Nasional
Share this on:

Pasukan Ditambah, Pemerintah Ingin Pastikan Papua Aman

  • Pasukan Ditambah, Pemerintah Ingin Pastikan Papua Aman
  • Pasukan Ditambah, Pemerintah Ingin Pastikan Papua Aman

JAKARTA - Pemerintah akan menambah jumlah personel keamanan tidak hanya di Wamena, tapi juga di Ilaga. Meski sudah dinyatakan kondisi Wamena, Jayapura, Papua, kondusif, pemerintah akan memastikan tak muncul lagi kerusuhan lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto dalam keterangannya mengatakan penambahan pasukan TNI dan Polri ke Wamena dan Ilaga sangat diperlukan. Salah satu alasannya adalah agar situasi di kedua daerah itu benar-benar pulih seperti semula.

“Keamanan itu menjadi kewajiban negara, kewajiban TNI dan kewajiban Polri. Makanya saya datang ke Papua dengan membawa serta Panglima TNI dan Kapolri. Mereka nanti akan menambah pasukan keamanan di situ. Sehingga penambahan pasukan keamanan bisa membuat warga tenang dan para pengungsi yang kini masih tinggal di posko pengungsian segera memiliki tempat tinggal,” kata Wiranto di Timika, Rabu (9/10) kemarin.

Wiranto menegaskan situasi di Wamena dan Ilaga kini sudah aman. Warga sudah banyak yang beraktivitas normal.

“Di Wamena sudah aman, di Ilaga juga kami dapat laporan sudah aman, apalagi Jayapura sudah sangat-sangat normal. Tugas kita sekarang meyakinkan saudara-saudara pengungsi bahwa keadaan itu sudah normal. Kalau sudah normal dan sudah aman, mereka juga ingin kembali ke Wamena dan Ilaga untuk melanjutkan pekerjaan,” katanya.

Dia juga mengatakan, pemerintah akan segera membangun kembali rumah penduduk, tempat usaha (toko, ruko, kios, warung) serta fasilitas umum yang rusak dan dibakar massa saat terjadi kerusuhan. Sebab para pengungsi terutama di Wamena dan Jayapura tidak bisa selamanya hidup di tenda-tenda dan posko-posko pengungsian.

“Recovery fisik untuk membangun ruko-ruko yang rusak, rumah-rumah yang dibakar, instalasi penting seperti PLN dan lain-lain itu sedang dalam proses. Gubernur Papua sudah menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap membangun ruko-ruko yang terbakar dan dirusak, begitupun rumah-rumah. Tapi untuk bangunan berskala besar (seperti Kantor Bupati Jayawijaya), kalau APBD-nya kurang maka akan meminta bantuan dari pusat,” jelas Mantan Panglima ABRI itu.

Selain itu, Pemerintah juga akan melakukan proses pemulihan kondisi mental psikologis para pengungsi yang trauma akibat kehilangan harta benda, maupun kehilangan anggota keluarga.

“Rata-rata mereka semua mau pulang ke Wamena, tempat selama ini mereka mencari nafkah. Kami juga berharap pengungsi dari Ilaga juga sama. Kalau saat ini mereka berada di Timika bersama keluarga, nanti kalau pasukan sudah mengamankan daerah di sana, mereka bisa kembali ke Ilaga,” katanya.

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw menyatakan bahwa Pemprov Papua dan Pemkab Jayawijaya terus berupaya mempercepat pemulihan kondisi Wamena, termasuk membangun kembali bangunan dan rumah-rumah yang hancur akibat kerusuhan massa pada 23 September lalu.

“Pemprov dan Pemda setempat akan membantu pemulihan bangunan-bangunan yang rusak dan terbakar dengan cara membuat bangunan dari bahan papan secara temporer agar warga di pengungsian bisa segera kembali,” katanya.

Meski Kapolda mengatakan situasi Kota Wamena sudah aman dan kondusif. Namun, masih ada pengungsi yang memilih tinggal di posko pengungsian seperti di Polres dan Kodim Jayawijaya serta berbagai tempat ibadah di Kota Wamena.

