Nasional
Share this on:

Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup

  • Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup
  • Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup

JAKARTA - Ratusan pegawai komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berduyun-duyun keluar gedung kemarin. Mereka lantas berbaris rapi, bergandengan tangan, lalu mengitari bangunan, ketika seorang pegawai memberi komando dari atas podium.

Sejurus kemudian, formasi itu membentuk pagar hidup manusia yang mengelilingi gedung KPK. Mereka seolah saling terikat satu sama lain. Pagar hidup yang digelar kemarin (7/2) itu adalah reaksi atas dugaan penganiayaan yang menimpa dua personel KPK.

Yakni, M. Gilang W dan Ahmad Fajar. Keduanya diduga dipukuli ketika melaksanakan tugas mengintai aktivitas pejabat Pemprov Papua di Hotel Borobudur, Jakarta pada Sabtu (2/2) lalu. Hingga kini, kasus yang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya itu belum terungkap pelakunya.

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan bahwa rantai manusia yang membentuk pagar hidup itu merupakan aksi solidaritas untuk dua petugas tersebut. Aksi itu sebagai simbol bahwa pegawai KPK akan saling melindungi satu sama lain ketika badai teror menerjang.

"Kami akan tetap saling melindungi sesama pegawai dalam rangka penangkapan para koruptor yang ada di negeri ini," ujarnya.

Teror terhadap dua pegawai KPK itu, menurut Yudi, merupakan yang ke 10 selama empat tahun terakhir. Sebelumnya, pada Januari lalu teror juga menyasar dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif. Teror dilakukan dengan cara menaruh bom (rumah Agus) dan melempar bom molotov (rumah Laode). Sampai saat ini, pelaku teror belum terungkap.

"Kami mengutuk keras dan mengecam (penganiayaan, Red) karena teman kami sedang melaksanakan tugas," ungkap Yudi berapi-api.

Menurut dia, tidak sepantasnya pegawai KPK sebagai penegak hukum mendapat perlakuan semacam itu. Apalagi, sampai menderita luka retak di bagian hidung akibat pukulan keras.

Selain itu, Yudi juga menyayangkan upaya mengaburkan fakta yang dilakukan sejumlah pihak terkait penganiayaan tersebut. Dia memastikan, penganiayaan itu benar terjadi.

Pernyataan itu membantah pernyataan Pemprov Papua yang menyebut tidak terjadi pemukulan terhadap dua pegawai KPK. "Kepolisian sudah masuk proses penyidikan, artinya benar terjadi peristiwa tindak pidana," ungkapnya.

Yudi pun meminta pihak kepolisian memprioritaskan penanganan dugaan pemukulan tersebut. Dengan sesegera mungkin menangkap pelaku penganiayaan. Hal itu diharapkan bisa menjadi dukungan program pemberantasan korupsi yang diusung pemerintah. (tyo/git/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Serahkan Petisi Tolak Remisi Susrama
Serahkan Petisi Tolak Remisi Susrama

Berita Sejenis

Rekrutmen CPNS Tahun Ini Pemda 30 Persen, PPPK 70 Persen

Rekrutmen CPNS Tahun Ini Pemda 30 Persen, PPPK 70 Persen

Pemerintah memastikan rekruitmen pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali digelar tahun ini.


KPK Larang ASN Terima Parsel

KPK Larang ASN Terima Parsel

KPK mengimbau penyelenggara negara tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun saat Bulan ramadan maupun Idul Fitri.


Presiden Didesak Rombak Pansel KPK

Presiden Didesak Rombak Pansel KPK

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi (KMSAK) mendesak Presiden Jokowi merombak struktur pansel KPK.


Presiden Tetapkan Sembilan Anggota Pansel KPK

Presiden Tetapkan Sembilan Anggota Pansel KPK

Presiden Jokowi akhirnya menetapkan sembilan anggota pansel calon pimpinan KPK untuk masa jabatan tahun 2019-2023.


Diputus Situng Salah Input, KPU Harus Minta Maaf

Diputus Situng Salah Input, KPU Harus Minta Maaf

Kesalahan dalam penggunaan Sistem Informasi Pengitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan masalah klasik.


Nama-nama Pansel KPK Sudah Dikantongi Jokowi

Nama-nama Pansel KPK Sudah Dikantongi Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan, pansel tersebut diputuskan pada pekan ini.


Lebaran, Pejabat Diwanti-wanti Tak Terima Gratifikasi

Lebaran, Pejabat Diwanti-wanti Tak Terima Gratifikasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan semua pejabat negara menolak gratifikasi hari raya.


Panitia Seleksi KPK Harus Segera Dibentuk

Panitia Seleksi KPK Harus Segera Dibentuk

Masa jabatan Agus Rahardjo sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal segera berakhir tahun ini.


Sofyan Melawan, Gugat KPK lewat Praperadilan

Sofyan Melawan, Gugat KPK lewat Praperadilan

Dirut PLN (nonaktif) Sofyan Basir mengikuti jejak eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy mengajukan praperadilan.


KPK Segera Rilis Temuan Terbarunya, Imam Nahrawi di Ujung Tanduk

KPK Segera Rilis Temuan Terbarunya, Imam Nahrawi di Ujung Tanduk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal segera menetapkan status hukum Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!