Nasional
Share this on:

Lima Tokoh Senior Beringin Dukung Kandidat Caketum Berbeda

  • Lima Tokoh Senior Beringin Dukung Kandidat Caketum Berbeda
  • Lima Tokoh Senior Beringin Dukung Kandidat Caketum Berbeda

JAKARTA - Tiga tokoh senior Partai Golkar diprediksi akan mendukung Airlangga Hartarto untuk memenangkan posisi Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 dalam Musyawarah Nasional (Munas) pada Desember 2019 mendatang. Sementara dua tokoh lainnya berada di barisan pendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet). Perhelatan Munas Golkar pada Desember 2019 mendatang diperkirakan akan berlangsung seru.

"Ada lima tokoh penting Partai Golkar yang mendukung salah satu kandidat di Munas Golkar nanti., Yakni Jusuf Kalla (JK), Luhut Binsar Panjaitan, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono," kata pengamat politik, Jerry Massie di Jakarta, Senin (22/7). Menurutnya, JK, Luhut dan Agung Laksono akan mendukung Airlangga Hartarto. Sementara Ical dan Akbar Tanjung akan berada di barisan pendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini menilai peluang Bamsoet dalam bursa calon ketua umum (caketum) Beringin tipis bila melihat kondisi di lapangan. "Bagi saya, Airlangga dengan gaya kepemimpinan yang melankolis menjadi garansi akan terpilih lagi," tuturnya.

Hal itu, bisa dilihat dari dukungan sejumlah DPD serta kehadiran seluruh ketua-ketua DPD beberapa waktu lalu. Menurutnya dukungan itu memberikan isyarat Airlangga masih berpeluang memimpin Golkar. Bamsoet diprediksi bakal unggul di pemilih milenial di Golkar. Namun secara rata-rata tokoh-tokoh muda masih menginginkan Airlangga. Bergabungnya Azis Syamsuddin ke gerbong Airlangga akan lebih berat lagi.

Diketahui, Azis dan Agus Gumiwang adalah tokoh muda potensial Golkar di kubu Airlangga. "Jerry menilai peluangnya 60-40 atau 55-45 untuk kemenangan Airlangga. "Tapi bisa saja Bamsoet menyalip Airlangga jika isu yang dimainkan bisa mempengaruhi pemilih mainstream di Golkar. Yang bisa mengalahkan Airlangga adalah jika isu suara Golkar hanya 85 dan ketua Golkar tidak bisa dua periode," imbuhnya.

Seperti diberitakan, sejumlah kader Golkar sudah mendeklarasikan maju sebagai calon Ketum Golkar. Mereka adalah petahana Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Ali Yahya, Ulla Nuchrawatty, Marlinda Irwanti, Indra Bambang Utoyo dan Ridwan Hisyam.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar HR Agung Laksono menilai tidak ada kaitan rangkap jabatan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai menteri dengan penurunan perolehan suara Golkar partai di Pemilu Legislatif 2019. Dia menilai, penurunan suara Golkar lebih disebabkan adanya kasus hukum yang menimpa sejumlah kader yang berimbas pada turunnya kepercayaan publik.

"Penurunan suara Golkar pada Pileg 2019 karena adanya kasus hukum yang menjerat kader Golkar. Persoalan ini yang justru turunkan trust publik kepada Golkar. Jadi bukan karena soal rangkap jabatan di ekskutif dengan jabatan di partai," tegas Agung Laksono di Jakarta, Senin (22/7).

Menurutnya, di daerah ada gubernur dan bupati yang merangkap jabatan sebagai ketua partai dan tidak masalah. Dia mengaskan tidak ada larangan di dalam undang-undang atau peraturan lainnya soal rangkap jabatan di kabinet dan partai politik.

Selain itu, berdasarkan sejarah, sejak era orde baru sampai era reformasi, karateristik Partai Golkar selalu berada di kekuasaan. "Sejarah bisa dilihat. Sejak era Harmoko, Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla memimpin Golkar. Tidak ada penurunan suara partai karena rangkap jabatan," tukasnya.

