Nasional
Share this on:

Milenial Menguat Isi Kursi Kabinet

  • Milenial Menguat Isi Kursi Kabinet
  • Milenial Menguat Isi Kursi Kabinet

JAKARTA - Bursa calon menteri yang mengisi kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin terus bermunculan. Termasuk wacana calon menteri usia muda. Kans generasi milenial untuk ikut mengisi gerbong kursi menteri terbuka lebar.

Sinyal tersebut justru pertama kali diletupkan Presiden Joko Widodo saat ditanya wartawan 30 Juni lalu. Pertimbangan presiden agar anak-anak muda bisa belajar mengelola pemerintahan.

Direktur Eksekuitif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan keberadaan menteri muda di kabinet Jokowi-Maruf sangat terbuka lebar. Apalagi presiden sudah memberi sinyal. Hanya saja dia meminta yang disodorkan ke presiden tidak sosok muda secara usia.

"Tapi juga kapabel dan berintegritas. Juga punya jaringan luas," papar Pangi, kemarin (7/7).

Calon menteri muda juga harus punya kemampuan dan gagasan terobosan. Bisa mengikuti ritme kerja presiden. Atau minimal mengimbagi dan tahu betul apa yang diinginkan presiden.

Menurut Pangi, anak-anak muda dalam barisan menteri bukanlah hal yang baru. Itu dipratekkan dengan terpilihnya Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia bernama Syed Saddiq Syed Abdul Rahman. Anak buah Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad itu saat ini baru berusia 26 tahun.

"Jadi anak muda jadi menteri bukan hal baru," tuturnya.

Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Saddam Al Jihad menyambut positif wacana anak muda masuk kabinet pemerintahan. Menurutnya, itu sebagai bentuk ketersambungan antargenerasi.

"Niat presiden sudah bagus. Agar anak muda bisa belajar mengelola negara. Karena yang melanjutkan estafet ini kan pemuda," paparnya.

Menteri dari kalangan milenial, tambah dia, bisa membangun youth government atau pemerintahan pemuda. Youth government adalah sistem tata kelola pemerintahan yang bertumpu gagasan dan inovasi.

Organiasi pemuda, sambungnya, tidak setuju kalau anak muda hanya disandingkan dengan jabatan menpora saja. Namun bisa juga di bidang yang lain. Tergantung kemampuas dan disiplin ilmu yang dimiliki.

Salah seorang di antaranya adalah Arief Rosyid mantan ketua PB HMI. Yang bersangkutan juga dikenal sebagai dokter gigi. Nama lainnya yang juga dimunculkan adalah mantan ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sahat Sinurat. Selain aktivis, dia juga seorang teknokrat dan alumnus magister studi pembangunan ITB.

"Di sini anak muda bisa memulai perannya," tandasnya.

Semenatar itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Idenf) Enny Sri Hartati sepakat nama-nama calon menteri harus mulai dimunculkan saat ini. Dengan begitu masyarakat, kata dia, bisa memberi penilaian secara terbuka. Apakah yang bersangkutan punya kemampuan dan integritas atau tidak.

"Presiden bisa menjadikan masukan masyarakat untuk melihat calon pembantunya," imbuhnya.

Menurutnya, semakin banyak parpol memunculkan nama-nama calon menteri, maka kesempatan publik untuk menilai yang bersangkutan juga semakin besar. Dan itu bagus untuk mengontrol kualitas pemerintahan ke depan.

Di sisi lain, dia menyinggung tentang kondisi bidang ekonomi. Dia menilai bidang ekonomi musti harus mendapat perhatian lebih besar di periode 2019-2024. Dikatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cendrung stagnan. Yaitu berkisar pada angka 5 persen.

"Dikomparasikan dengan besarnya angka pencari kerja baru, pertumbuhan ini belum lah cukup," imbuh Enny.

Disampaikan, tim ekonomi yang dibentuk nanti harus mampu menjawab persoalan itu. "Harus betul-betul sosok yang tepat. Karena ini salah satu pekerjaan utama pemerintah periode lima tahun mendatang," jelasnya.

Lebih jauh diungkapkan, tidak relevan mendikotomikan menteri bidang ekonomi harus dari unsur parpol dan profesional. Harus ditekankan pada sosok yang kompeten dan berintegritas. Tetapi mempercayakan tim ekonomi dan bidang teknis lainnya pada kalangan profesional dapat mengurangi resiko.

"Kalau menteri bidang ekonomi dari parpol ada resikonya. Harus diwaspadai bidang ini bisa menjadi ATM parpol," tegas perempuan berkerudung itu.

Sejalan dengan itu, Presiden Joko Widodo juga menegaskan sinyal menguatnya sejumlah kalangan milenial yang bakal mengisi kursi kabinet 2019-2024. "Kita ingin ada yang muda-muda dalam rangka regenerasi ke depan. Kenapa sih? Kan menteri bolehlah yang umur 20-25 tahun. Atau 25-30 tahun. Biar yang muda-muda bisa belajar kepemimpinan negara, papar Presiden Jokowi," tuturnya belum lama ini. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

10 Menteri Paling Sering Diberitakan

10 Menteri Paling Sering Diberitakan

Ada 10 menteri kabinet Jokowi-JK paling yang banyak diberitakan oleh media massa.


Sri dan Susi Layak Dipertahankan, Tjahjo Kumolo Tunggu Perintah

Sri dan Susi Layak Dipertahankan, Tjahjo Kumolo Tunggu Perintah

Kinerja para menteri Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla tak pernah lepas dari sorotan. Terutama warganet di media sosial.


Menteri Harus Profesional, Jangan dari Parpol

Menteri Harus Profesional, Jangan dari Parpol

residen Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membocorkan komposisi kabinet periode 2019-2024.


Presiden Langgar Undang-Undang, Jika Umumkan Kabinet sebelum Pelantikan

Presiden Langgar Undang-Undang, Jika Umumkan Kabinet sebelum Pelantikan

Wajar jika Presiden Joko Widodo hingga saat ini tutup mulut terkait formasi menteri yang bakal membantunya pada periode 2019-2024.


55 Persen Profesional, Nama Menteri Diumumkan Sebelum Oktober

55 Persen Profesional, Nama Menteri Diumumkan Sebelum Oktober

Presiden Joko Widodo sedikit membocorkan komposisi kabinet periode 2019-2024. Kursi menteri akan diisi 55 persen dari kalangan profesional.


PAN Tak Ingin Kehilangan Kursi Pimpinan MPR

PAN Tak Ingin Kehilangan Kursi Pimpinan MPR

Partai Amanat Nasional (PAN) melemparkan wacana agar pimpinan MPR RI menjadi 10 orang. Ini dilakukan untuk meredakan keributan soal perebutan kursi tersebut.


Kursi dan Caleg DPR RI Belum Ditetapkan

Kursi dan Caleg DPR RI Belum Ditetapkan

KPU baru akan melakukan penetapan setelah seluruh PHPU di MK dijalankan sesuai putusan mahkamah.


PDIP Incar Tiga Kementerian

PDIP Incar Tiga Kementerian

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri blakblakan minta jatah kursi menteri terbanyak di kabinet periode 2019-2024.


Posisi Ketua MPR Masih Tarik Ulur

Posisi Ketua MPR Masih Tarik Ulur

Perebutan kursi pimpinan MPR RI periode 2019-2024 masih terus diperdebatkan.


Ketua MPR Tergantung Presiden

Ketua MPR Tergantung Presiden

Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dikabarkan sepakat memberikan kursi Ketua MPR RI kepada Partai Golkar.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!