Nasional
Share this on:

Optimis Salip Malaysia Tahun Depan

  • Optimis Salip Malaysia Tahun Depan
  • Optimis Salip Malaysia Tahun Depan

JAKARTA - Jumlah publikasi internasional Indonesia tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Bahkan dari sisi jumlah, publikasi internasional Indonesia sepanjang 2018 berada di urutan kedua di ASEAN. Indonesia optimis bisa mengalahkan publikasi Malaysia tahun depan.

Ditemui di sela penganugrahan Sinta Awards di kantor Kemenristekdikti tadi malam, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan saat ini jumlah publilasi internasional Indonesia sudah berjumlah 12.260-an judul. ''Lebih baik dari Singapura yang diurutan ketiga dengan jumlah publikasi sepuluh ribuan,'' katanya.

Nasir menjelaskan saat ini posisi Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Malaysia. Dia menjelaskan publikasi internaisonal Malaysia saat ini mencapai 12.400-an. Menurutnya selisih jumlah publikasi Indonesia dengan Malaysia tidak begitu besar. Sehingga dia optmistis tahun depan bisa mengejarnya.

Menurut Nasir saat ini atmosfer atau iklim akademik di perguruan tinggi sudah baik. Dia mengakui bahwa untuk awalan, kegiatan publikasi internasional itu harus dipaksa terlebih dahulu. Bahkan kewajiban membuat publikasi internasional itu sempat menuai penolakan dari kalangan guru besar kampus negeri maupun swasta.

Dia mengatakan sampai saat ini suara penolakan untuk menerbitkan publikasi internasional masih ada. Tetapi jumlah suara penolakan sudah tidak sebesar tahun lalu. Itu artinya, kata Nasir, kalangan akademisi sudah mulai menerima kewajiban membuat publikasi tersebut.

Nasir mengakui saati ini konsentrasi Kemenristekdikti adalah memperbanyak kuantitas penerbitan dahulu. Upaya berikutnya adalah meningkatkan kualitas publikasi yang sudah diterbitkan. ''Kita ingin kualitas publikasi internasional dari Indonesia kualitasnya juga mendunia,'' jelasnya.

Selanjutnya setelah urusan kualitas publikasi Indonesia meningkat, Nasir menjelaskan harus ada yang diteruskan hingga muncul sebuah karya inovasi. Dia mengatakan Kemenristekdikti siap memfasilitasi pertemuan atau kerjasama antara inovator dengan pemilik modal atau investor.

Lebih lanjur Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemenristekdikti Muhammad Dimyati mengatakan data hingga 22 Juni 2018 berjumlah 12.233 judul. Posisi Indonesia di bawah Malaysia yang mencatatkan jumlah publikasi sebanyak 12.492 judul. Indonesia berhasil mengalahkan Singapura yang mencatatkan publikasi sebanyak 9.543 judul.

Menurut Dimyati publikasi ilmiah merupakan wujud pertanggungjawaban sebuah kegiatan penelitian. Dia berharap dengan sekain banyak publikasi internasional itu, kegiatan penelitian di Indonesia semakin dikenal dunia. (wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Kominfo Blokir Aplikasi Tik Tok
Kominfo Blokir Aplikasi Tik Tok

Berita Berikutnya

Jokowi Temui Pimpinan KPK
Jokowi Temui Pimpinan KPK

Berita Sejenis

Kemenlu Berharap Bukan WNI

Kemenlu Berharap Bukan WNI

Beredar kabar bahwa dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penculikan di perairan Semporna, Sabah, Malaysia.


Data NIK Tidak Muncul, Segera Lapor Dinas Dukcapil

Data NIK Tidak Muncul, Segera Lapor Dinas Dukcapil

Pendaftaran CPNS baru tahun lalu, diwarnai keluhan soal input NIK (nomor induk kependudukan).


Separo Kuota CPNS untuk Guru dan Dosen

Separo Kuota CPNS untuk Guru dan Dosen

Prioritas pemerintah dalam rekrutmen CPNS baru tahun ini tetap pada pendidik.


Senin Mangkir, Romy Dipanggil KPK Lagi Besok

Senin Mangkir, Romy Dipanggil KPK Lagi Besok

Penyidikan kasus dugaan korupsi usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 terus berkembangan.


Empat Tahun Sudah 488 Kapal Ditenggelamkan

Empat Tahun Sudah 488 Kapal Ditenggelamkan

Upaya memerangi kasus pencurian ikan (illegal fishing) terus dilakukan dengan penenggelaman kapal.


BSNP Pastikan Kabar Unas Tiga Kali Tidak Benar

BSNP Pastikan Kabar Unas Tiga Kali Tidak Benar

Beredar pesan berantai yang menyinggung tentang ujian nasional (Unas) 2019. Isinya Unas tahun depan digelar tiga kali.


Rutan Kontainer Khusus Teroris Selesai Dibangun Akhir Tahun

Rutan Kontainer Khusus Teroris Selesai Dibangun Akhir Tahun

Polri bekerja cepat untuk membangun rumah tahanan (Rutan) khusus kasus terorisme.


BPJS Kesehatan Kelimpungan, Presiden Diam Saja

BPJS Kesehatan Kelimpungan, Presiden Diam Saja

Konflik peraturan direktur jaminan pelayanan kesehatan (perdiyan) BPJS Kesehatan nomor 2, 3, dan 5 tahun 2018 terus bergulir.


CPNS Guru Minimal Lima Tahun Mengabdi

CPNS Guru Minimal Lima Tahun Mengabdi

Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang rencananya diumumkan pada akhir Juli tertunda.


2019, Warna Pelat Kendaraan Berubah Putih

2019, Warna Pelat Kendaraan Berubah Putih

Mulai tahun depan, warna dasar pelat nomor kendaraan bakal berubah. Dari hitam menjadi putih. Warna angka dan huruf juga berubah menjadi hitam.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!