Nasional
Share this on:

Nari Ditahan, Setnov Kembali Diperiksa

  • Nari Ditahan, Setnov Kembali Diperiksa
  • Nari Ditahan, Setnov Kembali Diperiksa

Foto: jawa pos

JAKARTA - Usai menahan tersangka kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP) Markus Nari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menggelar penyidikan.

Hari ini, penyidik menggelar pemeriksaan terhadap tiga terpidana yang telah menjalani pemeriksaan. Mereka adalah mantan Ketua DPR Setya Novanto, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari) terkait tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) secara nasional," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/4).

Febri menjelaskan, pemeriksaan terhadap ketiga terpidana dilakukan guna mendalami proses penganggaran serta pengajuan penambahan anggaran. Hal ini, kata dia, lantaran kasus yang menjerat Markus Nari memiliki ruang lingkup berbeda.

"Karena ada ruang lingkup kasus yang agak berbeda dalam kasus dengan tersangka MN (Markus Nari) ini. Fokusnya selain kasus yang sudah ada ini adalah terkait dengan penambahan anggaran pada KTP elektronik," paparnya.

Lebih lanjut diterangkan Febri, penyidik menghadirkan Setnov untuk dimintai keterangan perihal penganggaran e-KTP. Karena, saat dugaan kasus tersebut terungkap, Setnov masih menjabat sebagai pimpinan fraksi Golkar yang mengetahui perihal anggaran tersebut.

"Dan peran-peran SN (Setya Novanto) dalam proses persidangan yang sudah terungkap juga penting dalam proses penyidikan," tukasnya.

Febri menyatakan, penyidikan idak hanya akan berhenti pada para tersangka yang telah ditetapkan. Ia menegaskan, penyidik pasti akan terus menelusuri dugaan keterlibatan anggota DPR lainnya.

Diketahui, KPK menetapkan Markus Nari sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada Juli 2017 lalu. Markus diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi dalam pengadaan paket e-KTP tahun anggaran 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.

KPK menduga Markus berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek e-KTP di DPR. Dalam persidangan kasus tersebut, Markus bersama pihak lain disebut pernah meminta uang Rp5 miliar kepada Irman pada 2012. Diduga, dari jumlah tersebut, Markus telah menerima Rp4 miliar.

Uang tersebur diduga digunakan untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek e-KTP tahun 2013 senilai Rp1,49 triliun.

Ini merupakan kasus kedua yang menjerat Markus. Seperti diketahui, ia juga menyandang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan menghalangi, merintangi, atau menggagalkan penyidikan dan penuntutan perkara e-KTP oleh KPK.

Markus Nari sendiri menjadi tersangka kedelapan dalam kasus yang tengan disidik KPK tersebut. Ketujuh tersangka lain telah divonis bersalah oleh majelis hakim. Mereka adalah dua pejabat Kemendagri, Irman, dan Sugiharto; bos Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo; pengusaha pengatur tender proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, serta pengusaha Made Oka Masagung. (riz/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

KPU Teliti Keaslian Surat Suara
KPU Teliti Keaslian Surat Suara

Berita Sejenis

Kesejahteraan Guru di Papua Minta Diperhatikan

Kesejahteraan Guru di Papua Minta Diperhatikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali normal pascakonflik sosial di Wamena, Papua.


Terduga Teroris Siapkan Bom Kimia Beracun

Terduga Teroris Siapkan Bom Kimia Beracun

Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penegakan hukum secara prefentive strike terhadap enam terduga teroris di Jawa Barat dan Jawa Tengah.


Sandiaga Uno Deklarasikan Diri Bergabung Gerindra Lagi Hari Ini

Sandiaga Uno Deklarasikan Diri Bergabung Gerindra Lagi Hari Ini

Mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno akan kembali ke Partai Gerindra. Dia mengumumkan comeback-nya ke dunia politik melalui video yang diunggah di media sos


Safari Politik Prabowo untuk Hindari Resistensi

Safari Politik Prabowo untuk Hindari Resistensi

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melakukan safari politik. Selasa (15/10) kemarin, Prabowo menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangg


Mahasiswa Diimbau Tak Turun ke Jalan saat 20 Oktober

Mahasiswa Diimbau Tak Turun ke Jalan saat 20 Oktober

Sejumlah mahasiswa yang terkumpul dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), rencananya akan kembali turun berdemonstrasi menjelang pelantikan


Pilkada Bisa Kacau, Mendagri-KPU Harus Tegas

Pilkada Bisa Kacau, Mendagri-KPU Harus Tegas

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali diingatkan untuk bersikap tegas.


Jokowi-SBY Bicarakan Posisi Demokrat

Jokowi-SBY Bicarakan Posisi Demokrat

Presiden Joko Widodo kembali bertemu dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tertutup, Kamis (10/10) kemarin..


Benny Wenda Aktor Pengusiran Warga Non-Papua

Benny Wenda Aktor Pengusiran Warga Non-Papua

Kondisi keamanan Wamena, Jayapura, Papua sudah kembali kondusif. Warga pendatang tak perlu lagi eksodus.


Jika Perppu Diteken, Tak Otomatis Kembali ke UU Lama

Jika Perppu Diteken, Tak Otomatis Kembali ke UU Lama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta berhati-hati dalam menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.


Ananda Badudu: Mahasiswa Pendemo Diproses dengan Tak Etis

Ananda Badudu: Mahasiswa Pendemo Diproses dengan Tak Etis

Sekitar lima jam Ananda Badudu, cucu tokoh Bahasa Indonesia Jus Badudu, diperiksa aparat Polda Metro Jaya usai ditangkap di tempat kosnya, Jumat (27/9) pukul 04



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!