Nasional
Share this on:

Pemerintah Siapkan Ruang Kelas Bebas Asap

  • Pemerintah Siapkan Ruang Kelas Bebas Asap
  • Pemerintah Siapkan Ruang Kelas Bebas Asap

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan, jika kabut asap masih bertahan dalam jangka waktu lama, pihaknya akan menyiapkan ruang kelas bebas asap bagi siswa daerah terdampak.

"Kalau memang lama kita akan melihat kondisinya, nanti akan saya segera rapatkan kemungkinan untuk menyiapkan ruang belajar bebas asap," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy di Jakarta, Rabu (18/9) kemarin.

Untuk mempersiapkan ruang kelas itu, Kemendikbud menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendesain teknologi ruangan bebas asap. Menrutnya, Teknologi ini sudah digunakan saat kabut asap akibat kebakaran hutan (Karhutla) pada 2015 lalu.

"Teknologi itu merupakan hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tidak memerlukan waktu lama untuk menyiapkannya, hanya sekitar dua hingga tiga hari," ujarnya.

Ruang kelas nantinya akan menggunakan penyaring di jendela dan pintu, serta akan dipasang kipas exhaust untuk mengatur udara yang akan masuk dan keluar dari ruangan kelas. Tak hanya itu ruangan kelas juga bisa ditempatkan akuarium untuk menjaga kelembaban di ruangan kelas.

Tanaman-tanaman yang bisa menghasilkan CO2 disarankan untuk dipelihara di dalam kelas agar memproduksi oksigen yang baik di ruangan kelas. "Terutama yang akan kita prioritaskan mungkin adalah SMK karena butuh ruang praktik yang tidak mungkin di rumah," ucapnya.

Pemberlakuan kebijakan itu sendiri, akan mempertimbangkan seberapa lama kabut asap akibat Karhutla akan terjadi, jika hanya sepekan rencana itu tidak akan dilaksanakan. Dapat diketahui, akibat kabut asap Karhutla yang pekat, beberapa sekolah di area terdampak di Kalimantan, Sumatera dan Riau telah meliburkan siswanya karena kepekatan asap yang tidak menyehatkan.

Aktivitas pendidikan di Kota Pekanbaru masih lumpuh karena kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah setempat memutuskan menambah libur sekolah dari taman kanak-kanak hingga menengah atas.

"Perpanjangan libur karena kualitas udara di Pekanbaru masih tidak sehat karena kabut asap. Hal itu berdasarkan pantauan alat Indeks Standar Pengukur Udara (ISPU) tiap jamnya. Angkanya berada di 139 atau tidak sehat setiap jamnya," kata Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Muhammad Noer.

Sementara kabut asap pekat dan tebal, juga terus menyelimuti Kota Palangkaraya, ratusan siswa sekolah mulai terserang Infeksi Saluran Pernapasan Atas atau ISPA. Akibatnya semua siswa sekolah diliburkan selama tiga hari mulai, Senin (16/9) lalu.

Sedangkan Dinas Pendidikan Kota Palembang, Sumatra Selatan, memperbolehkan sebagian sekolah untuk meliburkan siswanya akibat dampak kabut asap yang semakin pekat, Selasa (17/9). "Sebagian sekolah yang diperbolehkan untuk meliburkan siswanya yakni di wilayah terdekat dengan kabupaten terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto.

Kualitas udara di Kota Palembang tergolong kategori sangat tidak sehat dengan kadar partikulat PM10 mencapai 287,28 mikrogram per meter kubik pada pukul 05.00 WIB. Kondisi kualitas udara sangat tidak sehat bertahan hingga pukul 07.00 dengan kadar PM10 219,65 mikrogram per meter kubik.

Nilai ambang batas yang masih diperbolehkan yakni maksimal 150 mikrogram per meter kubik. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Oposisi Lemah, Kekuasaan Absolut Dikuatirkan Korup

Oposisi Lemah, Kekuasaan Absolut Dikuatirkan Korup

Sejumlah partai oposisi diprediksi merapat ke pemerintah. Sampai saat ini, hanya PKS yang sudah menegaskan tetap menjadi oposisi.


Siapkan Aksi, 40 Terduga Teroris Ditangkap Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Siapkan Aksi, 40 Terduga Teroris Ditangkap Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Sudah 40 terduga teroris ditangkap sepuluh hari jelang pelantikan presiden. Mereka siap beraksi pada even-even besar.


Jokowi Masih Diharapkan Terbitkan Perppu

Jokowi Masih Diharapkan Terbitkan Perppu

Sejumlah kalangan masih berharap peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) masih diharapkan untuk diterbitkan Jokowi.


Terduga Teroris Siapkan Bom Kimia Beracun

Terduga Teroris Siapkan Bom Kimia Beracun

Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penegakan hukum secara prefentive strike terhadap enam terduga teroris di Jawa Barat dan Jawa Tengah.


Amankan Pelantikan Presiden, TNI AD Siapkan Pasukan Tempur

Amankan Pelantikan Presiden, TNI AD Siapkan Pasukan Tempur

Jumlah personel pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 ditambah. Dari sebelumnya 27 ribu menjadi 30 ribu.


1.547 Titik Panas Masih Terdeteksi

1.547 Titik Panas Masih Terdeteksi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan masih terdapat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan.


Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam

Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam

Tujuh helikopter bom air dikerahkan untuk penanganan darurat kebakaran hutan lahan (karhutla) dan kabut asap di Sumatera Selatan.


Arab Saudi Akan Izinkan Perempuan Jadi Tentara

Arab Saudi Akan Izinkan Perempuan Jadi Tentara

Pemerintah Arab melalui Kementerian Luar Negeri Saudi menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat akan membuat kebijakan baru, terkait memperbolehkan bagi kaum peremp


Oposisi atau Gabung Pemerintah? Tunggu Sikap Gerindra 17 Oktober

Oposisi atau Gabung Pemerintah? Tunggu Sikap Gerindra 17 Oktober

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto baru akan akan menyampaikan sikap politik Gerindra dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 17 Oktober mendata


Pasukan Ditambah, Pemerintah Ingin Pastikan Papua Aman

Pasukan Ditambah, Pemerintah Ingin Pastikan Papua Aman

Pemerintah akan menambah jumlah personel keamanan tidak hanya di Wamena, tapi juga di Ilaga.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!