Nasional
Share this on:

Pasutri Penusuk Wiranto Anggota JAD Bekasi

  • Pasutri Penusuk Wiranto Anggota JAD Bekasi
  • Pasutri Penusuk Wiranto Anggota JAD Bekasi

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto diserang sepasang suami-istri, saat berada di depan pintu gerbang kampus Universitas Mathla'ul Anwar (Unima), di Jalan Raya Pandeglang Labuan KM 23, Saketi, Pandeglang, Kamis (10/10) siang. Akibatnya Wiranto menderita dua luka tusuk di bagian perut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penyerangan terjadi sekitar pukul 11.50 wib, usai Wiranto memberi kuliah umum di kampus Unima yang dihadiri oleh 1.000 orang peserta, dan sejumlah pejabat dan para tokoh daerah setempat, termasuk Kapolda Banten.

Dijelaskan Dedi, peristiwa terjadi saat Wiranto hendak meninggalkan lokasi dan menyapa sejumlah warga masyarakat di sana. Sepasang suami istri yang kemudian diketahui bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) dan Fitri Andriana Binti Sunarto (21) tiba-tiba mendekati. Awalnya dikira hendak bersalaman dengan Wiranto. Namun justru menyerang dengan senjata tajam.

"Atas kejadian ini pak Wiranto terluka di bagian depan (perut), sementara itu dua orang yang diduga pelaku pun langsung diamankan. Tapi saat ingin mengamankan yang laki-laki anggota kami, yakni Kapolsek Menes Kompol Darianto juga ikut jadi korban setelah tertusuk di bagian belakangnya (punggung)," kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10).

"Jadi, setelah kejadian itu Pak Wiranto dan Kapolsek langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah setempat. Adapun untuk dua orang diduga pelaku dibawa ke Polres Pandeglang untuk menjalani pemeriksaan penyidik Polres, Polda Banten, dan juga Tim Densus 88 antiteror Mabes Polri," sambungnya.

Dalam pemeriksaan, ternyata Abu Rara masuk dalam kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. "Sudah bisa dipastikan pelaku termasuk dalam Kelompok JAD Bekasi," katanya.

Dedi mengatakan, jaringan JAD Bekasi dipimpin oleh Abu Zee Ghurobah yang telah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada tanggal 23 September 2019 lalu bersama 8 terduga teroris lainnya. "Seorang lainnya ditangkap di Jakarta Utara," ucapnya.

Terkait dugaan lengahnya pengamanan? Dedi dengan tegas menampiknya. "Ini tidak bisa disebut kecolongan mas, karena saat kejadian itu memang saat interaksi pejabat dan masyarakat bertemu, berjabat tangan dan yang mendekati, serta bersua foto. Dan memang seperti itu, hal kan biasa. Kalaupun soal pengamanan ya standar, karena memang ada pengamanan yang melekat kepada pejabat itu juga, ditambah dengan pengamanan wilayah, dan lain-lain," tuturnya.

Senada, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menyebut pihaknya sudah lama memantau pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto.

"Kita sudah bisa mengindentifikasi bahwa pelaku adalah dari kelompok JAD Bekasi. Kita tahu bahwa saudara Abu Rara ini, dulu adalah dari sel JAD Kediri, kemudian pindah. Sudah kita deteksi pindah ke Bogor, kemudian karena cerai dengan istri pertama pindah ke Menes," kata Budi di RSPAD Gatot Soebroto.

Dia mengungkapkan, bahwa Abu Syamsuddin yang memfasilitasi untuk pindah ke Menes. Budi merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Dia pun mendoakan kesembuhan Wiranto.

BG mengatakan JAD jaringan Menes telah masuk daftar operasi BIN dan Abu Syamsuddin sudah dideteksi untuk dilakukan penangkapan. "Kegiatan dari pada yang bersangkutan memang sudah dideteksikan bahwa saat ini sedang dalam pengembangan untuk menangkap," tandasnya.

Untuk diketahui dalam penyerangan itu tga orang terluka. Menkopolhukam Wiranto mengalami luka tusuk di perut dan kini tengan dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Kapolsek Menes Kompol Darianto mengalami luka tusuk di punggung dan menjalani perawatan di RSU Pandeglang. Kemudian, selain dua korban itu juga kabarnya ada satu orang warga yang ikut jadi korban atas nama Fuad.

Fuad diketahui sebagai mantan Sepri Menkopolhukam yang kebetulan merupakan warga sekitar, dan hendak menemui mantan pimpinannya. Namun ketika niatnya itu akan dilakukan, peristiwa naas dilokasi pun terjadi dan korban ikut terluka tusuk dibagian dadanya saat hendak menangkap pelakunya bersama Kapolsek Menes. Tapi sampai saat ini, posisinya belum terkonfirmasi. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Penyerangan Wiranto Tindakan Biadab
Penyerangan Wiranto Tindakan Biadab

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kecewa dengan Seleksi CPNS, Lapor Ombudsman Saja

Kecewa dengan Seleksi CPNS, Lapor Ombudsman Saja

Anggota Ombudsman Laode Ida menilai seleksi penerimaan kali ini berpotensi banyak pengaduan.


Bos Boeing Ogah Mundur

Bos Boeing Ogah Mundur

Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg menolak seruan berulang kali untuk mundur dari anggota parlemen AS


Lindungi Caleg, UU Parpol Harus Direvisi

Lindungi Caleg, UU Parpol Harus Direvisi

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengkritisi fenomena penggantian calon anggota legislatif terpilih oleh partai politik.


Mulan Jameela di Komisi VII, Meutya Hafidz Pimpin Komisi I

Mulan Jameela di Komisi VII, Meutya Hafidz Pimpin Komisi I

Susunan anggota di 11 Komisi DPR RI periode 2019-2024 plus lima alat kelengkapan dewan (AKD) selesai disusun, Selasa (29/10) kemarin.


Canggih, Ini Keuanggulan Mobil Dinas Menteri yang Baru

Canggih, Ini Keuanggulan Mobil Dinas Menteri yang Baru

Mobil dinas baru untuk anggota Kabinet Indonesia Maju bakal diserahkan untuk operasional menteri pertengahan November nanti.


Enam Terduga Teroris Kelompok Daurat Daulah Ditangkap

Enam Terduga Teroris Kelompok Daurat Daulah Ditangkap

Densus 88 Anti teror Mabes Polri menangkap sejumlah terduga teroris di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi, Sabtu (26/10) lalu.


Penunjukkan Mendikbud Dikti dan Menag Ahistoris dan Asiosiologis

Penunjukkan Mendikbud Dikti dan Menag Ahistoris dan Asiosiologis

Pemilihan anggota Kabinet Indonesia Maju mendapat sorotan. Terutama penunjukan Menteri Agama dan Mendukbud Dikti.


Pelibatan Anak dan Terorisme Tindakan Keji

Pelibatan Anak dan Terorisme Tindakan Keji

Polisi menemukan fakta baru dalam kasus penikaman Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.


Penderita Gangguan Jiwa akibat Game Online di Indonesia Meningkat

Penderita Gangguan Jiwa akibat Game Online di Indonesia Meningkat

Korban yang mengalami gangguan jiwa akibat game online bertambah banyak. Kasus terakhir terungkap di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Veronica Koman Lobi Parlemen Australia

Veronica Koman Lobi Parlemen Australia

Aktivis sekaligus pengacara Hak Asasi Manusia untuk urusan Papua, Veronica Koman, bertemu dengan sejumlah anggota parlemen Australia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!