Rangkap jabatan yang dilarang dalam perundang-undangan adalah menjabat secara bersamaan di tingkat legislatif dan eksekutif. "Yang nggak boleh itu misalnya, DPR merangkap sebagai menteri. Ini bertentangan dengan undang-undang. Jadi harus bisa dibedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh," lanjut Agung.

Dia menilai pencapaian Golkar pada Pemilu 2019 cukup bagus. Golkar mampu meraih peringkat kedua kursi terbanyak di parlemen. "Ini suatu pencapaian yang harus diapresiasi dari kepemimpinan Airlangga Hartarto memimpin Partai Golkar. Jangankan saya, Aburizal Bakrie saja belum tentu bisa dalam kondisi seperti ini," paparnya.

Terkait Munas, Agung yang juga merupakan Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 menyatakan Desember 2019 adalah waktu yang sangat baik untuk penyelenggaraan Munas Partai Golkar. Program-program kerja partai hasil munas seperti konsolidasi organisasi dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga pengurus tingkat desa bisa berjalan dengan baik.

"Konsilidasi organisasi butuh waktu minimal dua tahun. Desember 2019 ini waktu yang tepat untuk penyelenggaraan munas," ucapnya

Agung menegaskan tetap mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2019-2024 sekaligus menjadi menteri. Dia meyakini Airlangga mampu membagi waktu dengan baik. Termasuk berkomunikasi dengan kader Partai Golkar di daerah.

"Jangankan jadi menteri, jika nanti di 2024, Partai Golkar mampu mengusung jadi calon presiden, why not," pungkas Agung. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Demokrat Incar Posisi Ketua MPR
Demokrat Incar Posisi Ketua MPR

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bawaslu Dukung KPU Larang Eks Koruptor Maju Pilkada

Bawaslu Dukung KPU Larang Eks Koruptor Maju Pilkada

Larangan mantan koruptor untuk mencalonkan diri pada Pilkada Serentak 2020 mendatang didukung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).


Dana Desa Untuk Pemberdayaan Ekonomi

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Ekonomi

Dana desa untuk lima tahun ke depan tidak lagi difokuskan pada infrastruktur. Akan tetapi akan digunakan untuk pemberdayaan ekonomi dan sumber daya manusia.


Kongres PDI Perjuangan Habiskan Rp17,6 Miliar

Kongres PDI Perjuangan Habiskan Rp17,6 Miliar

Kongres PDIP ke V diselenggarakan di Bali pada 8-11 Agustus. Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.


Mbah Moen, Ulama Kharismatik dan Tokoh Pemersatu

Mbah Moen, Ulama Kharismatik dan Tokoh Pemersatu

KH Maimoen Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen, tutup usia di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (6/8) kemarin.


Enam Pahlawan Indonesia Dijadikan Nama Jalan di Belanda

Enam Pahlawan Indonesia Dijadikan Nama Jalan di Belanda

Beberapa tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dijadikan nama jalan di sejumlah kawasan di Pusat Ijburg, Amsterdam, Belanda.


Jokowi Minta Listrik Mati Jangsn Terulang Lagi

Jokowi Minta Listrik Mati Jangsn Terulang Lagi

Ada yang berbeda dengan inspeksi mendadak yang dilakukan Presiden Joko Widodo ke kantor Pusat PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Senin (5/8).


Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal

Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal

Gempa berkekuatan 6,9 skala richter (SR) yang terjadi di Banten, pada Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB, lalu menyebabkan lima orang meninggal dunia.


Golkar Klaim Dapat Kursi Ketua MPR

Golkar Klaim Dapat Kursi Ketua MPR

Lima partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) telah sepakat membentuk paket pimpinan MPR RI periode 2019-2024.


Prabowo Harus Sowan ke Koalisi

Prabowo Harus Sowan ke Koalisi

Wacana bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi membuat sejumlah tokoh nasional angkat bicara.


Tatap Pilkada 2020, Pan Dukung Pemerintah Tanpa Syarat

Tatap Pilkada 2020, Pan Dukung Pemerintah Tanpa Syarat

Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan tidak pernah meminta jabatan dalam pemerintahan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!