Nasional
Share this on:

Mantan Komandan Tim Mawar Segera Laporkan Majalah Tempo

  • Mantan Komandan Tim Mawar Segera Laporkan Majalah Tempo
  • Mantan Komandan Tim Mawar Segera Laporkan Majalah Tempo

JAKARTA - Mantan atau eks Komandan Tim Mawar Kopassus Mayjen TNI (Purn) Chairawan Nusyirwan akan melaporkan Majalah Tempo ke Badan Reserse Kriminal Polri terkait pemberitaan. Sementara polisi akan memeriksa salah satu bekas anggoota Tim Mawar yang disebut-sebut oleh tersangka kerusuhan.

Menurut Hendriansyah, kuasa hukum Chairawan, upaya pelaporan ke Bareskrim Polri dilakukan setelah pihaknya melakukan konsultasi. Hasilnya, dia memastikan akan melaporkan Majalah Tempo ke Bareskrim, Rabu (12/6) hari ini.

"Barusan kami berkonsultasi untuk masalah pemberitaan Majalah Tempo, karena pencemaran nama baik dan fitnahnya. Dan alhamdulilah, kami sudah konsultasi, insya Allah besok kami balik lagi karena hari ini kan baru konsultasi, besok kami baru laporan secara resmi dan menyerahkan bukti-bukti," tutur Hendriansyah, kuasa hukum yang mendampingi Chairawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/6).

Chairawan melaporkan Majalah Tempo karena menilai narasumber untuk artikel tentang Tim Mawar dan keterlibatannya dalam Aksi 22 Mei tidak jelas. Dan terkesan menuduh padahal belum terbukti. Akibat dari artikel-artikel di Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019, sebagai mantan komandan Tim Mawar, dirinya merasa dirugikan.

Saat mengadukan Majalah Tempo ke Dewan Pers, Chairawan dengan tegas membantah Tim Mawar terlihat dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019. Ia mengatakan mengetahui aksi kerusuhan dari televisi dan saat itu dirinya sedang berbuka puasa di rumah.

"Kalau ditanya, saya tahu atau enggak, saya tahunya dari TV. Karena waktu itu bulan puasa, saya buka puasa di rumah. Ya di rumah saja saya," kata Chairawan di gedung Dewan Pers.

Chairawan pun siap diklarifikasi terkait keberadaannya saat kerusuhan 21-22 Mei. "Zaman sekarang ini kan tidak bisa bohong. HP ini kan ada BTS. Sekarang orang bohong harus diikuti dengan HP. Saya tahu itu," imbuhnya.

Chairawan juga menegaskan Tim Mawar sudah bubar setelah putusan pengadilan di tahun 1999. "Tim mawar sudah bubar tahun 1999 dengan adanya putusan pengadilan. Kami bekerja masing-masing," ujarnya.

Menurutnya, pemberitaan yang menyinggung Tim Mawar tidak tepat. Sebab, tim tersebut sudah bubar. "Pemberitaan itu langsung menuduh tanpa ada klarifikasi, tanpa ada dugaan ataupun apa bahasanya. Mereka kan eks ini (tim mawar) dan Keluarga ada anak, mereka kan merasa dirugikan dengan berita ini," kata Chairawan.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, mengatakan akan memanggil mantan anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid terkait pengerahan massa kerusuhan pada 21-22 Mei lalu. Iqbal menyebut pemanggilan Fauka karena salah satu tersangka menyebut perannya dalam kerusuhan 21-22 Mei.

"Kami akan panggil saudara F karena sudah disebut namanya di dalam BAP. Disebut oleh salah seorang tersangka," ungkap Iqbal, Selasa (11/6).

Iqbal nama Fauka disebut oleh Kobra Herkules yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerusuhan 21-22 Mei lalu.

"Menurut Kobra Herkules itu sering berkoordinasi terkait pengerahan massa untuk aksi 21-22 Mei. Kami akan panggil yang bersangkutan untuk membuat terang sebuah dugaan tindak pidana," ucap Iqbal. (mhf/gw/zulfin)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Siapa sih Saksi 02 yang Ketakutan?

Siapa sih Saksi 02 yang Ketakutan?

Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut ada saksinya yang ketakutan, usai memberi kesaksian di Mahkamah Konstitusi (MK).


KPK Harus Segera Cari Pengganti Irjen Firli

KPK Harus Segera Cari Pengganti Irjen Firli

Pimpinan KPK bersiap untuk merekrut Deputi Penindakan yang baru untuk menggantikan posisi Irjen (Pol) Firli.


TKN dan BPN Sama-sama Yakin Menang

TKN dan BPN Sama-sama Yakin Menang

Tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno optimistis menang sengketa Pilpres 2019 yang tengah disidangkan MK.


KPU Protes Disebut Bagian dari Tim 01

KPU Protes Disebut Bagian dari Tim 01

Sejumlah saksi dan ahli yang dihadirkan tim kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin membantah keterangan ahli 02.


Tim Hukum Prabowo-Sandi Makin Pede

Tim Hukum Prabowo-Sandi Makin Pede

Tim hukum pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meyakini kesaksian yang disampaikan Hairul Anas Suaidi dalam sidang, Rabu (19/6) lalu.


Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Dinilai Belum Mampu Buktikan Dalil

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Dinilai Belum Mampu Buktikan Dalil

Tim Kampanye Nasional (TSM) Jokowi-Ma'ruf menyebut tuduhan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) hanya merupakan isapan jempol alias tidak benar.


Kivlan: Saya Difitnah

Kivlan: Saya Difitnah

Mantan Kepala Staf Komando Srategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein merasa difitnah.


Permintaan Bambang Widjojanto Ditolak

Permintaan Bambang Widjojanto Ditolak

Ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) kembali panas. Perdebatan antara pemohon, hakim, dan tim kuasa hukum terkait pun terjadi, Selasa (18/6) kemarin.


Soal Posisi Ma'ruf Amin Tergantung Subjektivitas Hakim

Soal Posisi Ma'ruf Amin Tergantung Subjektivitas Hakim

Sejumlah dalil yang disebutkan Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai kurang substanstif.


Yusril: Paslon 02 Framing Politik Teror

Yusril: Paslon 02 Framing Politik Teror

Langkah tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta perlindungan saksi kepada LPSK dinilai sebagai membangun politik teror.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!