Nasional
Share this on:

Penolakan Ustad Somad Diserahkan ke Kemenlu

  • Penolakan Ustad Somad Diserahkan ke Kemenlu
  • Penolakan Ustad Somad Diserahkan ke Kemenlu

JAKARTA - Ustad Abdul Somad saat ini sedang menjadi tren dan jadi buah bibir. Khususnya setelah kunjungannya ke Hongkong ditolak oleh petugas Imigrasi setempat pada Minggu (24/12) lalu.

Sampai saat ini cukup sulit untuk bisa langaung mengbrol dengan ustad sekaligus dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu. Sepanjang hari kemarin (28/12) ada beberapa kegiatan ceramah ustad Somad.

Di antaranya jadwal ceramah di Masjid Nurul Falah komplek PLN Disjaya Gambir Jakarta Pusat. Tetapi akhirnya agenda ceramah itu dibatalkan tanpa ada keterangan yang jelas.

Agenda ceramah ustad Somad berikutnya adalah di Masjid Nurul Ikhlas, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. Dan tadi malam di ceramah di Musola Nirul Iman Jl Cikini Dalam Kelurahan Jurangmangu Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Ustad Somad membawakan ceramah dengan tema Pentingnya Agama dalam Keluarga. Ceramah dalam momentum Maulid Nabi ini dipadati sekitar seribu jamaah.

Untuk bisa mendapatkan komentar langsung dari ustad Somad, butuh waktu beberapa saat. Sejak maghrib hingga acara dimulai setelah salat Isya', ustad Somad berada di kediaman Kiai Muhtazah tidak jauh dari musolah.

Saat ustad Somad keluar menuju panggung pengajian, dia mendapatkan pengawalan pagar betis dari sejumlah anggota Laskar Pembela Islam (LPI). Dia tampil mengenakan baju putih dilengkapi syal atau scarf palestina.

Di tengah pengawalan LPI menuju mimbar ceramah, Ustad Somad memberikan komentar sedikit terkait kasus yang dia alami di bandara Hongkong Minggu lalu. "Mereka (petugas Imigrasi Hongkong, Red.) tidak terima saya," katanya.

Namun dia sama sekali tidak tahu alasan penolakan tersebut. Ustad Somad mengatakan dirinya tetap harus menjadi warga negara Indonesia yang baik. Yakni mengikuti seluruh prosedur penolakan oleh Imigrasi Hongkong.

Terkait kasus itu, dia menyerahkan sepenuhnya penyelsaiannya kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia. Seketika ustad Somad langsung "ditelan" kerumunan jamaah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarkat Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin menuturkan patut disayangkan penolakan yang dilakukan oleh petugas imigrasi Hongkong terhadap Ustad Abdul Somad. Dia menuturkan bahwa Abdul Somad adalah dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

”Harusnya ada pihak dari Kementerian Luar Negeri yang bisa menjelaskan soal penolakan itu. Ini ranah Kemenlu,” ujar Amin kepada Jawa Pos (induk radartegal.com), kemarin.

Penjelasan itu menurut dia perlu dilakukan agar tidak ada spekulasi-spekulasi yang terus berkembang di tengah masyarakat. Karena isunya bisa saja melebar ke berbagai ranah. ”Karena dia ditolak itu bukanya meredup tapi justru ratingnya tinggi,” ujarnya.

Dia menilai isi ceramah yang disampaikan Abdul Somad sejauh ini tergolong moderat. Tidak ada ceramah yang mengarah pada tindakan radikalisme atau terorisme misalnya. Tapi, memang penyampainnya terkesan berani dengan kata-kata yang pedas. Menurut dia itu hal yang wajar dalam menyampaikan nahi munkar.

”Menurut saya dia muballig yang patut diacungkan jempol. Dia pemberani dan yang bersangkutan moderat,” ujar Amin.

Sejauh ini Kemenag memang telah membuat semacam standart bagi seorang penceramah agama. Tapi, ketentuan tersebut masih sebatas untuk siaran publik yang disiarkan di televisi. Sedangkan untuk ceramah di forum-forum pengajian memang belum diatur dengan sangat detail.

”Kami berharap di jelang pergantian tahun ini semuanya saja bisa menjaga perdamaian,” imbuh dia. (wan/jun/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!