Nasional
Share this on:

Merapi Erupsi Lagi, 10 Desa Mulai Dikosongkan

  • Merapi Erupsi Lagi, 10 Desa Mulai Dikosongkan
  • Merapi Erupsi Lagi, 10 Desa Mulai Dikosongkan

BOYOLALI - Aktivitas letusan freatik Gunung Merapi terus terjadi. Kemarin, sedikitnya dua kali muncul letusan. Bahkan di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo sempat terjadi hujan abu tipis.

Letusan pertama terjadi Rabu pukul 03.31 WIB. Peristiwa ini tak menimbulkan kepanikan warga. Namun warga tidak sampai mengungsi. Kemudian letusan kembali terjadi pukul 13.49 WIB dengan durasi 2 menit. Terdengar dari Pos Pantauan Gunung Merapi Babadan. Namun, kolom letusan tidak teramati dari semua pos.

Menghadapi kemungkinan erupsi Merapi ini, pemerintah di dua kabupaten terdampak dan warga di kawasan rawan bencana (KRB) III sudah mulai bersiap diri. Sejumlah skenario sudah disiapkan bila sewaktu-waktu terjadi letusan lebih besar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali sejak setahun lalu sudah membentuk desa bersaudara (sister village). Apabila terjadi erupsi Merapi, masyarakat langsung mengungsi di desa terdekat.

“Selain itu, pemkab telah menyiapkan lima gedung lengkap dengan seluruh prasarannya agar para pengungsi mendapatkan keamanan dan kenyamanan,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo kemarin.

Bambang mengatakan, berdasarkan perintah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNP), KRB II dan III harus sudah dikosongkan dari aktivitas manusia. Warga yang masuk KRB III meliputi Dusun Stabelan dan Takeran, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Sedangkan untuk KRB II meliputi Desa Tlogolele, Klakah, Samiran, Jrakah, Lencoh, dan Suroteleng. Kemudian Cluntang, Kecamatan Musuk.

Desa-desa itu sudah memiliki lokasi untuk mengungsi nanti saat erupsi Merapi terjadi. Yakni Desa Mudal, Penggung, Kebon Bimo, Pulisen, Siswodipuran, dan Banaran. Semua berada di Kecamatan Boyolali Kota. Kemudian di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. “Warga sudah memiliki tempat pengungsian yang aman untuk berlindung,” kata Sinungharjo.

Dengan pola desa saudara ini diharapkan penanganan korban erupsi tak seperti 2010 lalu. Kemudian untuk mengatasi hewan ternak warga, evakuasi hewan ternak sudah disiapkan. Hewan-hewan ternak warga akan ditampung di lokasi yang telah ditentukan. “Bisa di lapangan desa atau di Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo,” katanya.

Di bagian lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, mulai mengirimkan bantuan untuk kebutuhan pengungsi di Boyolali. Logistik tersebut merupakan barang yang dibutuhkan warga saat mengungsi.

Logistik yang dikirimkan tersebut berupa tikar sebanyak 20 lembar, matras 20 lembar dan tenda gulung 20 buah. Selain itu juga peralatan dapur, perlengkapan makan dan peralatan kesehatan masing-masing 20 paket.

Logistik tersebut diserahkan BPBD Jateng kepada BPBD Boyolali yang diterima langsung Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo.

Selanjutnya, BPBD Boyolali akan mendistribusikan logistik kebutuhan pengungsi tersebut ke TPPS Desa Tlogolele.

Kasi Peralatan BPBD Jateng Iwan Budianto mengatakan, BPBD Jateng siap menyalurkan bantuan lainnya. Saat ini sedang diinventarisasi tentang kebutuhan, khususnya makanan, seperti beras, mi instan, lauk pauk dan air mineral. “Untuk pemenuhan dasar pengungsi,” kata Iwan Budianto di kantor BPBD Boyolali.

Logistik dari BPBD Jateng itu selanjutnya akan langsung diserahkan ke tim siaga desa Tlogolele. Ini agar memudahkan bila nanti sewaktu-waktu dibutuhkan warga. (wid/ren/bun/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ketatnya Syarat Kesehatan Tekan Jumlah Jamaah Meninggal

Ketatnya Syarat Kesehatan Tekan Jumlah Jamaah Meninggal

Musim haji berakhir sekitar dua pekan lagi. Sebagian besar jamaah haji sudah pulang ke Tanah Air.


Formasi Detail CPNS Belum Semua Diterima Instansi

Formasi Detail CPNS Belum Semua Diterima Instansi

Aktivasi website untuk pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka kurang dari sepuluh hari lagi.


Anggaran Ganti Rugi Menunggu Presiden

Anggaran Ganti Rugi Menunggu Presiden

Pemerintah belum memutuskan lagi pencairan sisa dana talangan untuk ganti rugi korban luapan Lumpur Lapindo.


Rupiah Melemah Lagi Hingga Rp14.815 per Dolar

Rupiah Melemah Lagi Hingga Rp14.815 per Dolar

Pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berlangsung membuat pemerintah cukup disibukkan.


Hujan Lebat Mulai Mengguyur, September Masuk Pancaroba

Hujan Lebat Mulai Mengguyur, September Masuk Pancaroba

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah daerah kemarin (2/9) mulai diguyur hujan.


Eni Diperintah ”Kawal” PLTU Riau 1

Eni Diperintah ”Kawal” PLTU Riau 1

Konstruksi dugaan suap kesepakatan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1 perlahan mulai terang.


Erupsi Semeru Mulai Ganggu Penerbangan

Erupsi Semeru Mulai Ganggu Penerbangan

Erupsi Gunung Semeru kemarin membuat Maskapai Garuda Indonesia mengalihkan penerbangan dari Jakarta menuju Malang ke Surabaya.


Senin Mangkir, Romy Dipanggil KPK Lagi Besok

Senin Mangkir, Romy Dipanggil KPK Lagi Besok

Penyidikan kasus dugaan korupsi usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 terus berkembangan.


PKS Mulai Ancam Keluar dari Koalisi

PKS Mulai Ancam Keluar dari Koalisi

Hasil pertemuan segi tiga antara Gerindra, PAN, dan PKS belum memastikan posisi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto.


Menkes Minta Ditunda, BPJS Ngotot

Menkes Minta Ditunda, BPJS Ngotot

Dampak dikeluarkannya peraturan direktur jaminan pelayanan kesehatan (perdiyan) BPJS Kesehatan sudah mulai dirasakan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!