Nasional
Share this on:

Mantan Kapolres Brebes Jabat Deputi Bidang Penindakan KPK

  • Mantan Kapolres Brebes Jabat Deputi Bidang Penindakan KPK
  • Mantan Kapolres Brebes Jabat Deputi Bidang Penindakan KPK

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melantik deputi bidang penindakan dan direktur penuntutan hari ini (6/4). Meski nama Kapolda NTB Brigjen Po Firli sudah santer disebut sebagi pengganti Komjen Pol Heru Winarko di lembaga antirasuah, KPK belum bersedia menyebut nama.

Mereka hanya memastikan bahwa pelantikan pejabat baru yang akan mengisi kursi deputi penindakan dilaksanakan hari ini. Keterangan itu disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah kemarin (5/4).

”Besok (hari ini) rencananya sekitar pukul 14.00 WIB dilakukan pelantikan terhadap dua pejabat KPK,” ungkap dia.

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah proses seleksi berlapis selesai. Menurut pria yang akrab dipanggil Febri itu, deputi penindakan dipilih dari sepuluh calon yang mengajukan diri.

Febri memastikan, proses seleksi sudah dilaksanakan sebaik mungkin. Sejak awal, kata dia, KPK sudah menyampaikan calon-calon yang berasal dari kepolisian, kejaksaan, maupun internal KPK.

Sesuai kebutuhan, KPK harus memilih calon yang memenuhi syarat yang layak sebagai deputi bidang penindakan. Mulai kemampuan teknis penyidikan, penanganan perkara, manajemen penanganan perkara, sampai kemampuan intelijen.

Syarat-syarat tersebut penting lantaran deputi bidang penindakan KPK punya tanggung jawab membawahi direktorat penyelidikan, direktorat penyidikan, serta direktorat penuntutan. ”Syarat-syarat itu menjadi bagian penting yang kami cari,” ujar Febri.

Tidak hanya itu, mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu pun meyakinkan bahwa seleksi berlapis yang dilakukan instansinya tidak main-main.

Dari awal seleksi sampai tahap kompetensi, KPK menyerahkan seleksi kepada konsultan eskternal. Pada tahap berikutnya, pimpinan KPK turun langsung. ”Terakhir KPK melakukan proses wawancara. Pimpinan yang melakukan wawancara terhadap para calon deputi dan direktur tersebut,” beber Febri.

Menanggpi kritik terhadap proses seleksi yang dinilai kurang terbuka, dia menyatakan bahwa KPK sudah sangat terbuka. Sebab, sejak awal nama setiap calon yang ikut serta dalam seleksi tersebut sudah disampaikan.

”Dan jika masyarakat memiliki masukan, bisa menyampaikan informasai kepada KPK tentang latar belakang dari para calon tersebut,” terang pria asal Padang itu. Dia juga menuturkan, instansinya berharap besar para pejabat yang dilantik hari ini mampu membuat KPK menjadi lebih baik.

Apalagi pejabat yang dipercaya sebagai deputi penindakan. ”Karena tugas – tugas penindakan itu salah satu pilar utama dari kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK,” beber Febri.

Meski KPK sudah menyampaikan bahwa seleksi dilaksanakan secara terbuka, peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR) Erwin Natosmal Oemar meminta mereka lebih terbuka. ”Saya berharap KPK bisa terbuka terhadap proses rekrutmen kepada publik,” ujarnya.

Menurut Erwin, seleksi yang disebut terbuka oleh KPK malah sebaliknya. ”Tidak ada keterbukaan sama sekali tentang ukuran yang digunakan KPK,” imbuhnya.

Misalnya soal alasan mengambil orang baru dari pihak eksternal. Selain itu, sejauh mana masukan yang disampaikan publik ditindaklanjuti oleh komisiner KPK. Karena itu, dia meminta KPK lebih terbuka apabila melaksanakan seleksi atau proses rekrutmen. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

15 Anggota Dewan Kembalikan Uang Suap

15 Anggota Dewan Kembalikan Uang Suap

Pengusutan dugaan suap masal DPRD Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Pemberi Gratifikasi Zumi Zola Ditelusuri KPK

Pemberi Gratifikasi Zumi Zola Ditelusuri KPK

Pasca menahan Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola Zulkifli, KPK terus mendalami kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait sejumlah proyek di Jambi.


Mahfud MD: Mari Doakan Pak Boediono

Mahfud MD: Mari Doakan Pak Boediono

Mantan Ketua MK Mahfud MD tidak yakin Wakil Presiden RI 2009–2014 Boediono benar-benar terlibat dalam kasus korupsi bailout Bank Century pada 2008.


Sudah Setahun, Kasus Novel Masih Gelap

Sudah Setahun, Kasus Novel Masih Gelap

Kabut misteri masih menyelimuti kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.


Mantan Wapres Boediono Terancam Jadi Tersangka

Mantan Wapres Boediono Terancam Jadi Tersangka

Keterlibatan mantan Wakil Presiden (Wapres) Boediono dalam skandal korupsi Bank Century kembali menyeruak.


Zumi Zola Akhirnya Ditahan KPK

Zumi Zola Akhirnya Ditahan KPK

Setelah dua bulan lebih menyandang status tersangka gratifikasi, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli akhirnya ditahan oleh KPK.


Dirdik KPK Kembali Bikin Friksi

Dirdik KPK Kembali Bikin Friksi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali diterpa masalah internal.


Investasi Merugi, Tiga Eks Pejabat Pertamina Jadi Tersangka

Investasi Merugi, Tiga Eks Pejabat Pertamina Jadi Tersangka

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan penetapan tersangka tiga mantan pejabat PT Pertamina kemarin (4/4).


KPK Panggil Ulang Enam Tersangka

KPK Panggil Ulang Enam Tersangka

Pengusutan skandal suap DPRD Kota Malang terus bergulir.


Rumah Emirsyah Satar Disita

Rumah Emirsyah Satar Disita

Upaya KPK menelusuri aliran uang suap yang diterima mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar membuahkan hasil.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!