Nasional
Share this on:

Nasib Kapolres Banggai, Antara Pidana dan Etika

  • Nasib Kapolres Banggai, Antara Pidana dan Etika
  • Nasib Kapolres Banggai, Antara Pidana dan Etika

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto.

JAKARTA - Pengusutan dugaan kekerasan berlebihan yang terjadi kala eksekusi lahan di Banggai makin panas. Polri memastikan akan adanya dua kemungkinan pelanggaran, yakni pidana dan etika. Kesimpulan atas kasus tersebut akan segera diketahui dalam waktu dekat.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, investigasi yang masih berjalan ini tentunya akan mengkerucut. Ada dua hasil yang biasanya terjadi dalam pelanggaran yang dilakukan personel, yakni pelanggaran pidana atau etika.

”Kalau etika ya proses sidang etik,” ujarnya.

Namun, bila pidana tentu saja proses hukum harus ditempuh. Dia menjelaskan, polisi itu adalah masyarakat sipil. Tentu saja, bisa dilakukan proses hukum. ”Polisi dan rakyat itu sama, tidak beda. Sipil!,” tegasnya.

Pemeriksaan saat ini sedang berlangsung, ada sejumlah pihak yang dimintai keterangan, dari tingkat Kapolres hingga petugas lapangan. Saksi dari masyrakat juga penting. ”Semua sisi dipelajari,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan itu akan terlihat pelanggaran apa yang dilakukan, juga penyebab dari pelanggaran itu. ”Semua tetap harus menunggu hasil,” papar mantan Wakabaintelkam tersebut.

Sementara Pengamat Institute for Security and Strategis Studies (ISeSS) Bambang Rukminto menjelaskan, arogansi aparat itu sudah ketinggalan zaman. Saat ini zamannya penciptaan keamanan dengan pendekatan preemtif. ”Cegah sebelum terjadi, hilangkan kemungkinan konflik, padamkan api unggun sebelum membakar hutan,” terangnya.

Bila dianalisa kasus sengketa lahan di Banggai itu sebenarnya masalah menahun. Bahkan, bisa dibilang karakter dari daerah itu. Sengketa antar dua keluarga yang pernah memenangkan sidang. ”Keduanya pernah menang dalam persidangan. ini masalah yang pelik,” jelasnya.

Maka, seharusnya sejak awal setiap pimpinan wilayah memiliki rekam masalah tiap daerah. Nah, sengketa lahan itu harusnya sudah menjadi tugas biasa. ”Karena sengketa lama, harusnya terdata bagaimana kondisinya. Serta, bagaimana cara penanganannya,” paparnya.

Kalau justru muncul arogansi petugas, dia mengatakan bahwa hal tersebut tentunya mencurigakan. ”Karena setiap pergantian Kapolres harusnya diberikan pemahaman soal sengketa ini,” ujarnya. (idr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

”Nyanyian” Setnov Dibantah Oka
”Nyanyian” Setnov Dibantah Oka

Berita Sejenis

Curah Hujan Diprediksi Meningkat, Rawan Diikuti Banjir-Longsor

Curah Hujan Diprediksi Meningkat, Rawan Diikuti Banjir-Longsor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim yang membawa potensi hujan disertai dengan kilat dan petir.


Keluarkan Permendikbud Baru untuk PPDB 2019

Keluarkan Permendikbud Baru untuk PPDB 2019

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) baru.


Jelang Debat Capres, Paslon Sepakat Lontarkan Pertanyaan Substantif

Jelang Debat Capres, Paslon Sepakat Lontarkan Pertanyaan Substantif

Pengamanan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan debat paslon presiden dan wakil presiden yang akan berlangsung besok (17/1).


Kapolri Sebut Ada Petunjuk ke Pelaku

Kapolri Sebut Ada Petunjuk ke Pelaku

Penyelidikan teror bom di rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarif dan Agus Rahardjo, mengalami kemajuan.


Nasib MT Namse Bangdzod Masih Misterius

Nasib MT Namse Bangdzod Masih Misterius

Teka-teki lenyapnya kapal Mother Tanker (MT) Namse Bangdzod belum menemui titik terang.


Pencarian Empat Pekerja PT Istaka Karya Terus Berlanjut

Pencarian Empat Pekerja PT Istaka Karya Terus Berlanjut

Sempat jeda saat Natal dan tahun baru, operasi pencarian empat pekerja PT Istaka Karya yang masih hilang dilanjutkan.


Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari

Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari

Vanessa Angel bisa sedikit bernapas lega. Kemarin (6/1) dia resmi menyudahi pemeriksaan melelahkan selama lebih dari 24 jam.


KPK Dalami Pengajuan Hibah KONI Lainnya

KPK Dalami Pengajuan Hibah KONI Lainnya

KPK kembali memeriksa para pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendalami dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


Teroris MIT Punya 10 Anggota dan 3 Pucuk Senjata

Teroris MIT Punya 10 Anggota dan 3 Pucuk Senjata

Kelompok Teroris Majelis Indonesia Timur (MIT) telah diketahui kekuatannya.


OTT di Kemenpora, Menpora Diperiksa Januari

OTT di Kemenpora, Menpora Diperiksa Januari

Bukan hanya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang digoyang skandal suap.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!