Nasional
Share this on:

Mata Kanan Novel Sempurna, Fokus ke Mata Kiri

  • Mata Kanan Novel Sempurna, Fokus ke Mata Kiri
  • Mata Kanan Novel Sempurna, Fokus ke Mata Kiri

JAKARTA - KPK mendapat kabar baik dari tim dokter yang merawat Novel Baswedan di Singapura. Berdasar informasi yang mereka terima, pertumbuhan lapisan mata kanan penyidik senior lembaga antirasuah itu sudah sempurna.

Namun demikian, bukan berarti perawatan dan pengobatan berhenti. Novel masih harus melalui beberapa proses. Termasuk di antaranya operasi tahap dua.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah menjelaskan, Novel masih butuh penanganan intensif pasca menjalani operasi tahap pertama. "Kontrol secara rutin ke rumah sakit," kata dia ketika diwawancarai di Gedung Merah Putih KPK, kemarin.

Perkembangan positif pada pemulihan mata kanan membuat tim dokter lebih leluasa untuk kembali fokus pada mata kiri. "Treatment yang akan dilakukan relatif lebih fokus kepada pengobatan mata kiri," imbuhnya.

Febri kembali menuturkan, kerusakan mata kiri Novel lebih parah ketimbang mata kanan. Sebab, mata kiri lebih banyak terpapar air keras yang sengaja disiramkan kepada penyidik asal Semarang itu. Untuk menanganinya, tim dokter terus memantau perkembangan jaringan yang ditanam pada bagian tersebut.

"Apakah kemudian bisa sesuai dan bisa tumbuh menggantikan fungsi bagian-bagian yang ada di mata," ucap dia. Guna memastikan hal itu, pemeriksaan dilaksanakan secara rutin.

Disamping menunggu operasi tahap kedua yang rencananya bakal dilakukan dua atau tiga bulan ke depan, perawatan dan pengobatan rutin membuat Novel masih harus berada di Singapura. "Ada kebutuhan dan saran dokter untuk pemeriksaan rutin," imbuhnya.

Selain itu, kata Febri, biaya yang harus dikeluarkan apabila Novel bolak-balik Jakarta - Singapura lebih banyak ketimbang bila Novel dirawat di sana. Karena itu, dia menegaskan bahwa Novel belum bisa kembali ke tanah air dalam waktu dekat.

Berkaitan dengan penanganan kasus penyiraman air keras yang diproses oleh Polda Metro Jaya, KPK belum mendapat informasi terbaru dari Polri. Namun demikian, mereka percaya kasus tersebut bakal dituntaskan.

"Kami yakin betul Polri akan serius," ucap Febri. Apalagi, sambung dia, Presiden Joko Widodo sudah memberi mandat kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menuntaskan kasus yang sudah lima bulan berjalan.

Sedangkan soal laporan yang dibuat oleh Direktur Penyidikan KPK Brigjenpol Aris Budiman, Febri mengungkapkan, pimpinan KPK akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pimpinan Polri. Itu dilakukan guna memastikan laporan tersebut tidak merusak hubungan KPK dengan Polri.

"Agar hal lain yang kemudian berisiko menghambat hubungan kelembagaan bisa diselesaikan," terang dia. Namun demikian, sampai kemarin belum ada informasi laporan tersebut bakal dicabut.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono memastikan bahwa kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Novel terus berjalan. Kemarin dia menyebutkan, total ada 12 saksi yang diperiksa oleh penyidik. Semua saksi berkaitan dengan kasus tersebut. Para saksi itu adalah pegawai KPK yang bertugas sebagai penyidik di lembaga antirasuah tersebut.

Argo menampik kabar yang menyebutkan bahwa kasus Aris Budiman merupakan upaya pengalihan isu dari permasalahan penyiraman air keras kepada Novel. "Kita itu harus bisa memilih dan melihat informasi yang benar. Ini ada aduan dari seseorang. Murni pelaporan kasus," terang Argo.

Lantas, apakah Novel bisa menjadi tersangka? Argo meminta publik untuk bersabar. Namun, dia menyebutkan, tidak mungkin jika suatu kasus tidak ada seorang tersangka. Status tersangka pada sebuah kasus bakal didapatkan setelah gelar perkara di tahap penyelidik.

Sementara itu, saat disinggung kapan memeriksa Novel, Argo bungkam. Dia menegaskan, penyelidik belum memiliki agenda untuk memeriksa Novel dalam waktu dekat. Menurut dia, hal tersebut membutuhkan proses perizinan.

"Pak Novel juga sedang dirawat. Jadi, tidak bisa sembarangan juga," tambahnya. (syn/sam/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

BPJS Tanggung Pelayanan NICU dan PICU
BPJS Tanggung Pelayanan NICU dan PICU

Berita Sejenis

Indonesia Mulai Loby AS

Indonesia Mulai Loby AS

Mata pemerintah dan pelaku usaha kini tertuju pada sengitnya perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.


Ada 2 SPDP, Ombudsman Periksa Novel Baswedan

Ada 2 SPDP, Ombudsman Periksa Novel Baswedan

Komisioner Ombudsman RI (ORI) Andrianus Meliala memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, kemarin (15/5).


Sudah Setahun, Kasus Novel Masih Gelap

Sudah Setahun, Kasus Novel Masih Gelap

Kabut misteri masih menyelimuti kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.


Pimen Kiye... 1,6 Juta PNS Hanya Juru Ketik

Pimen Kiye... 1,6 Juta PNS Hanya Juru Ketik

Peningkatan iklim usaha dan pelayanan publik tengah menjadi fokus pemerintah.


Komnas HAM Periksa Novel 7 Jam

Komnas HAM Periksa Novel 7 Jam

Penyidik senior Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan awal di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).


Komnas HAM Dorong Penuntasan Kasus Novel

Komnas HAM Dorong Penuntasan Kasus Novel

Sebelas bulan berlalu, kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan tidak kunjung tuntas.


Penyidik Polri Datangi Rumah Novel

Penyidik Polri Datangi Rumah Novel

Belum genap sepekan berada di tanah air, Novel Baswedan sudah harus berurusan dengan penyidik Polda Metro Jaya.


Tiba di Jakarta, Novel Semangati Penyidik KPK

Tiba di Jakarta, Novel Semangati Penyidik KPK

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akhirnya tiba di tanah air kemarin (22/2).


USBN Delapan Mapel di SD Batal

USBN Delapan Mapel di SD Batal

Sedaianya ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di jenjang SD tahun ini terdiri dari delapan mata pelajaran (mapel).


USBN SD Mulai Ditolak

USBN SD Mulai Ditolak

Menambah mata pelajaran (mapel) ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di jenjang SD dari tiga menjadi delapan, akhirnya picu polemik.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!