Nasional
Share this on:

Mantan Pengacara Setnov Dicegah ke Luar Negeri

  • Mantan Pengacara Setnov Dicegah ke Luar Negeri
  • Mantan Pengacara Setnov Dicegah ke Luar Negeri

Fredrich Yunadi. (dok Jawapos)

JAKARTA - Penyelidikan dugaan menghalang-halangi penyidikan atau obstruction of justice penanganan perkara e-KTP yang menjerat Setya Novanto (Setnov) bakal segera rampung. KPK kemarin (9/1) kembali memeriksa aktor kunci dalam kasus tersebut, yakni mantan kontributor Metro TV Hilman Mattauch.

Pemeriksaan itu untuk mematangkan alat bukti yang diperoleh penyelidik. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Hilman memang masuk dalam daftar deretan pihak yang dinilai memiliki peran penting dalam konstruksi perkara pelanggaran pasal 21 UU Pemberantasan Tipikor tersebut.

Itu menyusul dugaan keterlibatan Hilman saat insiden kecelakaan Setnov di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, 16 November lalu. Bahkan, yang menarik, Hilman kini berstatus sebagai saksi yang dicegah bepergian ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi sejak 8 Desember lalu.

Pencegahan itu diumumkan KPK kemarin. Selain Hilman, lembaga superbodi itu juga memohonkan pencegahan terhadap mantan pengacara Setnov Fredrich Yunadi, dan dua ajudan Setnov, Reza Pahlevi serta Achmad Rudyansah.

”Dicegah ke luar negeri selama 6 bulan terhitung sejak 8 Desember 2017,” ujar Febri di gedung KPK. Pencegahan dilakukan untuk memudahkan proses penyelidikan obstruction of justice tersebut. ”Jadi saat dibutuhkan keterangannya dan saat dipanggil, mereka berada di Indonesia,” ujar mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu.

Pencegahan Hilman, Fredrich, dan dua ajudan Setnov kian mematangkan konstruksi penyelidikan itu. Proses pencarian dua alat bukti untuk naik ke penyidikan dan menetapkan tersangka pun bakal semakin terang. Hanya, sampai kemarin, KPK belum mau membocorkan siapa pihak yang berpotensi menjadi tersangka.

”Kami belum bicara siapa pelakunya siapa,” terangnya.

Sumber Jawa Pos di internal KPK menyebutkan, pihak yang paling berpotensi menjadi tersangka adalah Hilman. Sebab, pria berbadan tambun itu diduga membantu pelarian Setnov dari penangkapan KPK pada 15 November lalu. ”(Membantu Setnov saat) malam (penangkapan) sekeluar rumah menuju ke Bogor,” ujar sumber itu.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (Maki) Boyamin Saiman menyatakan, keterlibatan Hilman dalam pelarian Setnov memang sulit disangkal. Apalagi, Hilman diketahui sudah bersama Setnov sejak di gedung DPR pada siang hingga insiden kecelakaan kontroversial terjadi petang.

”Itu (Hilman) bisa jadi calon tersangka,” tutur pengacara yang pernah membuka sayembara untuk membantu KPK menangkap Setnov itu.

Sayang, Hilman tidak mau memberikan komentar usai diperiksa KPK kemarin. Dia hanya menyalami beberapa awak media yang berada di pelataran gedung 16 lantai itu. Sementara saat ditanya soal pemeriksaan perkara, dia menolak memberikan jawaban. ”Ayo sambil ngopi saja,” tuturnya sambil meninggalkan wartawan.

Disisi lain, KPK sampai kemarin terus melakukan pemeriksaan kasus e-KTP dengan tersangka Markus Nari dan Anang Sugiana Sudihardjo. Diantaranya memeriksa sejumlah mantan anggota DPR, seperti Olly Dondokambey yang saat ini menjabat sebagai gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dan Jafar Hapsah. ”Pekan ini kami memang mendalami kluster politik,” tambah Febri.

Untuk perkara Markus Nari, penyidik KPK sudah memeriksa 30 saksi yang terdiri dari pengacara, anggota dan mantan anggota DPR, PNS Kemendagri, dan swasta. Sementara untuk Anang Sugiana Sudihardjo, total 57 saksi yang dipanggil KPK sampai saat ini. Mereka berlatar belakang pejabat PT Quadra Solution, anggota dan mantan anggota DPR dan swasta lain.

Olly Dondokambey usai diperiksa kemarin mengatakan, pihaknya kemarin diperiksa untuk 2 tersangka e-KTP. Yakni, Markus Nari dan Anang. Dia dimintai klarifikasi tentang beberapa hal. Diantaranya, soal hubungan dengan kedua tersangka.

”Pertanyaannya tidak banyak, cuma 4 atau 5. Jadi 2 BAP (berita acara pemeriksaan, Red),” ucap politisi PDI Perjuangan tersebut. (tyo/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Berhentikan 2.357 PNS Koruptor

Pemerintah Berhentikan 2.357 PNS Koruptor

Pemerintah pusat akan menindak tegas pegawai negeri sipil (PNS) yang terbukti melakukan korupsi.


Formasi Detail CPNS Belum Semua Diterima Instansi

Formasi Detail CPNS Belum Semua Diterima Instansi

Aktivasi website untuk pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka kurang dari sepuluh hari lagi.


Setnov Akui Perintah Eni

Setnov Akui Perintah Eni

Mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) akhirnya membuka keterlibatannya terkait dugaan suap kesepakatan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1.


KPK Tahan Idrus, Eni Sebut Sofyan Tahu Pembagian Duit Korupsi

KPK Tahan Idrus, Eni Sebut Sofyan Tahu Pembagian Duit Korupsi

Sepekan pasca penetapan Idrus Marham sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1, Jumat (31/8) KPK menahan mantan menteri sosia


Setnov Tahu Proyek PLTU Riau

Setnov Tahu Proyek PLTU Riau

Dugaan keterlibatan mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dalam kasus korupsi proyek PLTU Riau 1 coba diurai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Idrus Jangan Tiru Setnov

Idrus Jangan Tiru Setnov

Pengusutan dugaan korupsi kesepakatan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1 menjadi tantangan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


CPNS Guru Minimal Lima Tahun Mengabdi

CPNS Guru Minimal Lima Tahun Mengabdi

Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang rencananya diumumkan pada akhir Juli tertunda.


Kemenlu Tetap Beri Bantuan Hukum

Kemenlu Tetap Beri Bantuan Hukum

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus memantau kasus penggerebekan 116 WNI di Arab Saudi.


Golkar dan Gerindra Paling Banyak

Golkar dan Gerindra Paling Banyak

Partai Gerindra dan Golkar seakan bersaing menjadi parpol yang paling banyak mendaftarkan mantan terpidana korupsi sebagai calon anggota legislatif (caleg).


Bawaslu Temukan 199 Bacaleg Mantan Koruptor

Bawaslu Temukan 199 Bacaleg Mantan Koruptor

Aturan yang melarang mantan napi kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif (caleg) sudah dibuat.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!