Nasional
Share this on:

Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

  • Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas
  • Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

JAKARTA - Tiga orang narapidana kasus terorisme bakal bebas dari Nusakambangan dalam waktu dekat. Sayangnya, ketiganya diduga masih memiliki paham radikal. Bahkan, dua diantaranya memiliki kemampuan untuk merakit bom.

Sesuai informasi yang diterima Jawa Pos, tiga napi yang akan bebas bernama David Kurniawan alias Kalash Nikov alias Budi, Dzulkifli Lubis alias Abu Irhab dan Harun Norrosyid alias Dzulfikar.

Dua orang yang memiliki kemampuan merakit bom adalah David dan Harun. Kemampuan keduanya merakit bom diajarkan oleh Abu Hanifah alias Achmad Widodo yang saat ini masih dipenjara di Lapas Narkotika Nusakambangan.

David saat ini menjalani hukuman di Lapas Besi dan dua napi lainnya dipenjara di Lapas Pasir Putih Nusakambangan. Kabidhumas Polda Jawa Tengah AKBP Agus Triatmaja menuturkan, pembebasan ketiganya berbeda-beda, untuk David pada 5 Februari, Dzulkifli pada 28 Februari dan Harun pada 24 Maret.

”Tahun ini semua,” terangnya.

Ketiganya selain masih memiliki ideologi radikal juga beberapa kali membuat keonaran di dalam Lapas. ”Karena itu, kami berupaya memantaunya,” ujarnya singkat, sembari menyudahi pembicaraan dan menyebut sedang berada di lapangan untuk menjaga pertandingan Piala Presiden.

Sementara Pengamat Terorisme Al Chaidar mengatakan, terpidana kasus terorisme yang masih berhaluan keras tentunya perlu menjadi perhatian. Sebab, berulang kali aksi teror itu dilakukan oleh residivis kasus teros. Salah satu yang terbesar adalah aksi teror Thamrin beberapa waktu lalu.

”Pelakunya yang bernama Afif itu residivis,” ujarnya.

Namun begitu, dia percaya bahwa Polri memiliki rencana untuk bisa mencegah aksi teror dilakukan residivis. Sebelumnya, pemimpin ideologis Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Amman Abdurrahman juga ditangkap sesaat setelah bebas. ”Tentunya harus ada rencana agar tidak ada aksi teror lagi,” jelasnya.

Tiga napi kasus teror yang masih radikal itu juga menunjukkan perlunya perkuatan deradikalisasi. Yang diharapkan mampu untuk bisa membuat narapidana kasus teror kembali ke pangkuan ibu pertiwi. ”Keberhasilan deradikalisasi sudah banyak, tentu perlu diperkuat,” ujarnya.

Selain adanya rencana kebebasan narapidana kasus teror, Densus 88 Anti Teror juga menangkap dua terduga teroris di Karanganyar. Keduanya bernama Eko Mulyono dan Sumanto.

Keduanya ditangkap karena diduga mengetahui adanya perakitan bom yang dilakukan kelompok teror yang berbasis di Sragen. ”Saya hanya bisa membenarkan,” ujar Agus Triatmaja. (idr/jpgh)

Berita Sebelumnya

KPK Segera Tahan Zumi Zola
KPK Segera Tahan Zumi Zola

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemudik Roda Dua dan Pribadi Turun

Pemudik Roda Dua dan Pribadi Turun

Puncak arus mudik pertama yang diperkirakan Kementerian Perhubungan bisa dianggap lancar. Jumlah pemudik dengan kendaraan roda dua pun berkurang.


Densus 88 Gagalkan Serangan Bom ke DPR

Densus 88 Gagalkan Serangan Bom ke DPR

Densus 88 Anti Teror berhasil mencegah terjadinya serangan aksi bom yang akan menyasar gedung DPR, Sabtu (2/6) lalu.


Pelaku Candaan Bom Bisa Dipenjara

Pelaku Candaan Bom Bisa Dipenjara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memberi tindakan tegas berupa tuntutan hukum terhadap pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom.


Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online

Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online

Pemerintah berhasil menstabilkan harga kebutuhan pokok sejauh ini.


Kejar Target, Lusa RUU Terorisme Diketok

Kejar Target, Lusa RUU Terorisme Diketok

Pembahasan RUU Antiterorisme terus dikebut. DPR menarget Jumat akhir pekan ini atau lusa (25/5) sudah bisa membawa RUU tersebut ke paripurna untuk kemudian dike


Empat Anak Bomber Jadi Saksi Mahkota

Empat Anak Bomber Jadi Saksi Mahkota

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan empat anak terduga teroris bakal jadi saksi mahkota.


Otak Bom Bunuh Diri di Surabaya, Baru Pulang dari Syria

Otak Bom Bunuh Diri di Surabaya, Baru Pulang dari Syria

Serangan aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya kemarin, dilakukan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).


Bom Ada yang Diletakan di Perut, Dipangku, dan Diledakan Dalam Mobil

Bom Ada yang Diletakan di Perut, Dipangku, dan Diledakan Dalam Mobil

Aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi, ternyata adalah satu keluarga.


TPM: Kemarahan Para Napi Akumulatif

TPM: Kemarahan Para Napi Akumulatif

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan menilai kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, adalah akumulasi kemarahan para napi.


Jangan Kuatir, Kartu Seluler Lama Anda Masih Bisa Diregistrasi

Jangan Kuatir, Kartu Seluler Lama Anda Masih Bisa Diregistrasi

Registrasi kartu seluler memang telah berakhir pada 30 April lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!