Irjen Paulus juga mengatakan saat ini pihak TNI dan Polri telah menambah anggota ke Wamena. Saat ini, sebanyak 13 Polda dari berbagai wilayah di Indonesia telah membantu pengamanan di wilayah Papua.

Adapun personel keamanan yang disiagakan di Wamena kini sebanyak 534 orang dari Brimob Nusantara dan pada Rabu siang telah dikirim lagi dari Jayapura sebanyak 100 orang.

Selain itu, katanya, beberapa satuan setingkat kompi/SSK nantinya akan dikirim ke beberapa kabupaten di wilayah pegunungan Papua guna membantu pengamanan di daerah-daerah yang dianggap rawan seperti Mamberamo Tengah, Yalimo, Tolikara, Lanny Jaya dan beberapa kabupaten lainnya.

Terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan akses internet di Papua sudah kembali normal setelah sebelumnya di sejumlah wilayah diblokir sejak akhir Agustus hingga September.

“Sudah lama (normal). Saya sampai lupa (kapan dicabut) malah. Sudah diaktifkan datanya, semuanya diaktifkan. Memang waktu kejadian di Wamena dinonaktifkan sebentar, di Wamena saja, tapi setelah itu sudah tidak ada lagi (blokir),” kata Rudiantara di Istana Wapres Jakarta, Rabu.

Pemblokiran akses internet tersebut dilakukan Pemerintah untuk menekan penyebaran hoaks di tengah kondisi kericuhan di Papua. Terkait penyebaran hoaks Rudiantara mengaku tidak mengetahui data pastinya, namun dia memastikan bahwa angkanya menurun drastis. (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Pasal Makar Digugat ke MK
Pasal Makar Digugat ke MK

Berita Sejenis

Prabowo: Kekuatan Pertahanan Rahasia, Tak Boleh Bocor

Prabowo: Kekuatan Pertahanan Rahasia, Tak Boleh Bocor

Ketidaktepatan membeli alat pertahanan menjadi sorotan Komisi I DPR RI. Anggaran besar yang digelontorkan pemerintah untuk memperkuat persenjataan dinilai pembo


Buruh Dukung Subsidi BPJS Kesehatan Kelas III

Buruh Dukung Subsidi BPJS Kesehatan Kelas III

Rencana pemberian subsidi oleh pemerintah bagi peserta mandiri BPJS Kesehatan kelas III mendapat apresiasi buruh.


Pendaftaran ASN Mulai Dibuka Hari Ini

Pendaftaran ASN Mulai Dibuka Hari Ini

Pemerintah membuka tiga jalur, yakni calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan kedinasan pada seleksi CPNS 2019.


Pemerintah Buka Opsi Gunakan PLTN

Pemerintah Buka Opsi Gunakan PLTN

Kemenristek akan tetap mempersiapkan opsi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan listrik masa depan.


Tata Kelola Guru Madrasah Ditinjau Ulang

Tata Kelola Guru Madrasah Ditinjau Ulang

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) tengah meninjau ulang sejumlah regulasi terkait tata kelola guru dan tenaga kependidikan madrasah.


Apa Benar Ada 70.400 Desa di Indonesia?

Apa Benar Ada 70.400 Desa di Indonesia?

Pemerintah langsung menerjunkan tim untuk menyelidiki kabar dugaan desa fiktif yang membuat Istana gerah.


Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Tetap Disubsidi

Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Tetap Disubsidi

Pemerintah akan memberikan subsidi bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas III.


CPNS 2019 Khusus Formasi Tenaga Profesional

CPNS 2019 Khusus Formasi Tenaga Profesional

Pemerintah menegaskan tak membuka formasi tenaga administrasi dalam seleksi penerimaan calon pegawai negri sipil (CPNS) 2019.


Golkar Guncang, Pemerintah Bisa Kena Dampaknya

Golkar Guncang, Pemerintah Bisa Kena Dampaknya

Kekuatan Golkar dalam percaturan politik Indonesia dinilai sangat penting. Karena itu, internal Golkar harus solid.


Kebangetan, Pacul Saja kok Diimpor

Kebangetan, Pacul Saja kok Diimpor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik keras kebiasaan para pejabat pengadaan barang dan jasa pemerintah yang suka mengimpor barang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!