Nasional
Share this on:

Nasib MT Namse Bangdzod Masih Misterius

  • Nasib MT Namse Bangdzod Masih Misterius
  • Nasib MT Namse Bangdzod Masih Misterius

JAKARTA - Teka-teki lenyapnya kapal Mother Tanker (MT) Namse Bangdzod belum menemui titik terang. Kemarin (9/1) pencarian oleh tim gabungan TNI Angkatan Laut, Basarnas, Polri, serta Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih nihil.

Kasi Operasi Kantor SAR Jakarta Made Oka Astawa menuturkan, vessel traffic service (VTS) di seluruh Indonesia tidak menangkap sinyal automatic identification system (AIS) dari kapal pengangkut sawit mentah itu hingga pantauan pukul 16.30 kemarin.

Terakhir, lanjut dia, sinyal AIS MT Namse sempat menyala pada Senin (7/1) pukul 21.09 melalui situs marinetraffic.com. Kapal berada di perairan Teluk Jakarta. Bergeser ke selatan dengan koordinat 5’40’29.92 dan timur 108’22’08.90. ”Basarnas bersama 4 kapal KPLP, 2 KRI dari Koarmada I, dan 3 kapal Polairud, tapi nggak ketemu,” ucap Made.

Nyala sinyal AIS juga tidak lama. Kurang dari lima menit. Made menyebut sinyal AIS MT Namse sudah menyala tiga kali per 1 Januari 2019. Sekali pada Kamis (3/1) dan 2 kali Senin lalu (7/1).

’’Kalo begini berantem terus sama pimpinan. Pimpinan yang memantau bilang kok nggak ketemu-ketemu, tapi orang faktanya memang nggak ada, bagaimana?” celetuknya.

Jika melihat ke belakang, kata Made, kapal yang berbobot 1.950 ton itu pernah dibajak dua kapal MT 3 Dolphin dan MT Tere pada 2011. Saat itu kapal mengangkut 1.800 ton bahan bakar minyak dari Surabaya menuju Samarinda.

Sesampai di perairan perbatasan Singapura-Indonesia, kapten kapal MT Namse Abdul Yusuf meluncurkan parasut darurat kepada kapal patroli Police Guard Singapura. ’’Infonya kru kapal bekerja sama dengan pembajak saat itu, 13 ABK disandera,’’ kata Made.

Sementara itu, TNI-AL yang turut membantu pencarian belum mendapat laporan progres yang signifikan. Unsur kapal perang yang dikirim dari markas Komando Armada I di Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih berusaha mencari kapal dengan 12 awak tersebut.

Menurut Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho, ketika MT Namse Bangdzod terdeteksi berada di wilayah Laut Jawa, tim gabungan langsung merapat. Namun, mereka tidak menemukan kapal tersebut.

”Beberapa hari lalu sempat terdeteksi AIS (automatic identification system) dan data dari marine traffic posisinya berada di Teluk Jakarta,” ungkap dia.

Perwira menengah TNI-AL itu menjelaskan, kapal yang tengah beroperasi di bawah PT Pelayaran Surabaya Shipping Line tersebut memang tidak terus-menerus menyalakan AIS. Karena itu, data pada marine traffic juga timbul tenggelam.

”Kemungkinan seperti itu, AIS-nya dimatikan,” jelasnya.

Meski demikian, data yang mereka miliki menunjukkan bahwa kapal tersebut tidak karam. Malah ada kemungkinan terus berpindah lokasi.

Untuk itu, Komando Armada I juga berkoordinasi dengan Komando Armada II yang bermarkas di Surabaya. ”Antisipasi kemungkinan kapal tersebut memasuki wilayah Komando Armada II,” terang Agung. Sejauh ini, tim pencari belum mendapat kepastian soal nasib MT Namse Bangdzod.

Ada banyak kemungkinan yang bisa jadi menyebabkan kapal tersebut kehilangan kontak. ”Semua kemungkinan bisa terjadi,” tambahnya. Bisa pembajakan, perompakan, atau malah awak kapal sengaja melarikan kapal tersebut.

”Masih dilakukan pendalaman oleh instansi terkait,” ucap Agung.

