Nasional
Share this on:

Malaysia Minta Indonesia Tak Hentikan Pengiriman TKI

  • Malaysia Minta Indonesia Tak Hentikan Pengiriman TKI
  • Malaysia Minta Indonesia Tak Hentikan Pengiriman TKI

JAKARTA - Pemerintah Malaysia berharap kepada Indonesia untuk tidak memoratorium pengiriman pekerja migran ke Malaysia. Permohonan tersebut disampaikan langsung Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Sri Zahrain Mohamed Hashim kepada Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri, di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, kemarin.

”Kebijakan moratorium adalah hak pemerintah Indonesia, namun kami berharap hal itu tidak dilakukan,” kata Datuk Sri.

Menurutnya, antara Malaysia dan Indonesia sama-sama membutuhkan

keberadaan para pekerja migran Indonesia di Malaysia. “Suplay-nya dari Indonesia, demand-nya Malaysia. Sama-sama membutuhkan, tinggal diperbaiki aturannya,” katanya.

Wacana moratorium pengiriman pekerja migran ke Malaysia mengemuka menyusul kasus meninggalnya pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Adelina Lisao, bulan lalu. Dia meninggal setelah disiksa dan mendapatkan perlakuan tak manusiawi dari majikannya.

Pada kesempatan tersebut, Datuk Sri juga menyampaikan permohonan maaf Atas kejadian tersebut. Lantas menyatakan jika pemerintah Malaysia serius menangani masalah tersebut.

“Proses persidangan terhadap pelaku sedang dijalankan. Tuntutan hukum maksimalnya adalah hukuman mati. Pihak yang terlibat mempekerjakan almarhum secara illegal juga diproses hukum,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia meminta agar Malaysia melakukan beberapa hal, terkait kasus Adelina maupun hal-hal lain terkait pekerja migran secara umum.

Khusus terkait kasus Adelina, Menteri Hanif mendesak Malaysia memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku sesuai hukum yang berlaku di Malaysia. Penegakan hukum juga diberlakukan kepada pihak lain yang terlibat dalam mempekerjakan Adelina secara illegal, serta mencabut izin perusahaan yang menjadi agen Adelina.

“Di sini, kepolisian Indonesia juga telah menahan tiga orang yang terlibat pengiriman Adelina secara illegal,” kata Hanif.

Hanif juga menyayangkan sikap Malaysia yang tak segera memperbarui nota kesepahaman (MoU) kerjasama penempatan dan penerimaan pekerja migran dengan Indonesia. MoU tersebut telah berakhir sejak Maret 2016.

Sudah dua kali pemerintah Indonesia meminta MoU diperbarui, namun hingga saat ini belum juga ada respons positif dari Malaysia. “Indonesia mempertimbangkan untuk moratorium penempatan pekerja migran ke Malaysia, jika Malaysia serius menangani kasus Adelina serta tak segera memperbarui MoU,” tegas Politkus PKB ini.

Menurut Hanif, Moratorium bukan sesuatu hal yang tak mungkin, mengingat sesuai dengan UU No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, penempatan pekerja migran Indonesia hanya dilakukan di negara-negara yang memiliki MoU dengan pemerintah Indonesia.

Hanif menerangkat, jika Malaysia ingin memperbaiki MoU, harus ada target waktu kapan MoU akan disepakati. Atas desakan tersebut, Duta Besar Malaysia mengundang Hanif ke Kuala Lumpur untuk membicarakan MoU bulan depan. (tau/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bermanuver Aneh, F-16 TNI-AU Paksa Turun Pesawat Kargo Ethiopia

Bermanuver Aneh, F-16 TNI-AU Paksa Turun Pesawat Kargo Ethiopia

Di atas Jembatan 6, Pulau Galang, Kepulauan Riau (Kepri), sebuah pesawat tiba-tiba melakukan manuver tak lazim alias aneh. Dengan berputar sekali.


Aktivitas Kegempaan Indonesia Meningkat, 2018 Terjadi 11.577 Gempa

Aktivitas Kegempaan Indonesia Meningkat, 2018 Terjadi 11.577 Gempa

Tren Seismisitas di wilayah indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.


KPK Kembali Jadwalkan Periksa Pejabat Kemenpora

KPK Kembali Jadwalkan Periksa Pejabat Kemenpora

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali memeriksa sejumlah saksi untuk penyidikan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


KPK Dalami Pengajuan Hibah KONI Lainnya

KPK Dalami Pengajuan Hibah KONI Lainnya

KPK kembali memeriksa para pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendalami dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


Sespri Menpora Diperiksa 9 Jam

Sespri Menpora Diperiksa 9 Jam

Bola panas dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggelinding semakin liar.


Teroris MIT Punya 10 Anggota dan 3 Pucuk Senjata

Teroris MIT Punya 10 Anggota dan 3 Pucuk Senjata

Kelompok Teroris Majelis Indonesia Timur (MIT) telah diketahui kekuatannya.


Ratusan Mahasiswa Indonesia Jalani Kerja Paksa di Taiwan

Ratusan Mahasiswa Indonesia Jalani Kerja Paksa di Taiwan

Kabar mengejutkan datang dari Taiwan. Sekitar 300 mahasiswa yang mengikuti kuliah sambil magang di sana, ternyata harus menjalankan kewajiban kerja paksa.


Kemenag Minta Biometrik Visa Umrah Ditunda

Kemenag Minta Biometrik Visa Umrah Ditunda

Kementerian Agama (Kemenag) semakin tegas meminta supaya perekaman biometrik sebagai syarat pengajuan visa umrah ditunda.


Bulog Minta Tidak Ada Impor di 2019

Bulog Minta Tidak Ada Impor di 2019

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menginginkan agar pemerintah tidak menerbitkan ijin kuota impor beras di tahun 2019 mendatang.


Adik Korban Sebut Pelaku Penembakan Letkol Dono Tak Sendirian

Adik Korban Sebut Pelaku Penembakan Letkol Dono Tak Sendirian

Jenazah Letkol CPM Dono Kuspriyanto dimakamkan di Taman Makam Bahagia Dreded Kecamatan Bogor Selatan, kemarin.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!