Nasional
Share this on:

Pemberi Gratifikasi Zumi Zola Ditelusuri KPK

  • Pemberi Gratifikasi Zumi Zola Ditelusuri KPK
  • Pemberi Gratifikasi Zumi Zola Ditelusuri KPK

JAKARTA - Pasca menahan Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola Zulkifli mulai Senin pekan lalu (9/4), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait sejumlah proyek di Jambi.

Kemarin (16/4) tidak kurang tujuh saksi dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah di Jakarta. Dari tujuh saksi itu, hanya satu yang tidak memenuhi panggilan penyidik.

Menurut Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah, seorang saksi yang tidak hadir adalah Direktur Utama (Dirut) PT Usaha Batanghari Abdul Kadir. ”Belum ada informasi (alasan ketidakhadiran Abdul Kadir),” ungkap pria yang akrab dipanggil Febri itu.

Selain Abdul Kadir, enam saksi lain yang diminta datang untuk ditanyai oleh penyidik hadir sebagaimana mestinya. Mereka pun sudah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih kemarin.

Enam saksi itu terdiri atas Dirut PT Merangin Karya Sejati H. Ismail Ibrahim alias Mael, Direktur PT Hendy Mega Pratama Irawan Nasution, direktur PT Balistik Jaya bernama Djamino, serta direktur PT Dua Putri Persada bernama Fatmawati. Sedangkan dua saksi lainnya terdiri atas staf PT Merangin Karya Sejati bernama Nano dan pihak swasta yang biasa dipanggil Hardono atau Aliang.

Sesuai surat panggilan yang dikeluarkan oleh KPK, enam saksi tersebut dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi untuk Zumi Zola. ”Saksi tersangka ZZ dalam dugaan menerima gartifikasi terkait proyek di Provinsi Jambi,” terang Febri.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyidik KPK mendalami data dan informasi dari para saksi. Namun demikian, pendalaman itu sebatas pengetahuan masing-masing saksi.

Itu dilakukan untuk menguatkan barang bukti yang sudah dimiliki oleh KPK terkait dugaan gratifikasi yang diterima oleh Zumi Zola. Meski begitu, lembaga anti korupsi yang dipimpin oleh Agus Rahardjo tersebut tidak mengabaikan sejumlah informasi berkaitan dengan sumber gratifikasi atau para pemberi suap.

Febri memastikan, informasi tersebut turut didalami oleh instansi tempat dia bekerja. Sejauh ini, sambung Febri, informasi yang diterima KPK menyebutkan bahwa pemberi gratifikasi untuk Zumi Zola memang tidak tunggal. Sebab, gratifikasi itu diduga diberikan oleh banyak pihak.

”Diduga berasal dari sejumlah pihak,” imbuh mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu. ”Ada yang merupakan pengusaha setempat,” tambahnya. Karena itu, tidak heran jika KPK memanggil sejumlah saki berlatar belakangan pengusaha.

Namun demikian, pendalaman yang dilakukan untuk mencari para pemberi gratifikasi kepada Zumi Zola tidak lantas mengaburkan pandangan KPK untuk menggali lebih dalam soal penerimaan gratifikasi.

Justru, masih kata Febri, KPK fokus pada penerimaan gratifikasi sesuai dengan aturan pidona yang berlaku. ”Maka saat ini kami fokus memperkuat bukti-bukti dugaan penerimaannya,” ujar dia. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kapolri Sebut Ada Petunjuk ke Pelaku

Kapolri Sebut Ada Petunjuk ke Pelaku

Penyelidikan teror bom di rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarif dan Agus Rahardjo, mengalami kemajuan.


Dua Pelempar Bom Rumah Pimpinan KPK Terekam CCTV

Dua Pelempar Bom Rumah Pimpinan KPK Terekam CCTV

Teror terhadap para pemberantas kasus korupsi, sebagaimana kasus Novel Baswedan, kembali terjadi.


KPK Kembali Jadwalkan Periksa Pejabat Kemenpora

KPK Kembali Jadwalkan Periksa Pejabat Kemenpora

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali memeriksa sejumlah saksi untuk penyidikan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


KPK Dalami Pengajuan Hibah KONI Lainnya

KPK Dalami Pengajuan Hibah KONI Lainnya

KPK kembali memeriksa para pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendalami dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


Satker Dicopot, Perusahaan Diblacklist

Satker Dicopot, Perusahaan Diblacklist

Kementerian PUPR mengambil langkah tegas menyikapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap oknum pegawai pada dua Satuan Kerja (Satker) mereka.


Rekomendasikan Bentuk TGPF Novel

Rekomendasikan Bentuk TGPF Novel

Rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait pemantauan terhadap kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan dianggap tidak bertaji.


Diduga Terkait Kasus Dana Cabor, Lima Pejabat Kemenpora Ditangkap KPK

Diduga Terkait Kasus Dana Cabor, Lima Pejabat Kemenpora Ditangkap KPK

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dibikin geger tadi malam (18/12).


Diperiksa KPK, Demiz Sebut Nama Jokowi

Diperiksa KPK, Demiz Sebut Nama Jokowi

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar (Demiz) memenuhi panggilan KPK kemarin (12/12).


Akhurnya, KPK Tetapkan Bupati Jepara sebagai Tersangka

Akhurnya, KPK Tetapkan Bupati Jepara sebagai Tersangka

Setelah melakukan serangkaian kegiatan penyidikan di Jepara, KPK akhirnya mengumumkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebagai tersangka.


Divonus 6 Tahun, Hak Politik Zumi Zola Dicabut Lima Tahun

Divonus 6 Tahun, Hak Politik Zumi Zola Dicabut Lima Tahun

Gubernur Jambi (nonaktif) Zumi Zola Zulkifli tampak tegar saat mendengar ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Yanto membacakan putusan, kemarin (6/12)



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!