Dia menyebut masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Apalagi menyebut kapal itu dibajak. ”Karena sampai saat ini, belum ada tuntutan dari pihak-pihak yang mengklaim bertanggung jawab,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan, instansinya masih mengerahkan unsur kapal perang yang dimiliki untuk mencari tahu dan menemukan kapal milik PT Petronusa Niaga Energy itu. Saat ini Komando Armada I menggerakkan KRI Teluk Cirebon 543 dan KRI Tenggiri 865. Dua KRI itu berganti tugas dengan KRI Usman-Harun 359 dan KRI Sikuda 863 yang lebih dulu diterjunkan untuk mencari kapal tersebut.

Sesuai perintah pimpinan Komando Armada I, kata Agung, tidak ada batas waktu pencarian kapal yang hendak berlayar menuju Pelabuhan Tanjung Priok itu. ”Sesuai perintah Pangkoarmada I untuk pengerahan unsur-unsur KRI dalam melakukan pencarian sampai kapal tersebut ditemukan,” bebernya. Di samping itu, Komando Armada I juga sudah memerintah pangkalan TNI-AL di bawah komando mereka untuk turut membantu pencarian.

Berkaitan dengan pencarian MT Namse Bangdzod, pengamat militer dari Institute for Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyampaikan, ada banyak kemungkinan yang menyebabkan kapal itu hilang. Meski demikian, melihat data pergerakan serta data perjalanan kapal tersebut, bukan tidak mungkin terjadi perompakan.

”MT Namse (Bangdzod) kan sudah dua kali ini kena (masalah),” ungkap Khairul.

Dia menyampaikan, Laut Jawa tempat kapal tersebut hilang kontak sangat luas. Apalagi yang berada di sebelah utara wilayah Karawang, Jawa Barat. ”Jika kapal bisa diambil alih, kemungkinan untuk dibawa ke utara,” jelasnya.

Bisa jadi, sambung dia, kapal itu dibawa ke arah perairan Karimata sampai Selat Malaka. ”Misalnya, dibutuhkan persembunyian sementara, ada banyak gugusan pulau kecil yang memadai untuk itu,” bebernya. (han/syn/c7/ttg/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengiriman TKI ke Hong Kong Masih Dibahas

Pengiriman TKI ke Hong Kong Masih Dibahas

Pemerintah Indonesia nampaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil langkah untuk menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia (WNI)


Bawaslu Komitmen Jaga Kepercayaan Publik

Bawaslu Komitmen Jaga Kepercayaan Publik

Meski penyelenggaraan Pemilu 2019 telah usai, masih ada sejumlah laporan yang harus diselesaikan.


GBHN Harus untuk Rakyat bukan Elite Politik

GBHN Harus untuk Rakyat bukan Elite Politik

Wacana dihidupkannya kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) masih menuai pro dan kontra.


Jelang Pilkada Serentak, PR KPU Masih Banyak

Jelang Pilkada Serentak, PR KPU Masih Banyak

Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan penyelenggara pemilu untuk pilkada serentak 2020 mendatang.


Ayo Ungkap Siapa Penumpang Gelapnya

Ayo Ungkap Siapa Penumpang Gelapnya

Siapa penumpang gelap yang disebut Gerindra memanfaatkan Prabowo Subianto hingga kini masih misterius.


Soal Calon Tunggal di Pilkada 2020, Bukan Kewenangan KPU

Soal Calon Tunggal di Pilkada 2020, Bukan Kewenangan KPU

Upaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencari cara agar tidak ada calon tunggal dalam Pilkada 2020 masih menjadi pro dan kontra.


Posisi Ketua MPR Masih Tarik Ulur

Posisi Ketua MPR Masih Tarik Ulur

Perebutan kursi pimpinan MPR RI periode 2019-2024 masih terus diperdebatkan.


Soal Meneri Muda Hanya Jokowi dan Tuhan yang Tahu

Soal Meneri Muda Hanya Jokowi dan Tuhan yang Tahu

Calon menteri muda masih terus jadi bahan pembicaraan. Bicara muda, bukan hanya soal usia.


Ketua Parpol Jangan Sodorkan Anaknya Jadi Menteri

Ketua Parpol Jangan Sodorkan Anaknya Jadi Menteri

Perebutan kursi menteri masih menjadi pembicaraan hangat. Sejumlah nama diprediksi bakal mengisi jabatan politis tersebut.


Koalisi Plus-plus Tunggu Waktu

Koalisi Plus-plus Tunggu Waktu

Wacana koalisi plus-plus terus bergulir. Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin mengakui rencana penambahan koalisi masih dibicarakan dengan Presiden Joko Widod



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!