Nasional
Share this on:

Pemulangan WNI Korban 'Pengantin Pesanan' Tak Mudah

  • Pemulangan WNI Korban 'Pengantin Pesanan' Tak Mudah
  • Pemulangan WNI Korban 'Pengantin Pesanan' Tak Mudah

Foto: ilustrasi

**JAKARTA ** - Pemerintah Indonesia tengah berupaya memulangkan sejumlah perempuan yang diduga menjadi korban perdagangan manusia berkedok 'pengantin pesanan' tersebut. Sayangnya, perbedaan pandangan otoritas China dalam memandang isu itu membuat proses pemulangan menjadi lama.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, butuh penyatuan persepsi dengan pemerintah China dalam menangani kasus mail-order brides atau pengantin pesanan. "Setelah kita melihat kenapa proses pemulangan yang terkait otoritas Tiongkok ini memakan waktu yang sangat lama, itu terjadi karena adanya perbedaaan melihat isu itu," kata Retno di Jakarta, Sabtu (20/7) kemarin.

Retno menjelaskan, dari sudut pandang pemerintah Indonesia, praktik pernikahan yang dilaporkan para korban menunjukkan indikasi perdagangan manusia. Sejumlah bukti telah dikantongi Menlu, meski ia enggan membeberkan kepada media.

"Pantas ada dugaan bahwa ini melibatkan kegiatan (human) trafficking yang tentunya ilegal. Sekali lagi ini dugaan, perlu pendalaman, tapi sudah ada beberapa bukti yang menguatkan dugaan tersebut," terangnya.

Sementara dari pihak pemerintah China, ujar Retno, kasus tersebut dianggap sebagai permasalahan rumah tangga yang tidak perlu campur tangan pemerintah kedua negara. Otoritas China menilai bahwa konflik antara istri dan suami yang sah secara hukum tidak perlu sampai melibatkan pemerintah kedua negara.

"Keterlibatan negara karena ini masuk ke wilayah privasi. Tadi pagi saya bertemu dengan dubes Tiongkok intinya adalah kita harus menyamakan persepsi, bahwa ini isu tidak semata isu keluarga tapi pantas untuk dilihat apakah betul dugaan trafficking itu ada," tuturnya.

Kementerian Luar Negeri mencatat, sampai saat ini ada 15 perempuan yang diduga menjadi korban perdagangan manusia. Dari angka itu, delapan perempuan sudah kembali ke Indonesia. "Pemerintah masih mengupayakan perempuan lainnya yang belum bisa pulang ke Tanah Air. Akan kami push agar prosesnya jadi lebih cepat," pungkasnya. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengiriman TKI ke Hong Kong Masih Dibahas

Pengiriman TKI ke Hong Kong Masih Dibahas

Pemerintah Indonesia nampaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil langkah untuk menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia (WNI)


UTBK SBMPTN 2020 Tak akan Digelar Tahun Ini

UTBK SBMPTN 2020 Tak akan Digelar Tahun Ini

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengusulkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk SBMPTN pada 2020 dimajukan menjadi akhir 2019.


Sri dan Susi Layak Dipertahankan, Tjahjo Kumolo Tunggu Perintah

Sri dan Susi Layak Dipertahankan, Tjahjo Kumolo Tunggu Perintah

Kinerja para menteri Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla tak pernah lepas dari sorotan. Terutama warganet di media sosial.


Pemulangan Jemaah Lewat Fast Track

Pemulangan Jemaah Lewat Fast Track

Pemerintah Arab Saudi melakukan uji coba fast track atau jalur cepat untuk proses pemulangan jamaah haji termasuk dari Indonesia.


Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 17 Agustus mendatang. Kamis (15/8) hari ini, rencananya jemaah haji mulai melakukan penimbangan bagasi.


Dana Desa Didorong untuk Kembangkan Pariwisata

Dana Desa Didorong untuk Kembangkan Pariwisata

Desa-desa diharapkan memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya, tak usah lagi untuk pembangunan infrastruktur.


PAN Tak Ingin Kehilangan Kursi Pimpinan MPR

PAN Tak Ingin Kehilangan Kursi Pimpinan MPR

Partai Amanat Nasional (PAN) melemparkan wacana agar pimpinan MPR RI menjadi 10 orang. Ini dilakukan untuk meredakan keributan soal perebutan kursi tersebut.


Kualitas SDM Meningkat, Lapangan Kerja Tak Tersedia

Kualitas SDM Meningkat, Lapangan Kerja Tak Tersedia

Presiden Joko Widodo selalu menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan bangsa.


Dunia Mulai Terancam Krisis Air

Dunia Mulai Terancam Krisis Air

Seperempat populasi dunia di 17 negara kini hidup di wilayah dengan persedian air yang tak sebanding dengan kebutuhan warganya.


Asing Diperlukan, tapi Tak Harus Jadi Rektor atau Dosen

Asing Diperlukan, tapi Tak Harus Jadi Rektor atau Dosen

Kehadiran profesor, dosen, atau peneliti asing di sebuh perguruan tinggi memang diperlukan. Tapi tidak harus jadi dosen apalagi menjabat rektor.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!