Nasional
Share this on:

Menkominfo Sudah Tutup 2.184 Akun Media Sosial

  • Menkominfo Sudah Tutup 2.184 Akun Media Sosial
  • Menkominfo Sudah Tutup 2.184 Akun Media Sosial

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan selama pembatasan akses sosial media pada tanggal 22 hingga 25 Mei 2019, pihaknya telah menutup ribuan akun media sosial, baik itu facebook, instagram, twitter maupun website. Total yang ditutup Kemenkominfo sebanyak 2.184.

"Sebelum dan selama pembatasan akses fitur image dan video di media sosial, Kominfo juga telah menutup ribuan sumber baik URL (alamat situs) dan atau akun. Berikut daftarnya, FB: 551,IG: 640, Twitter: 848, Youtube: 143, Website: 1, Linked In: 1,Total: 2184," kata Rudiantara melalui rilisnya, Senin (27/5) kemarin.

Dikatakan, pembatasan akses merupakan salah satu dari alternatif pemerintah yang terakhir, yang ditempuh seiring dengan tingkat kegentingan. Ia mencontohkan pemerintah di negara-negara lain di dunia, yang telah membuktikan efektivitasnya untuk mencegahmeluasnya kerusuhan.

"Srilanka menutup facebook dan whatsApp untuk meredam dampak serangan bom gereja dan serangan anti-muslim yang mengikutinya. Iran menutup facebook tahun 2019, setelah pengumuman kemenangan Presiden Ahmadinejad. Banyak negara lain melakukan pembatasan dan penutupan dengan berbagai alasan," kata Rudiantara.

Dikatakan, beredarnya satu hoaks saja, sudah cukup untuk memicu aksi massa yangberujung penghilangan nyawa. Rudiantara mencotohkan, Mohammad Azam di India pada tahun 2018. Yang pada saat itu, Azam tewas diamuk massa karena hoaks. Ia dituduh sebagai penculik anak. Kata Rudiantara, hoaks semacam itu, sering ditemukan di Indonesia.

"Ada banyak hoaks sejenis itu lalu-lalang di Indonesia setiap hari, apalagi sekitar 22 Mei lalu," katanya.

Rudiantara juga mengatakan telah selama pembatasan akses sosial media, pihaknya jugatelah menghapus ribuan akun di aplikasi perpesanan instan, yakni whatsApp. WhatsAppdinilai sebagai aplikasi yang paling sering menyebar berita hoaks oleh penggunanya.

"Cara lain, denga bekerja sama dengan penyedia platform, juga ditempuh. Misalnya, saya telah berkomunikasi dengan pimpinan WA, yang hanya dalam seminggu sebelum kerusuhan 22 Mei lalu, telah menutup sekitar 61.000 akun aplikasi WA yang melanggar aturan," ungkapnya lagi.

Sebagai penutup, pihaknya mengimbau kepada Masyarakat agar menggunakan sosialmedia untuk hal-hal yang positif dan tidak ikut serta menyebar berita hoaks dan provokasi. "Jangan lelah untuk mengimbau agar masyarakat dan teman-teman di sekitar kita berhentimenyebarkan konten yang mengandung hoaks, fitnah, maupun provokasi untukmelanggar aturan/hukum. Tentu saja harus kita mulai dari diri sendiri," tutupnya.

Sebelumnya, kebijakan pembatasan sosial media yang dilakukan Menkominfo sejaktanggal 22, mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Ketua Komisi I DPR RI, Abdul KharisAlmasyhari misalnya, akan mempertanyakan kepada Menkominfo untuk mengetahuialasan kebijakan pembatasan media sosial diambil dari sejumlah alternatif kebijakan yang bisa dilakukan.

