Nasional
Share this on:

Pemilu 34 Hari Lagi, Web KPU Sering Diserang Hacker

  • Pemilu 34 Hari Lagi, Web KPU Sering Diserang Hacker
  • Pemilu 34 Hari Lagi, Web KPU Sering Diserang Hacker

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui jika website resmi penyelenggara Pemilu pernah coba diretas beberapa kali. Bukan cuma dari dalam negeri, jika dilihat dari alamat internetnya (IP address), mereka juga mencoba dari luar negeri.

Ketua KPU, Arief Budiman menjelaskan, pihaknya masih berusaha agar website milik KPU tidak diretas orang yang tidak bertanggung jawab. Ditanya intensitas, Arief enggan menjawab.

Ia juga mengklaim, jika semua serangan hacker masih bisa di tangani sampai saat ini. "Yang jelas KPU menjaga supaya sistem kita aman. Kalau orang kan mau nyerang pasti datang terus, tapi kita berupaya membentengi menjaga supaya kita aman. Sampai sekarang web kita ya meskipun kadang-kadang ada yang serang, setop dulu sebentar, tapi semua masih bisa digunakan," kata Arief di Jakarta, Rabu (13/3).

Arief juga enggan menyebutkan asal negara para hacker. Bukan tanpa alasan, menurutnya, alat internet yang digunakan para hacker bisa jadi untuk menipu. Walaupun alamat berada di luar negeri, belum tentu yang melakukan hack orang luar. Begitu pun sebaliknya.

"Orangnya siapa, kita tidak tahu orangnya. Kecuali orang yang sudah ditangkap, itu akan jelas. Oh itu orang yang kemaren ip adrees itu ini, oh kmren yang ngehack sidalih ini, yang ngehack situng ini. Kalau orang-orangnya sudah ditangkep, anda bisa identifikasikan, siapa dia, motifnya apa," terangnya.

Di tempat sama, Komisoner KPU, Viryan Azis menambahkan ada beberapa jenis kelompok hacker yang mencoba menyerang situs KPU. Mulai dari yang ingin tahu saja, sampai ada yang merasa kecewa denga penyelengaraan pemilu.

"Ada juga motif lain, atau yang ketiga ya kalau ada motif lain kita berharap masyarakat di Indonesia jangan melakukan hal demikian. Misalnya mengkritisi tahapan penyelenggara pemilu, silakan bisa komunikasi dengan kita. Kan kita terbuka selama ini. Jangankan semua pihak kita layani, baik dari peserta pemilu, masyarakat, temen NGO, dan rekam jejak penyelenggaraan pemilu kan bisa dilihat," papar Viryan.

Disinggung mengenai Cina dan Rusia, Viryan juga enggan menuduh. Menurutnya, IP adress bisa dari mana pun. Alasannya sama, alamat yang digunakan bisa saja alamat palsu yang digunakan para hacker untuk mengelabui.

"Ini hajatan mahal apabila diserang. Kita harap hacker bisa dukung kita. Kalau ada yang mau kritisi, silakan datang. kita siap dialog. Setiap ada serangan siber kita selalu koordinasi dengan Mabes Polri Cyber Crime. Kita harapkan mereka bisa ungkap dan itu terbukti bisa ditangkap," tandasnya. (fin/khf/zul)

Berita Berikutnya

Sah, Jokowi Tak Harus Cuti
Sah, Jokowi Tak Harus Cuti

Berita Sejenis

OTT Lagi, KPK Amankan Empat Orang

OTT Lagi, KPK Amankan Empat Orang

Belum juga reda kasus penangkapan dugaan seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI, Romahurmuziy alias Romy, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali


Baku Tembak dengan KKSB, Seorang Polisi Gugur Lagi di Nduga

Baku Tembak dengan KKSB, Seorang Polisi Gugur Lagi di Nduga

Bumi Cenderawasih belum sepenuhnya bebas dari aksi kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).


Hari Ini, KPU Evaluasi Debat Ketiga

Hari Ini, KPU Evaluasi Debat Ketiga

Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera melakukan evaluasi debat ketiga, meski mereka mereka puas dengan penyelenggaraannya.


Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi

Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi

Dua calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melakukan persiapan untuk menghadapi debat ketiga pada hari ini.


Kampanye Seminggu Lagi, Waspada Potensi Gesekan Massa

Kampanye Seminggu Lagi, Waspada Potensi Gesekan Massa

Menjelang kampanye terbuka Minggu (24/3) sampai Sabtu (13/4) mendatang, pemerintah memastikan kesiapan seluruh unsur yang punya tanggung jawab terhadap agenda t


Proses Hukum Ketua Alumni 212 Slamet Ma’arif Dihentikan Polisi

Proses Hukum Ketua Alumni 212 Slamet Ma’arif Dihentikan Polisi

Pengusutan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang menyeret Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma’arif sebagai tersangka, akhirnya resmi dihentikan polisi.


Debat Ketiga Kurangi Kursi Timses, Tambah Undangan Stakeholder

Debat Ketiga Kurangi Kursi Timses, Tambah Undangan Stakeholder

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai bersiap menyelenggarakan debat putaran ketiga Pilpres 2019. Rencananya, rapat persiapan pertama dilaksanakan besok (26/2).


Tiket Kereta Lebaran Sudah Bisa Dipesan, KAI Sediakan 247.010 Tempat Duduk

Tiket Kereta Lebaran Sudah Bisa Dipesan, KAI Sediakan 247.010 Tempat Duduk

Hari ini (25/2) tiket kereta api Indonesia (KAI) sudah bisa dibeli.


Dicoret dari Fornas, Dua Obat Kanker Tak Ditanggung BPJS Kesehatan Lagi

Dicoret dari Fornas, Dua Obat Kanker Tak Ditanggung BPJS Kesehatan Lagi

Kemenkes telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/707/2018 yang mengeluarkan obat kanker Bevacizumab dan Cetuximab.


KPU Siapkan Hal Baru untuk Debat Ketiga

KPU Siapkan Hal Baru untuk Debat Ketiga

Debat pilpres edisi kedua 17 Februari lalu memang banjir kritikan soal gaduhnya pendukung di ruang debat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!