Nasional
Share this on:

Marak Pelemparan Batu, Jasa Marga Perketat Pengawasan

  • Marak Pelemparan Batu, Jasa Marga Perketat Pengawasan
  • Marak Pelemparan Batu, Jasa Marga Perketat Pengawasan

JAKARTA - Pasca insiden pelemparan batu dari jembatan penyeberangan Km 6 Jalan Tol Jakarta Cikampek selasa (5/8), PT Jasa Marga akan memperketat pengawasan di titik-titik rawan. Terutama di sekitar pelintasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Insiden pelemparan batu terjadi pada selasa, 5 Juni 2018. Seseorang melemparkan batu sebesar lengan orang dewasa ke arah mobil pengguna tol yang melintas di bawahnya. Insiden terjadi di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Km 6 arah Cikampek.

Pelemparan terjadi dua kali. Pelemparan pertama terjadi pukul 04.13 WIB. Mengenai sebuah mobil Toyota Avanza dengan nopol B 1056 ERF. Kaca mobil bagian depan pecah, namun pengemudi selamat.

Berselang beberapa menit setelah kejadian tersebut, tepatnya pukul 04.18 WIB terjadi aksi pelemparan kedua di lokasi yang sama. Sebongkah batu dilemparkan ke arah kaca depan mobil Toyota Calya nopol G 8696 ZP. Insiden kedua ini mememecahkan kaca depan dan mengenai pengemudi.

Sang pengemudi bernama Saeful Mazazi tewas akibat pelemparan batu tersebut. Dampak paling parah terjadi pada Saeful, dimana batu menembus kaca dan mengenai leher dan dada korban. Dia meninggal dunia akibat lemparan batu tersebut.

Begitu mendapat laporan, petugas Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Jasa Marga Cabang Japek segera meluncur menuju lokasi pelemparan batu pukul 04.25 WIB dan segera melakukan pertolongan. Korban Saeful Mazazi segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bekasi.

”Saat perjalanan menuju rumah sakit, korban masih bernafas dan dilakukan pertolongan. Sesampai di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal,” Kata AVP Coorporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru kemarin (6/8).

Bersamaan dengan upaya petugas menolong korban, petugas Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Jasa Marga Cabang Japek meringkus satu orang terduga pelaku yang saat itu gerak geriknya terlihat mencurigakan. Pelaku ditangkap di sekitar area Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Selanjutnya, terduga pelaku diserahkan oleh petugas Kamtib ke Kantor PJR di Jatibening. Setelah itu, kejadian tersebut ditangani oleh Polsek Pondok Gede.

Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Korlantas Polri Kombespol Benyamin menjelaskan bahwa pelempar batu ke jalan tol sudah tertangkap. ”Dari laporan sementara, diketahui pelaku diduga merupakan orang dengan gangguan kejiwaan,” tuturnya.

Sebenarnya, jembatan di jalan tol itu sudah dipagar tinggi oleh Jasamarga untuk menghindari hal semacam itu. Namun, akibat ulah orang tidak bertanggungjawab pagar itu jebol atau berlubang. Melalui lubang itulah batu dilemparkan.

”Kami sudah meminta agar lubang di jembatan jalan tol itu diperbaiki,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian yang sama, maka Korlantas meminta pengecekan pada semua jembatan jalan tol. Dia menjelaskan bahwa bisa jadi ada jembatan lain yang pagarnya jebol atau terdapat lubang.

”Ini sebagai antisipasi,” ungkapnya.

Atas insiden tersebut, Dwimawan mengatakan Jasa Marga akan memperketat pengawasan di JPO. Kamera CCTV akan diarahkan ke lokasi-lokasi yang rawan. Selain itu, fasilitas penerangan akan ditambah.

“Jasa Marga juga mengecek ulang keberadaan pagar-pagar JPO di seluruh ruas tol, jikan ditemukan kerusakan akan segera diperbaiki,” kata Dwimawan. (tau/idr/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!