"Seperti yang saya jelaskan harusnya dilakukan filter saja, bukan melakukan pembatasankarena ini merugikan banyak pihak. Pemerintah juga harus memberikan laporan yang transparan dan akuntabel atas keputusan ini kepada publik. Termasuk informasi aksesdan wilayah yang dibatasi, durasi pembatasan internet, efektivitas pemberlakuannya, sertapengukuran dampak dari pemberlakuan pembatasan internet ini. Nantinya akan kamitanyakan," kata Kharis kepada Fajar Indonesia Network di Jakarta berap waktu lalu.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini berharap, peristiwa ini tidak akan terulang kembali, karena dapat merugikan banyak pihak. Namun begitu, dirinya mengapresiasi langkah Pemerintah yang telah membuka kembali akses sosial media pada Sabtu 25 Mei 2019lalu.

"Ke depannya, pembatasan ini saya harap tidak terjadi kembali dan harus adakejelasan tindakan yang bisa dipahami publikbukan mendadak terputus," pungkas Kharis

Sebelumnya, pada sabtu 25 Mei 2019 kemarin, pemerintah telah membuka kembali aksessosial media yang diblokir selama kerusahan tanggal 22 Mei di Jakarta. Akses yangdiblokir pemerintah berupa fitur pengiriman foto dan video. Kedua konten ini dianggap yangpaling digunakan sebagai hoaks saat kerusuhan terjadi. Foto dan video juga dianggap yang paling memicu tensi masyarakat. (dal/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Ingat, 31 Mei Bukan Harpitnas
Ingat, 31 Mei Bukan Harpitnas

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Penanganan PLTSa Tak Tuntas, Jokowi Marah

Penanganan PLTSa Tak Tuntas, Jokowi Marah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik keras penanganan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sudah enam kali dibahas di dalam rapat terba


Lima Provinsi Darurat Kekeringan

Lima Provinsi Darurat Kekeringan

BNPB mencatat sudah 1.963 desa, 556 kecamatan, dan 79 kabupaten yang terdampak kekeringan.


Tiga Kloter Sudah Sampai Madinah

Tiga Kloter Sudah Sampai Madinah

Sekitar 1.300 jamaah calon haji di Madinah, Arab Saudi, diberangkatkan perdana ke Mekkah pada Minggu waktu setempat.


Pertemuan Jokowi-Prabowo Diatur Pramono, BG, dan Edhy Prabowo

Pertemuan Jokowi-Prabowo Diatur Pramono, BG, dan Edhy Prabowo

Pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto sudah dirancang cukup lama. Sampai akhirnya, kedua tokoh itu benar-benar bertatap muka, kemarin.


Bocoran Kabinet Jokowi, Ada Figur Muda, Orang Lama Banyak Dipertahankan

Bocoran Kabinet Jokowi, Ada Figur Muda, Orang Lama Banyak Dipertahankan

Presiden Joko Widodo mengaku sudah mengantongi nama-nama menteri untuk kabinet periode 2019-2024 mendatang.


Bukan Ranah MA, Putusan MK Dinilai Sudah Final

Bukan Ranah MA, Putusan MK Dinilai Sudah Final

Upaya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menempuh jalur hukum diapresiasi sejumlah pihak.


Pastikan Berihram di Bir Ali

Pastikan Berihram di Bir Ali

Petugas akan memastikan jemaah haji sudah berihram di Bir Ali sebelum keberangkatan menuju Makkah pada, Minggu (14/7).


Luar Biasa Jika Media Cetak Bergaya Start-up

Luar Biasa Jika Media Cetak Bergaya Start-up

Media massa, terutama media cetak, harus kembali dapat memenangkan kepercayaan publik, dan membedakan diri dari media sosial.


Sudah Kebelet Ingin Jadi Ketum

Sudah Kebelet Ingin Jadi Ketum

Pemberhentian 10 ketua DPD II Golkar di Provinsi Maluku, membuat internal beringin bergejolak.


22 Ribu Jamaah Sudah Mendarat di Madinah, Tiga Wafat

22 Ribu Jamaah Sudah Mendarat di Madinah, Tiga Wafat

Hingga hari kelima kedatangan jamaah haji gelombang satu di tanah suci, tercatat lebih dari 22 ribu jemaah tiba di Madinah Al Munawarah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!