Nasional
Share this on:

Luna Maya dan Cut Tary Tetap Tersangka

  • Luna Maya dan Cut Tary Tetap Tersangka
  • Luna Maya dan Cut Tary Tetap Tersangka

dok. jpnn.com

JAKARTA - Kasus video porno yang melibatkan Ariel NOAH, Luna Maya, dan Cut Tary kembali mencuat. Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Isi dari praperadilan yang diajukan pada awal Juni lalu itu adalah meminta kepada Kapolri untuk mencabut status tersangka Luna dan Tary serta menghentikan penyidikan. Kasus pun dinilai sudah kedaluwarsa karena berlangsung 8 tahun lalu.

Kemarin (7/8), hakim Florensani Susana membacakan putusan terkait praperadilan itu. Hasilnya, praperadilan yang diajukan oleh LP3HI ditolak. Hakim mengatakan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang mengabulkan permohonan praperadilan atas status Cut Tary dan Luna Maya.

”Perkara ini bukan objek praperadilan, dan selanjutnya permohonan ini dinyatakan tidak dapat diterima,” paparnya.

Dengan demikian, Luna dan Tary tetap berstatus sebagai tersangka kasus video porno yang beredar pada 2010. Pihak penyidik belum menghentikan proses penyidikan terkait kasus itu.

Wakil ketua LP3HI Kurniawan Adi Nugroho mengungkapkan bahwa pengajuan praperadilan terkait kasus video porno itu adalah atas inisiatif pihaknya. ”Sama sekali nggak ada komunikasi ke pihak manajemen Luna dan Tary maupun kuasa hukumnya,” ujar Kurniawan saat ditemui di PN Jakarta Selatan, kemarin (7/8) siang.

Kini, setelah gugatan praperadilan itu ditolak, bagaimana respons LP3HI? Kurniawan menuturkan, mau tidak mau penyidik harus segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan untuk segera disidangkan. Pengadilan yang akan memutuskan.

”Kalau memang tak cukup bukti ya hentikan saja. Jangan menggantung status orang sebagai tersangka selama 8 tahun, itu nggak fair,” papar Kurniawan seusai pembacaan putusan. ”Silakan untuk Cut Tary dan Luna, kami sudah membuka pintu. Silakan mengajukan argumentasi hukum terkait hal ini,” lanjutnya.

Adi menambahkan bahwa dia menyerahkan kepada pihak Luna atau Tary untuk menentukan tindakan hukum selanjutnya. ”Jika mereka keberatan atau lebih nyaman dengan status tersangka, ya silakan. Seseorang bisa dicekal, ditahan, disita, atau segala macam jika berstatus sebagai tersangka,” tambah Kurniawan.

Jika dalam enam bulan ke depan tidak ada penyidikan lebih lanjut, pihaknya berencana mengajukan gugatan praperadilan kembali. Terkait hal itu, pihak Luna masih enggan berkomentar apapun. Saat dihubungi Jawa Pos kemarin siang, Dhea, asisten Luna, menolak untuk memberikan statement terkait permohonan praperadilan kasus video porno Luna.

“Mohon maaf, saya tidak terbuka untuk pertanyaan semacam itu,” ujar Dhea.

Luna sendiri selalu menolak berkomentar jika ada yang menanyakan seputar kasus video pornonya. Pada 2015, ketika sebuah tabloid merilis edisi dengan fotonya dan Tary yang bertuliskan ”Reuni Artis Pelaku Video Mesum”, Luna memberikan tanggapan sinis.

Lewat akun Twitter-nya, mantan bintang iklan sabun mandi itu menulis bahwa siapa pun yang menulis headline dan berita di tabloid itu, orangnya sangat berpendidikan. Tentu kalimat itu dimaksudkan untuk menyindir judul yang ada di sampul tabloid.

Ditolaknya permohonan praperadilan ini sebenarnya bisa berdampak pada dua hal. Di satu sisi, baik Luna maupun Tary bisa mendapat kejelasan hukum terkait status tersangka mereka, yang dibiarkan menggantung selama 8 tahun.

Di sisi lain, bisa jadi kedua selebriti itu akan merasa terganggu karena seolah diingatkan lagi tentang kasus mereka 8 tahun silam. Apalagi, untuk Luna, karirnya sedang berjalan. Sejak tahun lalu, perempuan asal Bali itu sudah mulai membintangi banyak film.

Tahun ini pun, Luna sudah bermain di 2 film. Yakni Sabrina dan Insya Allah Sah 2. Bahkan, dia kabarnya juga sudah melakukan syuting untuk film horor Bernafas Dalam Kubur yang siap tayang akhir tahun ini.

Pihak Luna sendiri enggan menegaskan apakah dia terganggu atau terbantu dengan adanya tindakan dari LP3HI itu. Dhea pun terdengar enggan berkomentar banyak. ”Nggak tahu, saya nggak bisa bilang dia (Luna) gimana...” ujar Dhea lantas buru-buru menutup telepon.

Sementara itu, pihak Tary sama sekali belum memberikan respon terhadap pesan maupun telepon. Di akun Instagram-nya, cukup banyak yang memberikan dukungan untuk mantan presenter acara infotainment itu. (len/nor/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Tetap Koordinator Pencegahan Korupsi

KPK Tetap Koordinator Pencegahan Korupsi

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya terkait dengan pencegahan korupsi.


Menteri PAN Mundur dari Kabinet

Menteri PAN Mundur dari Kabinet

Keputusan PAN keluar dari koalisi pemerintah dan masuk ke koalisi oposisi berdampak pada eksistensi menterinya di kabinet kerja.


Keterlaluan, Beredar Hoaks Tiongkok Minta Utang Dibayar Pulau Sumatera dan Jawa

Keterlaluan, Beredar Hoaks Tiongkok Minta Utang Dibayar Pulau Sumatera dan Jawa

Belakangan beredar hoaks alias berita palsu yang disebarkan blog-blog pendulang iklan online.


Isu SARA Reda, Ganti Soal Ekonomi

Isu SARA Reda, Ganti Soal Ekonomi

Pertarungan di dunia maya selama pemilu diprediksi tidak akan banyak menyinggung isu-isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).


Pengumuman Cawapres Penuh Drama

Pengumuman Cawapres Penuh Drama

Dua kubu koalisi telah mengumumkan pasangan capres dan cawapres. Koalisi petahana mengusung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.


Vaksin MR Tetap Dilaksanakan

Vaksin MR Tetap Dilaksanakan

Polemik pemberian vaksin Measles-Rubela (MR) tak menghentikan langkan Kementerian Kesehatan.


Prabowo Pilih Dua Nama, Jokowi Tinggal Daftar

Prabowo Pilih Dua Nama, Jokowi Tinggal Daftar

Partai Gerakan Indonesia Raya menyebut sudah ada langkah maju dari pembicaraan koalisi bersama dengan Partai Demokrat, PAN dan PKS.


BPJS Kesehatan Kelimpungan, Presiden Diam Saja

BPJS Kesehatan Kelimpungan, Presiden Diam Saja

Konflik peraturan direktur jaminan pelayanan kesehatan (perdiyan) BPJS Kesehatan nomor 2, 3, dan 5 tahun 2018 terus bergulir.


Kemenlu Tetap Beri Bantuan Hukum

Kemenlu Tetap Beri Bantuan Hukum

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus memantau kasus penggerebekan 116 WNI di Arab Saudi.


Retakan Tanah Di Bekas Gempa Lombok

Retakan Tanah Di Bekas Gempa Lombok

Petugas mitigasi bencana gerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendeteksi pergeseran tanah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!