Nasional
Share this on:

Pemerintah Klaim Jumlah TKA Masih Proporsional

  • Pemerintah Klaim Jumlah TKA Masih Proporsional
  • Pemerintah Klaim Jumlah TKA Masih Proporsional

JAKARTA - Pemerintah mengklaim kalau jumlah TKA (tenaga kerja asing) Indonesia masih berada di dalam taraf wajar. Tidak mencapai jutaan sebagaimana diisukan.

Di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah yang disebut-sebut menjadi markas TKA Tiongkok saja, lanjutnya, persentasenya masih kecil. Dari sekitar 28 ribu pekerja, TKA Tiongkok hanya sekitar 3 ribuan.

"Orang yang dibuka tenaga kerja lokalnya kan jauh lebih tinggi dibandingkan TKA,” ujarnya seteah melakukan jumpa pers dengan sejumlah wartawan yang berkunjung ke Morowali di Kantor Staf kepresidenan, Jakarta, kemarin (7/8).

Hanif menuturkan, sejumlah temuan yang sebelumnya disampaikan beberapa lembaga seperti Ombudsman sudah ditindaklanjuti. Bukan hanya oleh pengawas Kemenaker, melainkan juga dicek langsung oleh komisi IX dan satgas yang terdiri dari 24 kementerian/lembaga.

"Temuan dari teman wartawan yang berkunjung ke sana relatif tidak jauh berbeda dengan yang selama ini disampaikan Kemenaker," imbuhnya.

Kalaupun ditemukan TKA bekerja sebagai sopir, hal itu terpaksa dilakukan terhadap mobil-mobil yang memiliki desain setir di sebelah kiri. Di Morowali sendiri, lanjutnya, TKA masih digunakan sesuai dengan kebutuhan proyek.

Khususnya di posisi yang tidak bisa dilakukan oleh SDM lokal. Hanif memastikan jika selama ini proses transfer of knowledge terjadi di sana.

Terkait kenaikan jumlah TKA seperti yang terjadi di Jawa Tengah, Hanif membantah, jika itu sebagai dampak langsung dari disahkannya Perpres 20 tahun 2018 tentang penggunaan TKA. Dia menilai, peningkatan itu harus dilihat secara umum. Seperti pertumbuhan ekonomi atau penambahan lapangan kerja.

"Harus dilihat tenaga kerja lokalnya ada berapa. Kalau ngambil case Morowali kan jauh lebih besar lokal daripada asing," tuturnnya.

Hanif menambahkan, dari sisi keahlian, Indonesia sebetulnya memiliki tenaga yang ahli di berbagai bidang. Hanya saja, jumlahnya masih dibawah kebutuhan. Sebab, faktanya, dari 133 juta angkatan kerja yang ada, 60 persennya masih lulusan SD/SMP.

"Kita ada jagoan matematika, fisika, ngelas ada, bahkan kita selalu kirim untuk asian skill competition kita banyak juara. Tapi banyak gak?," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Moeldoko berharap isu TKA tidak dimobilisasi untuk kepentingan politik. Sebab jika dilakukan, isu tersebut tidak akan selesai meski sudah disodorkan data riil lapangan.

Diakuinya, memang ada satu dua kasus TKA yang ilegal. Namun, pemerintah sudah menjalankan fungsinya dengan melakukan penangkapan. "Menaker menyiapkan tim pengawas bekerja dengan sungguh-sungguh," kata mantan Panglima TNI itu menambahkan. (far/ttg/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kecam Kekerasan Uyghur

Kecam Kekerasan Uyghur

Pemerintah Indonesia mengecam tindakan kekerasan terhadap muslim Uygur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok.


BPJS Kesehatan Masih Butuh 60 Juta Peserta untuk Penuhi Target UHC

BPJS Kesehatan Masih Butuh 60 Juta Peserta untuk Penuhi Target UHC

Target universal health coverage (UHC) atau jaminan kesehatan universal per 1 Januari 2019 sulit terkejar.


2019 Mendatang, Keluarga Miskin Terima Rp10,2 Juta Pertahun

2019 Mendatang, Keluarga Miskin Terima Rp10,2 Juta Pertahun

Pemerintah telah menaikkan jumlah bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam program keluarga harapan (PKH).


Sejumlah Orang Jadi Korban Buntut Penyerangan Polsek Ciracas

Sejumlah Orang Jadi Korban Buntut Penyerangan Polsek Ciracas

Polisi masih terus menyelidiki kasus perusakan dan penyerangan Mapolsek Ciracas pada Rabu dinihari (12/12).


Keberatan dengan Skema PPPK, Silakan Gugat Pemerintah

Keberatan dengan Skema PPPK, Silakan Gugat Pemerintah

Pemerintah angkat bicara terkait rencana FHK2-PGRI menggugat Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018.


Empat Pekerja Masih Belum Ditemukan

Empat Pekerja Masih Belum Ditemukan

Petugas gabungan TNI–Polri berhasil mengevakuasi satu jenazah korban aksi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dari Distrik Yigi ke Wamena.


Bupati Jepara Bakal Diperiksa di Jakarta

Bupati Jepara Bakal Diperiksa di Jakarta

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi masih bisa menikmati udara bebas.


Gagal saat Tes CPNS, Bisa Ikut Rekrutmen PPPK

Gagal saat Tes CPNS, Bisa Ikut Rekrutmen PPPK

Belum genap sepekan, Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memicu polemik.


Kembali Aktif, Tapi Masih Aman

Kembali Aktif, Tapi Masih Aman

Aktivitas anak Gunung Krakatau kembali meningkat setelah beberapa minggu terlihat tenang. Letusan terjadi kemarin (12/2) sekitar pukul 18.34 WIB.


Polisi Tangkap 44 Orang Papua

Polisi Tangkap 44 Orang Papua

Masyarakat Papua tampaknya masih terkecoh dengan upaya untuk memecah belah dengan merayakan 1 Desember sebagai hari kemerdekaan.



Berita Hari Ini

IKLAN ARIP

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!