Nasional
Share this on:

Majelis Hakim Sidang Cerai Ahok Terbentuk

  • Majelis Hakim Sidang Cerai Ahok Terbentuk
  • Majelis Hakim Sidang Cerai Ahok Terbentuk

JAKARTA - Pemicu gugatan cerai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan, masih menjadi misteri. Ahok melalui kuasa hukumnya, Josefina Agatha Syukur, telah memberitahukan secara tertulis pemicu permohonan cerai ke PN Jakarta Utara itu.

Setiap kali ditanya wartawan seputar alasan perceraian tersebut, Josefina enggan membocorkannya. Seharian kemarin, di media sosial beredar informasi bahwa pemicu perceraian Ahok-Veronica adalah kehadiran orang ketiga.

Bahkan, identitas orang ketiga itu disebut secara lengkap beserta foto dan kantornya. Josefina menegaskan, perihal pemicu perceraian merupakan privasi kliennya sehingga tidak perlu dipublikasikan.

”Maaf sekali, untuk saat ini saya tidak dapat berkata terlalu banyak. Yang pasti, kami tengah menunggu panggilan sidang dari pengadilan Jakut,” ungkap Josefina, kemarin.

Yang pasti, lanjut dia, Ahok sudah mantap menceraikan istrinya dan siap adu bukti di persidangan yang digelar tertutup nanti. Tim pengacara juga intensif berkomunikasi dengan Ahok yang kini menjalani pemidanaan di Rutan Mako Brimob.

Menurut dia, semua alasan bercerai telah disampaikan dalam permohonan gugatan. Dia dan Ahok berharap sidang perceraian dapat segera dilaksanakan.

Saat mendaftarkan gugatan di PN Jakarta Utara Jumat (5/1), Josefina mengatakan bahwa keputusan bercerai kliennya berdasar pertimbangan yang tidak sebentar. Selain menggugat cerai, Ahok meminta hak asuh anak-anaknya dari Veronica.

Sementara itu, pengadilan terus memproses permohonan gugatan cerai Ahok. PN Jakarta Utara kemarin (9/1) mengeluarkan penetapan majelis hakim yang menangani sidang perceraian Ahok. ”Sampai saat ini, berkas yang diberikan oleh penggugat telah lengkap. Karena itu, kami bisa cepat menetapkan mejelis hakim yang akan memimpin sidang penceraian mereka (Ahok-Veronica, Red),” kata Humas PN Jakarta Utara Jootje Sampaleng kemarin.

Selanjutnya, pengadilan akan menentukan dimulainya persidangan yang biasanya digelar 14 hari setelah penetapan majelis hakim. Meski demikian, Jootje belum bisa menentukan dan memprediksi tanggal persidangan.

Menurut dia, pemenuhan hak kedua belah pihak menjadi salah satu faktor jadwal persidangan belum bisa ditetapkan. Pemenuhan hak itu, antara lain, pemanggilan penggugat dan tergugat. Bagaimanapun, pihak tergugat punya hak jawab atas materi gugatan.

”Minimal kedua belah pihak kami panggil dua atau tiga kali. Secara sah dan patut. Dalam pemanggilan itu, tergugat mempunyai hak jawab atas penggugat dan penggugat bisa membuktikan alasan atau pernyataan menggugat cerai,” ucap Jootje.

Sampai saat ini, menurut Jootje, kuasa hukum Veronica belum menghubungi pengadilan. Kondisi tersebut dinilai wajar dan tidak akan memengaruhi jadwal sidang. Pengacara dari pihak tergugat biasanya baru datang setelah ada panggilan terhadap tergugat.

Jootje menegaskan, pihaknya tidak akan mempersulit proses mediasi. Bahkan, kedua pihak harus mengikuti proses mediasi. Minimal tiga kali mediasi, sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dalam hal ini, mediasi bisa dilakukan di mana saja. Sebab, yang terpenting pasangan suami istri (pasutri) tersebut bisa berdamai dan tidak jadi bercerai.

Ketika ditanya soal penyebab retaknya rumah tangga Ahok-Veronica, Jootje belum bisa membeberkan. Sebab, hal tersebut sudah menjadi privasi pihak beperkara yang harus dirahasiakan. Selain itu, kebenaran tuduhan atau alasan penggugat terhadap tergugat belum bisa dipastikan. Hal tersebut harus dipastikan dengan melampirkan barang bukti.

”Masalah penyebab perceraian itu sudah masuk ke dalam materi persidangan. Kami belum bisa membocorkannya meskipun penggugat telah memberikan alasannya ke kami. Kami harus membuktikan. Biar tidak ada kesalahan. Yang pasti, upaya damai antara kedua belah pihak kami maksimalkan,” paparnya. (bry/ian/c11/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

USBN Delapan Mapel di SD Batal
USBN Delapan Mapel di SD Batal

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Deddy Mizwar Siap Jelaskan ke SBY

Deddy Mizwar Siap Jelaskan ke SBY

Saat ini Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar masih menjabat ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jabar.


Vaksin MR Haram tapi Diperbolehkan

Vaksin MR Haram tapi Diperbolehkan

Setelah menggelar rapat selama dua jam, tadi malam pukul 22.00 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait vaksin measles-rubella (MR).


Prabowo: Koalisi dengan PKS PAN sudah De Fakto

Prabowo: Koalisi dengan PKS PAN sudah De Fakto

Pertemuan Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dibarengi dengan pertemuan pimpinan partai politik lain.


Boediono: Penghapusan Hutang BLBI Berdasarkan Sistem

Boediono: Penghapusan Hutang BLBI Berdasarkan Sistem

Sidang dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kembali digelar kemarin di Pengadilan Tipikor, Jakarta kemarin (19/7).


Panggil JK Saudara Saksi, Hakim Minta Izin Dulu

Panggil JK Saudara Saksi, Hakim Minta Izin Dulu

Ruang sidang Koesoema Atmadja 1 Pengadilan Tipikor Jakarta kedatangan ''tamu'' istimewa, kemarin. Yakni, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK).


KPK Banding Putusan Fredrich

KPK Banding Putusan Fredrich

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan hakim dalam perkara mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.


Bupati Kukar Divonis 10 Tahun

Bupati Kukar Divonis 10 Tahun

Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin (6/7).


Divonis 15 tahun, Setnov Siapkan Banding

Divonis 15 tahun, Setnov Siapkan Banding

Kubu Setya Novanto (Setnov) sepertinya bakal melakukan perlawanan terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.


PK Ditolak, Ahok Harus Jalani Sisa Hukuman

PK Ditolak, Ahok Harus Jalani Sisa Hukuman

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


Sebut Sejumlah Nama, Setnov Bantah Terima Jam

Sebut Sejumlah Nama, Setnov Bantah Terima Jam

Sebagian pengunjung sidang di ruang Koesoemah Atmadja kemarin tampak bersemangat setelah mendengar Setya Novanto meminta maaf kepada majelis hakim.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!