Nasional
Share this on:

Nazaruddin Bisa Jadi Saksi Kunci (Lagi)

  • Nazaruddin Bisa Jadi Saksi Kunci (Lagi)
  • Nazaruddin Bisa Jadi Saksi Kunci (Lagi)

JAKARTA - "Nyanyian" mantan bendahara umum (bendum) Partai Demokrat M. Nazaruddin bisa kembali menjadi andalan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap keterlibatan sejumlah politisi dalam skandal korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). KPK pun dipastikan akan menghadirkan Nazar dalam persidangan terdakwa Setya Novanto (Setnov).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, keterangan Nazar memang banyak berkontribusi dalam penanganan sejumlah kasus besar. Salah satunya skandal korupsi berjamaah e-KTP. Dari keterangan terpidana korupsi wisma atlet Palembang itulah KPK bisa menjerat Setnov.

"Namun keterangan tersebut tidak bisa berdiri sendiri dan langsung dipercayai sepenuhnya (oleh KPK)," katanya kepada Jawa Pos, kemarin (9/2).

Febri menjelaskan, semua keterangan Nazar yang diberikan ke KPK tetap dicek kebenarannya. Dalam proses itu, KPK juga melihat keseuaian dengan bukti-bukti lain yang dimiliki. "Jika (bukti) tidak valid tentu tidak dijadikan dasar dalam proses hukum lebih lanjut," terang mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut.

Penyidik KPK Novel Baswedan menambahkan, Nazar sejatinya memang memiliki peran signifikan dalam skandal korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Bahkan, Nazar ikut terlibat dalam bagi-bagi fee e-KTP ke sejumlah anggota Komisi II dan badan anggaran (banggar) DPR.

"Karena proyek ini (e-KTP) yang kawal kuning (Golkar) dan biru (Demokrat)," urainya kepada Jawa Pos.

Sebelumnya, Novel mengungkapkan adanya pola dalam pembagian fee e-KTP untuk DPR. Pola itu diperoleh dari hasil penyidikan. Salah satunya berasal dari Nazar. Pola pertama, menjelang penetapan anggaran e-KTP pada 2010.

Sedangkan pola kedua dilakukan setiap reses dan ketika ada kegiatan DPR. Selain Nazar, yang tahu persis soal realisasi pola itu adalah Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Setnov.

Novel mengatakan, bila pola pertama dieksekusi langsung oleh Nazar dan Andi Narogong serta mantan anggota Komisi II Mustoko Weni, pembagian cara kedua dilakukan melalui mantan ketua Komisi II Chairuman Harahap yang kemudian diganti Agun Gunandjar Sudarsa. Mereka turut merembuk bagaimana bagi-bagi uang ke pimpinan Komisi II, kapoksi dan anggota.

"Kemudian yang membagi (uang) adalah Miryam untuk tahun 2010-2011 dan Markus Nari untuk tahun 2012-2013," ungkap penyidik senior KPK yang juga ketua satuan tugas (kasatgas) penyidikan kasus e-KTP tersebut.

Novel menyatakan, Nazar kala itu memang perpanjangan tangan biru (Demokrat) untuk proyek e-KTP. Karena itu, Nazar mengetahui secara persis bagaimana aliran uang e-KTP untuk DPR. "Sedangkan SN (Setnov) atau kuning (Golkar) pakai Andi (sebagai kepanjang tanganan, Red)," terang mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu tersebut. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

Dua Dokter Diperiksa KPK
Dua Dokter Diperiksa KPK

Berita Berikutnya

Umat Jangan Terprovokasi
Umat Jangan Terprovokasi

Berita Sejenis

Intoleransi Jadi PR Pemerintah Jokowi

Intoleransi Jadi PR Pemerintah Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan memperingati empat tahun masa pemerintahannya pada bulan ini.


Kasus Peluru Nyasar, Dua Orang Resmi Jadi Tersangka

Kasus Peluru Nyasar, Dua Orang Resmi Jadi Tersangka

Polisi telah menetapkan dua orang tersangka atas kasus proyektil nyasar di Gedung DPR RI, Senayan yang terjadi pada Senin (15/10).


Dua Oknum TNI Jadi Kurir Bandar Napi

Dua Oknum TNI Jadi Kurir Bandar Napi

Bandar narkotika terus menyasar aparat pemerintah untuk melancarkan bisnisnya.


Tuntutan Tidak Dituruti, Guru Honorer Mau Mogok Lagi

Tuntutan Tidak Dituruti, Guru Honorer Mau Mogok Lagi

Merasa tuntutannya tidak dituruti pemerintah, mulai hari ini (15/10) guru hunorer kembali menggelar aksi mogok mengajar.


KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali melakukan eksaminasi terkait hasil investigasi Indonesialeaks.


Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik

Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik

Enam jam Amien Rais diperiksa sebagai saksi kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet kemarin.


Harga BBM Naik Lagi

Harga BBM Naik Lagi

Tepat pukul 11.00, Rabu (10/10) hari ini, PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Pendaftaran CPNS online melalui website sscn.bkn.go.id ditutup 15 Oktober atau tinggal lima hari lagi.


BNPB Minta Tambahan Dana Lagi Rp500 Miliar

BNPB Minta Tambahan Dana Lagi Rp500 Miliar

Masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menyedot anggaran besar.


Kebohongan Ratna Bisa Jadi Tutupi Soal Rekening

Kebohongan Ratna Bisa Jadi Tutupi Soal Rekening

Kasus kebohongan Ratna Sarumpaet dinilai tidak berdiri sendiri. Ada kemungkinan, kasus kebohongan itu digunakan untuk menutupi sesuatu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!