Nasional
Share this on:

Pekan Kebudayaan Nasional Dinilai Tak Ngefek

  • Pekan Kebudayaan Nasional Dinilai Tak Ngefek
  • Pekan Kebudayaan Nasional Dinilai Tak Ngefek

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN), 7 hingga 13 Oktober mendatang di Istora Senayan, Jakarta. Pengamat pendidikan, Budi Trikorayanto menilai kegiatan tersebut tidak memberikan dampak apa-apa untuk budaya di Tanah Air.

"Pekan budaya, pekan apresiasi pendidikan, jambore ini itu, lomba ini itu dan lain-lainnya. Apa bekasnya bagi budaya kita? Bagi kemajuan sains? Nyaris tidak ada," ujarnya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (29/9) kemarin.

Lanjut dia, bahwa kegiatan tersebut dianggap bersifat keproyekan karena ada uang yang mengalir dalam acara tersebut. "Bukan merupakan program berkelanjutan yang terintegrasi misalnya dengan pendidikan seni budaya di sekolah," ucap dia.

Sebelumnya, Sekretariat Direktorat Jenderak Kemendikbud, Sri Hartini mengatakan, kegiatan PKN tidak hanya menghadirkan artis, musisi, seniman, budayawan, tapi juga permainan tradisional dan tempat ruang interaksi budaya untuk semua kalangan. Selain itu, ada ruang ramah, serta pameran yang diikuti kaum disabilitas.

"Tidak hanya disabilitas fisik, namun juga untuk teman-teman dengan disabilitas mental serta neuro disabilitas, karena PKN hadir tanpa batas usia, profesi, suku, pilihan politik, ataupun agama. Ini adalah ruang inklusif," ujar Sri Hartini, kemarin (28/9).

Sri menyebutkan, dalam PKN ini ada lima kegiatan utama, diantaranya kompetisi permainan rakyat, konferensi pemajuan kebudayaan, eksibisi kebudayaan, pergelaran karya budaya bangsa, dan pawai budaya. Kemendikbud targetkan 15 ribu pengunjung akan datang setiap harinya," kata Sri Hartini.

Acara ini juga akan dimeriahkan oleh sederet pegiat seni dan artis kenamaan Tanah Air di antaranya Rahayu Supanggah, Ki Manteb, Didi Kempot, Barasuara, Navicula, Ras Muhamad, dan Maliq n d'essential. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pelaku Bom Medan Terpapar Radikalisme dari Istrinya

Pelaku Bom Medan Terpapar Radikalisme dari Istrinya

Polisi menangkap DA, istri Rabbial Muslim Nasution (RMN), pelaku bom bunuh diri Polrestabes Medan, Sumatera Utara, tak lama setelah kejadian.


Bela Negara Tak Harus dengan Wajib Militer

Bela Negara Tak Harus dengan Wajib Militer

Menurut Kemendikbud, aksi bela negara tidak harus dengan wajib militer (wamil).


Sudah Mati Suri, KPK Tak Butuh Dewan Pengawas

Sudah Mati Suri, KPK Tak Butuh Dewan Pengawas

Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang polemik mengenai figur yang cocok menjadi Dewan Pengawas (DP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu ada.


Masyarakat Tak Mampu Bayar, Fraksi PKS Tolak Kenaikan BPJS

Masyarakat Tak Mampu Bayar, Fraksi PKS Tolak Kenaikan BPJS

Pemerintah diminta segera mencari solusi konkret untuk memberikan subsidi bagi peserta BPJS Kesehatan kelas III.


Puan Tegaskan PDI Perjuangan dan NasDem Akur

Puan Tegaskan PDI Perjuangan dan NasDem Akur

Presiden Joko Widodo dinilai sukses membungkam semua tudingan tentang hubungannya dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.


Prabowo: Kekuatan Pertahanan Rahasia, Tak Boleh Bocor

Prabowo: Kekuatan Pertahanan Rahasia, Tak Boleh Bocor

Ketidaktepatan membeli alat pertahanan menjadi sorotan Komisi I DPR RI. Anggaran besar yang digelontorkan pemerintah untuk memperkuat persenjataan dinilai pembo


Lusa Sidang Pemakzulan, Trump Siap Buka-bukaan Transkrip

Lusa Sidang Pemakzulan, Trump Siap Buka-bukaan Transkrip

Presiden AS Donald Trump memberikan kejutan sebelum pergelaran sidang terbuka pemakzulan pekan ini.


Digaransi Tak Lemot, Server Bisa Tampung Data 4,5 Juta Pelamar CPNS Sekaligus

Digaransi Tak Lemot, Server Bisa Tampung Data 4,5 Juta Pelamar CPNS Sekaligus

Pendaftaran secara online calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka, Senin (11/11) hari ini.


CPNS 2019 Khusus Formasi Tenaga Profesional

CPNS 2019 Khusus Formasi Tenaga Profesional

Pemerintah menegaskan tak membuka formasi tenaga administrasi dalam seleksi penerimaan calon pegawai negri sipil (CPNS) 2019.


Wakil Panglima Tak Akan Timbulkan Dualisme Kepemimpinan

Wakil Panglima Tak Akan Timbulkan Dualisme Kepemimpinan

Presiden Joko Widodo kembali menghidupkan Wakil Panglima TNI yang telah dihapus sejak 20 tahun silam.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!