Nasional
Share this on:

Mensos Diperiksa KPK 11 Jam

  • Mensos Diperiksa KPK 11 Jam
  • Mensos Diperiksa KPK 11 Jam

JAKARTA - Keterlibatan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dalam pusaran dugaan korupsi kesepakatan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1 terus dikejar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemarin (15/8), mantan Sekjen Partai Golkar itu diperiksa lebih dari 11 jam terkait perkara itu.

Pemeriksaan Idrus kemarin merupakan yang ketiga kalinya. Selama di ruang penyidik, Idrus sempat diperiksa secara silang untuk dua tersangka dalam kasus tersebut. Yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resoruces Ltd Johannes B. Kotjo.

Setelah diperiksa, Idrus pun keluar dari gedung KPK pukul 21.38. Dia menyatakan lamanya pemeriksaan lantaran dirinya yang meminta penyidik untuk menyelesaikan proses melengkapi keterangan kemarin.

"Saya bilang, kalau bisa diselesaikan sekarang akan lebih bagus. Saya memang sengaja minta dituntaskan supaya tidak berkali-kali dipanggil," akunya.

Dia pun menjelaskan, semua keterangan terkait dengan keterlibatannya dalam proyek PLTU Riau 1 sudah ia jelaskan ke penyidik. Termasuk pertemuan-pertemuan dengan kedua tersangka sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK bergulir bulan lalu.

"Sekali lagi, saya katakan, kalau masalah substansi biar penyidik saja," bebernya.

Sebelumnya, KPK mengaku telah mengantongi bukti pertemuan Idrus dengan tersangka yang terekam dalam CCTV. Terkait hal itu, Idrus juga menyerahkannya ke penyidik. "Tidak etis jika saya jelaskan semua. Nanti malah dianggap ndak bagus ya," tuturnya.

"Semua yang terkait sudah saya jelaskan semua," imbuh dia.

Lalu apakah pemeriksaan kemarin terkait dengan rencana KPK membuka penyelidikan baru dalam kasus PLTU Riau 1? Idrus mengaku tidak tahu menahu. "Yang tahu tentang penyidikan itu kan KPK. Masa saya tahu yang begini-begini (penyidikan baru, Red)," terangnya. "Itu KPK yang lebih paham."

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, pemeriksaan Idrus kemarin masih mendalami seputar pertemuan saksi dengan para tersangka. Penyidik, kata dia, kembali mengklarifikasi pertemuan itu apakah berkaitan dengan perkara suap yang diberikan Kotjo kepada Eni.

"Sedang didalami dan diklarifikasi lebih lanjut mengenai isi pertemuan itu, apakah pertemuan itu sifatnya formal atau informal," jelasnya. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup

Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup

Ratusan pegawai komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berduyun-duyun keluar gedung kemarin.


KPK Siap Hadapi Pemprov Papua

KPK Siap Hadapi Pemprov Papua

Dugaan penganiayaan terhadap dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbuntut panjang.


Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Ancaman terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berulang. Kali ini, dua pegawai KPK menjadi korban kekerasan sekolompok orang.


KPK: Jangan Pilih Lagi Mantan Koruptor

KPK: Jangan Pilih Lagi Mantan Koruptor

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan langkah berani. Hari ini mereka akan mengumumkan nama-nama caleg yang pernah mendekam di penjara.


Diperiksa KPK, Menpora Jelaskan Mekanisme Hibah

Diperiksa KPK, Menpora Jelaskan Mekanisme Hibah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin (24/1).


Kapolri Sebut Ada Petunjuk ke Pelaku

Kapolri Sebut Ada Petunjuk ke Pelaku

Penyelidikan teror bom di rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarif dan Agus Rahardjo, mengalami kemajuan.


Dua Pelempar Bom Rumah Pimpinan KPK Terekam CCTV

Dua Pelempar Bom Rumah Pimpinan KPK Terekam CCTV

Teror terhadap para pemberantas kasus korupsi, sebagaimana kasus Novel Baswedan, kembali terjadi.


KPK Kembali Jadwalkan Periksa Pejabat Kemenpora

KPK Kembali Jadwalkan Periksa Pejabat Kemenpora

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali memeriksa sejumlah saksi untuk penyidikan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari

Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari

Vanessa Angel bisa sedikit bernapas lega. Kemarin (6/1) dia resmi menyudahi pemeriksaan melelahkan selama lebih dari 24 jam.


KPK Dalami Pengajuan Hibah KONI Lainnya

KPK Dalami Pengajuan Hibah KONI Lainnya

KPK kembali memeriksa para pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendalami dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!