atau uji kelayakan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!