Nasional
Share this on:

Pelibatan Anak dan Terorisme Tindakan Keji

  • Pelibatan Anak dan Terorisme Tindakan Keji
  • Pelibatan Anak dan Terorisme Tindakan Keji

JAKARTA - Polisi menemukan fakta baru dalam kasus penikaman Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Rupanya, Abu Rara dan Fitriana Diana meminta sang anak untuk melakukan amaliyah atau menikam aparat.

Sang anak yang masih dibawah umur tersebut diketahui berinisial RA (Ratu Ayu). RA sempat disebut dalam daftar 40 terduga teroris yang telah ditangkap.

Melibatkan anak di bawah umur dalam aksi teror, menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, merupakan tindakan keji. Mereka menghalalkan segala cara termasuk melibatkan anak di bawah umur untuk mencapai tujuannya. Dan kasus serupa juga pernah terjadi, yakni bom bunuh diri di Gereja Surabaya.

"Kasus-kasus semacam ini, tentunya sangat ironis, tragis dan tentunya keji. Pemerintah perlu untuk melibatkan para pemuka agama mengatasi hal ini, dan mensosialisasikan gerakan deradikalisasi di kantong-kantong atau komunitas masyarakat yang cenderung radikal," kata Neta saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network, Jumat (18/10) kemarin.

Selain itu, Neta menegaskan, pemerintah juga harus mampu menghentikan pihak atau kelompok masyarakat yang melibatkan anak-anak, khususnya dalam gerakan yang berbau radikal. Terakhir, dalam menangani aksi-aksi teror yang melibatkan anak-anak polisi harus kenakan pasal berlapis.

"Tujuan semua ini agar anak-anak bisa dihindarkan dari paham radikalisme, serta untuk pelaku yang manfaatkan anak-anak dapat dihukum berat, agar diharapkan ada efek jera," ungkapnya.

Pengamat terorisme Zaki Mubarak mengungkapkan pengikutsertaan anak oleh kedua orangtuanya dalam melakukan amaliyah adalah hal yang biasa. "Banyak kasus yang melibatkan anak-anak, seperti di Surabaya di mana orangtua mengajak anak-anak mereka melakukan aksi bom bunuh diri," kata Zaki.

"Dan ada teroris seperti Brekele juga mendorong anaknya yang baru 11 tahun untuk jihad ke Suriah dan akhirnya tewas di sana. Jadi, ada kemungkinan anak-anak mulai dilibatkan dalam aksi teror," sambung pengamat teroris asal UIN Syarief Hidayatullah tersebut.

Sebelumnya Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, Abu Rara dan istri ternyata sempat mengikutsertakan anaknya yang masih di bawah umur melakukan amaliyah bersama mereka. Bahkan, sang anak sudah dibekali juga dengan pisau.

"Informasi ini kita dapatkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Abu Rara dan istrinya FA. Dan memang Ada tiga (pisau) buat menyerang. Satu dipakai Abu Rara, lalu istrinya, dan satu untuk sang anak. Ini masih di dalami," kata Dedi di Mabes Polri, Kamis (17/10).

Menurut Dedi, pisau yang diberikan kepada sang anak ini dimaksud untuk digunakan dalam misi kedua orangtuanya melakukan amaliyah. Sang anak pun disuruh melakukan teror juga kepada aparat. "Kita tidak dapat sampaikan secara identitasnya masih di bawah umur," ucap Dedi.

Dedi mengungkapkan, anak dari Abu Rara yang saat itu telah diberikan pisau dan diperintah untuk melakukan aksi penyerangan, sang anak tak melakukan aksinya karena alasan tak berani. "Anaknya mengurungkan niatnya karena tak berani. Yang berani Abu Rara dan istri," ungkapnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Indonesia Serius Kembangkan Teknologi Nuklir

Indonesia Serius Kembangkan Teknologi Nuklir

Indonesia yakin akan kemampuan untuk mengelola nuklir demi kepentingan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.


Mendagri Minta Pemda Tindak Lanjuti Hasil Rakornas

Mendagri Minta Pemda Tindak Lanjuti Hasil Rakornas

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah menindaklanjuti hasil dan pemaparan Rakornas Indonesia Maju.


Kukuh Minta BPJS Kelas III Disubsidi, Menkes Lobi Menkeu dan Menko PMK

Kukuh Minta BPJS Kelas III Disubsidi, Menkes Lobi Menkeu dan Menko PMK

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta masyarakat berdoa agar iuran BPJS Kesehatan kelas III disubsidi.


Puan Tegaskan PDI Perjuangan dan NasDem Akur

Puan Tegaskan PDI Perjuangan dan NasDem Akur

Presiden Joko Widodo dinilai sukses membungkam semua tudingan tentang hubungannya dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.


Kemenlu dan DPR Bahas soal Habib Rizieq secara Tertutup

Kemenlu dan DPR Bahas soal Habib Rizieq secara Tertutup

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Komisi I DPR RI sepakat melakukan pembicaraan tertutup untuk membahas Habib Rizieq Shihab (HRS).


Diprediksi Sulit Eksis, Partai Gelora Target Ikut Pemilu 2020

Diprediksi Sulit Eksis, Partai Gelora Target Ikut Pemilu 2020

Gelombang Rakyat (Gelora) akan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM pada awal Januari 2020.


Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan

Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan

Indonesia saat ini membutuhkan pejuang atau pahlawan pemberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan kesenjangan dan sejenisnya.


Pendaftaran ASN Mulai Dibuka Hari Ini

Pendaftaran ASN Mulai Dibuka Hari Ini

Pemerintah membuka tiga jalur, yakni calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan kedinasan pada seleksi CPNS 2019.


Tata Kelola Guru Madrasah Ditinjau Ulang

Tata Kelola Guru Madrasah Ditinjau Ulang

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) tengah meninjau ulang sejumlah regulasi terkait tata kelola guru dan tenaga kependidikan madrasah.


Soal Cadar, Menag Akhirnya Minta Maaf

Soal Cadar, Menag Akhirnya Minta Maaf

Menag Fachrul Razi meminta maaf atas kondisi ini setelah menimbulkan amarah dan kritik yang kian tajam.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!