Nasional
Share this on:

Medan Merdeka Ditutup, Ribuan Massa Gelar Aksi Balas Orasi

  • Medan Merdeka Ditutup, Ribuan Massa Gelar Aksi Balas Orasi
  • Medan Merdeka Ditutup, Ribuan Massa Gelar Aksi Balas Orasi

**JAKARTA ** - Sehari jelang putusan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), ribuan massa mengelar aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (26/6). Jalan menuju MK ditutup barrier dan kawat berduri. Massa aksi hanya bisa berkumpul di sekitar patung kuda.

Aksi tidak hanya dilakukan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi. Massa tandingan juga melakukan hal serupa. Aksi balas orasi lewat pengeras suara jadi pemandangan unik. Sejumlah kepolisian juga terlihat bersiaga mengawal jalannya aksi tersebut.

Anggota Brimob juga disiagakan. Beberapa sudah terlihat membawa senjata gas air mata. Beberapa lainnya hanya tangan kosong. Sekira pukul11.00 WIB, massa aksi mulai berdatangan. Mereka yang menggunakan motor, memarkirkan kendaraannya di depan Kantor Indosat hingga bahu jalan. Petugas polisi yang bertugas juga kewalahan mengatur motor yang terparkir.

Massa aksi juga melakukan salat dzuhur berjamaah di depan patung kuda. Dilanjutkan salat qosor jamak. Usai salat, puji-pujian dilanjutkan salawat terdengar dari pengeras suara. Selesai melantunkan salawat, orator mulai meminta massa duduk. Sambil mendengarkan siraman rohani, ada juga belasan orang yang membagikan makan siang bagibpeserta aksi. Selama dibagikan, puluhan mobil juga tiba membawa logistik berisi penganan dan air mineral. Semuanya dibagikan secara cuma-cuma.

Ketua Umum Front Santri Indonesia yang juga mantan penasehat KPK, Abdullah Hehamahua menyatakan demo tersebut untuk meminta MK tak terpengaruh tekanan dalam memutuskan hasil sidang gugatan Pemilihan Presiden 2019 yang diajukan oleh pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Dalam orasinya ia juga mengatakan untuk terus mengawal keputusan MK. Koordinator juga meminta massa untuk terus berdoa agar keputusan MK adil. "Kami ingin MK independen dalam memutuskan sangketa Pilpres," ujar Hehamahua.

Dia mengatakan demo PA 212 akan berlanjut hingga putusan MK ditetapkan. Hehamahua menjamin demo dan halal bihalal akbar itu akan berjalan damai dan tertib. "Sampai MK mengeluarkan putusannya," imbuh dia.

Ada juga massa tandingan yang melakukan aksi unjuk rasa. Dengan mobil bak terbuka sebagai komando, mereka yang menamai diri Jaringan Milenial Nusantara berorasi di pintu masuk menuju Tugu Monas. Massa mulai berdatangan sekira pukul 13.37 WIB. Bukan cuma satu, ada sekira tiga mobil komando yang datang terpisah. Ada juga tiga bus metromini dan kopaja yang digunakan untuk membawa massa aksi.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Yulius mengatakan KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah bekerja keras untuk mewujudkan pemilu yang luber jurdil. Dia menambahkan, dalam konteks pelanggaran pemilu, semua hal harus berjalan dengan cepat. Mulai dari sidang di Bawaslu, DKPP hingga MK.

"Hal ini dimaksudkan agar sidang terkait pemilu tidak menjadi berlarut-larut. Sehingga dapat memunculkan spekulasi negatif bagi sejarah pemilu di Indonesia," katanya.

Dia melanjutkan, hal yang juga menjadi ujian penegak hukum adalah adanya intervensi dari beberapa pihak yang tidak terima dengan keputusan lembaga yang mengadili sengketa pemilu. Yulius memaparkan, Jaringan Milenial Nusantara mengapresiasi lembaga penyelenggara pemilu. Pihaknya juga mendukung aparat keamanan untuk terus menjaga keamanan hingga semua proses selesai.

Terakhir, dia menyampaikan beberapa tuntutannya. Yakni mengajak masyarakat menolak segala bentuk provokasi dan ajakan kerusuhan, menolak bentuk intervensi dan tekanan terhadap MK. "Kami juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menerima dan menghormati putusan MK dan mengapresiasi aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI," tandasnya. (khf/fin/zul/rh)


Berita Sejenis

UU PKS Didesak Segera Disahkan

UU PKS Didesak Segera Disahkan

Sejumlah massa menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Selasa (17/9).


Aksi Kritisi Sikap Jokowi

Aksi Kritisi Sikap Jokowi

Kendati aksi protes kian masif, Rapat Paripurna DPR RI ke-9 Masa Persidangan I periode 2019-2020 telah menyetujui dan mengesahkan Revisi UU Nomor 30 tahun 2002


Mendarat di Pekanbaru, Jokowi Langsung Gelar Rapat Terbatas

Mendarat di Pekanbaru, Jokowi Langsung Gelar Rapat Terbatas

Setelah melakukan rangkai pertemuan dengan sejumlah pengusaha tekstil di Istana Negara, Presiden Joko Widodo langsung bertolak ke Pekanbaru, Riau.


Papua Tidak Mungkin Merdeka

Papua Tidak Mungkin Merdeka

Tuntutan referendum kemerdekaan Papua dari Indonesia dianggap mustahil. Sebab, hal itu tidak dimungkinkan dalam hukum internasional.


WNI di Amerika Gelar Aksi Damai untuk Papua

WNI di Amerika Gelar Aksi Damai untuk Papua

Sekitar 500 warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di 12 negara bagian Amerika Serikat berencana menggelar aksi "Kumpul-Kumpul Kitong Basodara".


Protes Berlanjut, Logo KPK Ditutup Kain Hitam

Protes Berlanjut, Logo KPK Ditutup Kain Hitam

Aksi penolakan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) terus bergulir.


Seruan Lawan Upaya Pelemahan KPK Semakin Luas

Seruan Lawan Upaya Pelemahan KPK Semakin Luas

Sejumlah pegawai dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid IV menggelar aksi di lobi Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/9).


Warga Papua Ogah Demo Lagi

Warga Papua Ogah Demo Lagi

Sedikitnya 300 warga yang mengikuti aksi demo pada Kamis (29/8) ogah melakukan aksi serupa. Mereka mengaku merasa ditipu oleh koordinator aksi massa.


Jokowi Diminta Ngantor di Papua

Jokowi Diminta Ngantor di Papua

Kerusuhan yang terjadi di Papua menjadi perhatian banyak pihak. Dibutuhkan strategi pemerintah agar aksi tersebut cepat mereda.


Benny Wenda: Saat yang Tepat Untuk Merdeka

Benny Wenda: Saat yang Tepat Untuk Merdeka

Tokoh separatis Papua Benny Wenda menilai, bahwa tindakan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya menjadi pemantik kemarahan dari rasa ketidakadilan, yang d



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!